6 Kesalahan Orangtua Saat Menanamkan Kebiasaan Makan Pada Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kebiasaan makan anak perlu diterapkan sedini mungkin. Hal ini dilakukan agar kebutuhan gizinya terpenuhi dengan baik sehingga anak bisa tumbuh dengan sempurna. Namun, ada beberapa kesalahan yang banyak dilakukan orangtua saat menanamkan kebiasaan makan anak. Agar tak salah langkah, yuk, hindari berbagai kesalahan berikut ini.

Kesalahan orangtua saat terapkan kebiasaan makan anak

1. Tidak memberikan contoh yang baik

aturan makan anak

Anak-anak adalah peniru yang ulung. Semua hal yang orangtuanya lakukan akan ditirunya tanpa ia tahu apakah itu baik atau justru buruk. Sekarang coba evaluasi, apakah Anda termasuk orang yang pilih-pilih makanan? Jika hal itu tetap Anda lakukan bahkan saat sedang makan bersama anak, jangan heran jika buah hati Anda melakukan hal yang sama.

Oleh karena itu, hal pertama dan utama yang perlu Anda lakukan ialah memberi teladan berbagai kebiasaan positif saat makan. Saat Anda menikmati semua jenis makanan yang terhidang di meja, mulai dari sayur hingga ikan, anak juga akan mencontoh kebiasaan tersebut. Mulai sekarang, jangan hanya menyuruh, tetapi lakukan dan jadilah teladan yang baik buat anak.

2. Mudah menyerah saat mengenalkan anak pada makanan baru

Banyak orangtua memberikan makanan yang itu-itu saja hanya karena sang anak menolak saat diberikan makanan baru. Padahal penolakan itu wajar. Ketika Anda mencoba makanan baru, lidah anak belum terbiasa dengan rasa dan teksturnya. Namun, jangan jadikan penolakan ini sebagai alasan untuk menghentikan usaha Anda.

Leann Birch, Ph.D., seorang psikolog di Pennsylvania State University, menyatakan bahwa diperlukan 10 hingga 15 kali percobaan bagi anak sampai ia bisa menerima makanan baru. Oleh karena itu, jangan hanya karena sekali hingga dua kali penolakan lalu Anda menyerah begitu saja.

Justru, Anda perlu memutar otak bagaimana caranya agar anak mau memakannya misalnya dengan memotongnya dalam bentuk yang lucu atau mengolahnya dengan resep lain.

3. Memaksa anak untuk makan

anak susah makan saat sakit

Ellyn Satter, R.D., seorang ahli gizi dan terapis keluarga di Amerika Serikat, menyatakan bahwa memaksa anak untuk makan adalah hal yang sebaiknya dihindari. Meski Anda merasa kesal karena anak tak kunjung mau makan, jangan pernah memaksanya apalagi sampai menggunakan ancaman. Pasalnya, meski ujung-ujungnya anak mau makan, kegiatan ini bisa menjadi hal yang justru ditakutinya.

Sebaiknya, cari cara lain supaya anak mau makan makanan Anda. Tanyakan padanya kira-kira makanan apa yang sedang ia inginkan. Cara lainnya, Anda juga bisa mengajak anak berbelanja bahan makanan dan memasaknya bersama. Dengan dilibatkan dalam prosesnya, ia dengan senang hati akan menghabiskan makanan yang dibuatnya tanpa perlu dipaksa.

4. Memberi camilan terus-terusan

camilan sehat untuk anak

Memberikan anak camilan memang perlu. Anak-anak kerap merasa lapar di jeda waktu makannya saking serunya beraktivitas. Namun, Anda juga perlu membatasi porsi dan jenisnya. Jangan pernah memberikan anak camilan terutama yang manis-manis persis sebelum waktu makannya tiba. Hal ini justru biasa membuat si kecil merasa kenyang saat jam makan.

Daripada memberikannya camilan menjelang makan, lebih baik minta si kecil untuk membantu Anda menyiapkan peralatan makan. Ibu juga bisa melibatkan anak dalam kegiatan memasak misalnya saja mencuci sayur. Jika anak merasa sangat lapar dan rewel, berikan camilan sehat seperti buah. Tak perlu terlalu banyak, cukup berikan satu atau dua potong apel agar perutnya sedikit terganjal.

5. Memberikan porsi makan yang besar

anak tidak suka makan nasi

Karena orangtua khawatir anaknya tidak mendapatkan cukup asupan makanan, terkadang porsi makan yang diberikan terlalu banyak. Padahal banyaknya makanan tak menjamin kecukupan gizinya. Justru terlalu banyak makanan yang disajikan dalam satu piring bisa membuat anak merasa takut tidak bisa menghabiskannya. Tak hanya itu, hal ini juga tentu akan membuat Anda sebagai orangtua merasa sedih dan kecewa ketika si kecil tak menghabiskan makanannya.

6. Melarang anak makan makanan tertentu

anak mencuri permen

Melarang anak makan makanan tertentu ternyata keliru. Ketika Anda benar-benar melarang anak untuk makan permen atau junk food misalnya, anak justru akan mencuri-curi saat ada kesempatan. Saat kesempatan itu datang tanpa Anda ketahui, anak bisa makan tak terkendali. Hal ini justru akan membahayakan kesehatannya.

Oleh karena itu, daripada melarangnya lebih baik berikan anak sesekali saja. Memberikannya permen atau junk food sesekali tak akan merusak diet anak Anda. Hal yang terpenting yaitu memberikannya tak terlalu sering dan membatasi porsinya. Kalau anak minta dibelikan makanan tak sehat lagi, tolak dengan halus. Misalnya dengan berkata, “Kakak bulan lalu sudah jajan itu, kan? Boleh jajan itu lagi, tapi kapan-kapan.”

Mulai sekarang, yuk, usahakan untuk menghindari berbagai kesalahan tersebut saat menerapkan kebiasaan makan anak!

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca