Kapan Sebaiknya Orang Tua Mulai Memberikan Uang Saku?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Banyak faktor dalam kehidupan yang perlu orang tua ajarkan pada anak sejak dini. Beberapa di antaranya bahkan bersifat vital untuk bekal ia di masa depan. Salah satu contohnya adalah mengajarkan anak tentang uang. Sebagai orang tua, Anda memiliki kuasa untuk membentuk bagaimana hubungan anak dengan uang.

Dasar-dasar dalam mengajarkan anak tentang uang

Uang pertama yang akan si kecil terima pada umumnya adalah uang saku atau uang jajan. Memberi uang saku pada anak sekitar umur empat atau lima tahun dapat membantu mereka mempelajari nilai dari uang dan pentingnya untuk mengatur uang. Uang saku juga akan membantu anak untuk belajar konsekuensi kehilangan atau ketika uang habis.

Kapan sebaiknya mulai memberikan uang pada anak?

Sebenarnya, tidak ada aturan khusus atau pasti mengenai kapan harus mulai memperkenalkan uang pada anak. Namun, sebagai ciri-ciri anak yang mungkin siap mempelajari nilai dan pentingnya uang, Anda dapat melihat beberapa hal berikut ini.

  • Si kecil mengerti jika ia butuh uang untuk membeli sesuatu
  • Penting untuk menyisihkan uang dan tidak menghabiskannya sekaligus
  • Menghabiskan semua uang yang dimiliki berarti ia tidak akan punya uang sampai waktu yang telah ditentukan.

Kendall Flutey, seorang CEO dari platform edukasi keuangan menjelaskan tentang kapan mengajarkan anak tentang uang. Menurutnya, ketika berbicara mengenai uang saku, orang tua tidak perlu mempertimbangkan usia anak, melainkan perkembangan mereka. Anak yang berusia lima tahun ke bawah dapat berkembang dalam rasio yang berbeda-beda. Artinya, menggunakan usia sebagai tolak ukur kesiapan anak dalam hal memperkenalkan uang seringkali berlebihan.

Kendall menambahkan waktu terbaik untuk memberikan uang saku pada anak yaitu sejak dini, tapi hanya ketika anak sudah memiliki kemampuan untuk memahami transaksi yang terjadi dalam bentuk yang paling mendasar. 

Berapa jumlah uang saku yang sebaiknya diberikan?

Mengajarkan anak tentang uang tidak lepas dari jumlah uang itu sendiri. Hal ini bergantung pada keadaan dan pertimbangan orang tua. Selama si kecil mengerti berapa jumlah dan seberapa sering uang saku yang didapat, ia mulai belajar cara menggunakan uang dengan baik.

Anda dapat mempertimbangkan hal ini dalam menentukan jumlah uang saku yang akan diberikan:

  • Apa jenis tugas rumah yang si kecil harus lakukan
  • Berapa jumlah uang yang keluarga izinkan
  • Usia anak, misalnya Anda dapat memberikan anak usia 5 tahun sebanyak 50 ribu, atau usia 7 tahun sebanyak 70 ribu per minggu.
  • Berekspektasi ke mana saja uang akan dihabiskan, misalnya jika Anda berharap uang dihabiskan untuk transportasi, makan, dan menabung, mungkin Anda perlu menambah uang saku anak.

Tips dalam mengajarkan anak tentang uang

Jika Anda merasa kesulitan atau ingin lebih lancar mendidik anak dalam masalah keuangan, beberapa tips ini diharapkan dapat membantu.

  • Jelaskan pada anak mengapa Anda memberikan uang saku dan apa fungsi uang saku
  • Dorong anak untuk menabung atau menyisihkan uang dengan mengajarkan beberapa hitungan dasar
  • Berikan nominal uang sesuai kondisi dan jangan membandingkan dengan orang tua lain
  • Berikan uang saku pada waktu tertentu
  • Bantu si kecil untuk terbiasa menabung dengan memberikan celengan atau toples
  • Usahakan untuk tidak menambah atau memberikan uang saku sebelum waktu yang telah ditentukan
  • Tunjukkan ke mana uang biasanya dihabiskan atau dibelanjakan
  • Libatkan anak dalam beberapa keputusan keuangan sederhana

Mengajarkan anak tentang uang harus dilakukan sejak dini. Akan tetapi Anda tetap perlu melihat kemampuan anak dalam memahami dan belajar. Tidak perlu mengikuti orang tua atau anak lain karena setiap anak memiliki tahapan pertumbuhan yang berbeda-beda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 24, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca