Pentingnya Menggunakan Kursi Mobil Khusus Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Kursi mobil untuk anak, yang dipasang dengan benar, akan membantu mencegah anak terlempar di dalam mobil atau terjatuh ke luar kendaraan jika terjadi kecelakaan. Salah satu tugas orangtua yang paling penting adalah menjaga keselamatan anak Anda ketika mengendarai kendaraan. Setiap tahun, banyak sekali anak-anak yang tewas atau terluka dalam kecelakaan mobil, namun dengan menggunakan kursi mobil untuk anak dapat membantu menjaga anak tetap aman.

Mengapa harus menggunakan kursi mobil untuk anak?

Anatomi anak-anak dan orang dewasa sangat berbeda. Anak-anak memiliki kepala yang lebih besar dan berat dalam proporsi tubuh mereka. Contohnya, bayi memiliki berat kepala sekitar 25% dari berat tubuh keseluruhan, sedangkan orang dewasa hanya memiliki berat kepala sebesar 6% dari seluruh berat tubuh.

Kerangka seorang anak kecil lembut dan masih berkembang. Tulang-tulang di leher dan di tulang belakang dihubungkan oleh tulang rawan, bukan tulang padat. Proses pengerasan tulang-tulang ini tidak dimulai hingga anak berusia 2 tahun dan itu memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya.

Dalam tabrakan mobil, seluruh benda yang berada di dalam mobil akan terlempar ke depan, termasuk kepala seluruh orang yang berada di dalamnya. Tubuh memang tertahan oleh sabuk, namun kepala mereka tidak terkendali. Terutama bagi balita, kepala mereka yang berat akan terlempar ke depan dengan kekuatan yang luar biasa. Ketika kepala mereka terlempar ke depan dalam kecelakaan, seluruh kekuatan benturan ditopang oleh tulang halus anak yang belum dewasa. Tulang leher anak tidak cukup kuat untuk melindungi sumsum tulang belakang mereka.

Apa saja jenis kursi mobil untuk anak?

Kursi mobil untuk anak dibagi menjadi tiga kelompok utama, tergantung pada usia atau berat badan anak, seperti:

1. Kursi mobil yang menghadap ke belakang

Kursi ini cocok untuk bayi berusia hingga 15 bulan atau yang memiliki berat hingga 13 kg, beberapa ada yang dapat dipasang pada bingkai jok mobil untuk perjalanan jauh. Anak-anak dapat menekuk kaki mereka dengan mudah dan nyaman pada jenis kursi ini. Cedera pada kaki sangat jarang terjadi pada anak yang menggunakan kursi mobil menghadap belakang. Jika bayi merosot ke bawah atau ke samping, maka selimut atau kain dapat ditempatkan pada kedua sisi bayi Anda. Anda juga dapat meletakkan selimut atau popok di antara tali dan selangkangan bayi Jangan menempatkan bantalan di bawah atau di belakang tubuh anak Anda, kecuali itu asli buatan produsen.

2. Kursi yang menghadap ke depan

Kursi ini cocok untuk anak-anak dengan berat 9-18 kg atau yang berusia sekitar 9 bulan hingga 4,5 tahun. Kursi ini memiliki berbagai macam jenis, seperti:

  • Kursi convertible: Kursi ini dapat dipakai dua arah, yaitu menghadap ke depan dan ke belakang, sehingga ini juga termasuk ke dalam kursi 3-in-1.
  • Kursi kombinasi dengan harness: Kursi ini dapat digunakan untuk anak dengan berat dari 18-40 kg, tergantung jenis modelnya.
  • Built in seat: Jenis ini memiliki batas berat dan tinggi yang bervariasi. Namun, jangan gunakan kursi ini untuk anak di bawah 2 tahun.

3. Kursi booster

Kursi ini cocok untuk anak dengan berat 15-36 kg atau untuk usia 3-12 tahun. Kursi ini memiliki dua jenis, yaitu dengan sandaran dan tidak. Kursi ini tidak memanfaatkan tali, namun memanfaatkan kursi dan seat belt yang ada di dalam kendaraan Anda. Mereka dirancang untuk meninggikan anak agar pangkuan dan seat belt pas berada di bahu anak. Kebanyakan kursi booster tidak dijamin untuk kursi kendaraan dengan sabuk pengaman yang rendah.

Ketika menggunakan kursi booster, Anda harus selalu membaca manual yang ada di kursi sebelum memasangnya. Kursi booster sering memiliki panduan mengenai posisi pangkuan kursi dan posisi sabuk pengaman bahu yang benar. Perlu Anda perhatikan bahwa, kursi booster hanya berfungsi untuk mobil yang memiliki sabuk pengaman bahu, dan jika di bagian belakang mobil Anda hanya memiliki sabuk pengaman pinggang, maka pindahkan kursi booster ke depan, atau pasang sabuk pengaman bahu pada mobil Anda.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca