7 Tips Membesarkan Anak Tuli agar Mandiri dan Percaya Diri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memiliki anak dengan kebutuhan khusus, seperti tuna rungu atau tuli tentu akan berbeda dan lebih menantang bagi orangtua. Namun, Anda harus tetap membesarkannya agar ia tumbuh dan berkembang menjadi anak yang mandiri dan percaya diri selayaknya anak lain. Lantas, bagaimana membesarkan anak yang tuli agar ia dapat mandiri dan percaya diri?

Membesarkan anak tuli yang mandiri dan percaya diri

Membesarkan anak dengan kebutuhan khusus tentu berbeda dengan membesarkan anak pada umumnya. Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk membesarkan anak tuli agar ia tumbuh menjadi anak yang mandiri dan percaya diri.

1. Berikan kepercayaan kepada anak

Memberikan kepercayaan kepada anak merupakan hal yang paling penting dalam membangun sikap mandiri dan percaya dirinya. Hal ini memang tidak mudah dilakukan, terutama jika anak Anda memiliki kebutuhan khusus.

Anda bisa memulainya dengan membiarkan anak melakukan hal-hal kecil sendiri. Lambat laun, anak akan percaya diri dan mandiri dalam melakukan segala hal, bahkan hingga besar nanti. Katakan juga pada anak bahwa Anda mempercayainya.

2. Puji anak atas usahanya

Untuk menumbuhkan sikap mandiri dan percaya diri anak, Anda perlu memberikan pujian atas usahanya meski yang dilakukannya hanyalah hal kecil. Peluklah, tersenyumlah, dan katakan bahwa ia hebat dan Anda sangat senang dengan usahanya.

3. Bermain dengan anak

Hal paling sederhana dalam membesarkan anak yang tuli, yaitu bermain bersamanya. Carilah kegiatan untuk dilakukan bersama anak. Dengan bermain bersama, Anda bisa memperlacar komunikasi dengan anak tuli dan secara langsung bisa meningkatkan kemampuan komunikasi dan ekspresinya. Komunikasi yang baik tentu akan meningkatkan kepercayaan diri anak untuk dapat bersosialisasi dengan orang lain selain Anda.

4. Baca buku bersama

Sama dengan bermain, membaca buku bersama anak tuli dapat meningkatkan kemampuan bahasanya. Carilah rekomendari buku untuk dibaca dengan anak tuli. Bila sudah didapat, duduklah di depan anak, tatap matanya, dan arahkan bukunya menghadap ke anak.

Jika membaca buku cerita, Anda bisa sesekali mencontohkan apa yang ada di dalam buku. Membaca buku bisa menjadi satu cara yang efektif dalam membesarkan anak tuli.

5. Ajak ke berbagai tempat

Guna memaksimalkan komunikasi anak tuli, jangan ragu untuk mengajaknya ke berbagai tempat, seperti supermarket, taman bermain, atau bahkan sekadar keliling rumah untuk menunjukkan berbagai benda yang perlu anak tahu. Dengan kosakata dan komunikasi yang baik, anak akan belajar untuk menentukan pilihannya sendiri sehingga ia bisa mandiri.

Mengajaknya ke berbagai tempat pun bisa membuatnya terbiasa berada di tengah banyak orang. Dengan demikian, kepercayaan dirinya pun bisa ikut meningkat.

6. Pilih sekolah yang tepat

Sekolah merupakan cara penting untuk membangun sosialisasi anak. Di sekolah berkebutuhan khusus, anak akan bertemu dengan sesama anak tuli dan juga bisa bertemu dengan guru, dan beragam macam orang lainnya.

Di sekolah pun anak akan belajar beragam hal dari gurunya. Sekolah, terutama sekolah berkebutuhan khusus, pastinya memiliki perspektif lain dalam mendidik dan membesarkan anak tuli.

7. Sertakan anak pada komunitas

Sama halnya dengan sekolah, mempertemukan anak dalam perkumpulan atau komunitas penyandang tuna rungu atatau tuli bisa meningkatkan kemampuan sosialnya. Anak pun akan merasa bahwa ia tidak sendiri dalam menjalani kondisi ini.

Bagi orangtua yang membesarkan anak yang tuli, tidak jarang menghadapi berbagai hal yang membuat Anda stres. Oleh karena itu, Anda pun perlu bertemu dengan sesama orangtua dengan kondisi anak yang sama. Berbagi pengalaman dengan orangtua dengan kondisi yang sama dalam komunitas, dapat mengurangi stres yang Anda rasakan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Cerdas Mendidik Anak Supaya Mandiri dan Berani Sejak Kecil

Si kecil selalu malu ketika diajak berkenalan dengan orang lain atau maunya selalu ditemani Anda ketika harus melakukan sesuatu yang baru?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 28/11/2018 . Waktu baca 4 menit

6 Penyakit yang Bisa Menyebabkan Hilangnya Pendengaran (Tuli)

Ketulian merupakan kondisi yang bisa terjadi karena berbagai hal, salah satunya karena penyakit. Lantas penyakit apa saja yang bisa jadi penyebab tuli?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 18/09/2018 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Seseorang Bisa Jadi Buta dan Tuli Sekaligus?

Ada orang yang mengalami buta dan tuli sekaligus. Mungkin Anda bertanya-tanya, lalu bagaimana cara berkomunikasinya? Yuk, cari tahu dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 23/04/2018 . Waktu baca 5 menit

7 Penyebab Paling Umum Telinga Tuli Mendadak

Telinga tuli mendadak biasanya bisa kembali normal dalam beberapa hari. Namun, kondisi ini tetap tidak boleh disepelekan. Berikut beberapa penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 10/03/2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anak dengan gangguan pendengaran di sekolah

Cara Membantu Anak dengan Gangguan Pendengaran di Sekolah

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020 . Waktu baca 4 menit
hilang pendengaran tiba-tiba

7 Penyebab Hilangannya Pendengaran pada Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . Waktu baca 4 menit
anak tuli bisu

Apakah Anak yang Tuli Sudah Pasti Bisu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 29/03/2020 . Waktu baca 3 menit
anak sakit perut

5 Hal yang Harus Diketahui Orangtua Tentang Sakit Perut pada Anak

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 11/12/2019 . Waktu baca 5 menit