Membesarkan Anak ADHD, Ini Fakta yang Perlu Orangtua Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 19/01/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menjadi orangtua pasti selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tidak terkecuali bagi mereka yang memiliki anak dengan ADHD atau attention-deficit hyperactivity disorder. Anak dengan ADHD biasanya kesulitan untuk berkonsentrasi pada tugas yang diberikan, memperhatikan sesuatu, duduk diam, dan mengendalikan perilaku impulsif. Meski sudah cukup banyak yang mengenal kondisi kesehatan ini, masih terdapat kesalahpahaman mengenai fakta anak ADHD.

Fakta anak ADHD yang perlu orangtua ketahui

Mengurus anak dengan ADHD dapat membuat Anda frustrasi jika tak memahami kondisi yang dialaminya. Padahal, pola pengasuhan anak ADHD yang benar dapat membantunya hidup secara mandiri.

Tak hanya itu, mengetahui dengan jelas masalah yang dihadapinya juga dapat membantu anak mengatasi tantangan di kesehariannya, menyalurkan energi anak ke arena positif, dan memberi ketenangan pada keluarga.

Semakin cepat dan konsisten mengatasi masalah-masalah pada anak, semakin besar kesempatan anak berhasil dalam hidup.

Berikut ini adalah beberapa fakta tentang anak ADHD yang perlu diketahui orangtua.

1. Gejala khas ADHD

anak ADHD

Fakta mengenai anak ADHD pertama yang perlu orangtua ketahui adalah gejalanya.

Anak dengan ADHD menunjukkan gejala, seperti kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Namun, pada umumnya anak-anak memang bersifat seperti ini.

Lantas, bagaimana membedakannya dengan ADHD? Biasanya, Anda boleh mulai curiga apabila sikap-sikap tersebut sudah sampai mengganggu aktivitas anak, baik di sekolah maupun di rumah.

Gejala ADHD dikelompokan menjadi dua, yaitu sifat kurangnya perhatian dan sifat hiperaktif dan impulsif.

Gejala dari sifat kurang perhatian anak ADHD, di antaranya:

  • Membuat kesalahan karena ceroboh
  • Mudah terganggu
  • Seperti tidak mendengar ketika diajak berbicara langsung
  • Sulit mengikuti instruksi
  • Kesulitan dalam hal menata
  • Menghindari atau tidak suka upaya yang berkelanjutan
  • Pelupa dan selalu kehilangan barang

Sementara itu, gejala dari sifat hiperaktif dan impulsif anak ADHD, antara lain:

  • Tidak mau diam, kesulitan saat diam di suatu tempat atau menunggu giliran
  • Terlalu banyak berlari dan memanjat
  • Sulit untuk bermain dengan tenang
  • Sangat tidak sabar
  • Tampak seperti dijalankan oleh mesin
  • Terlalu sering berbicara atau menyela dan melempar jawaban

Dari fakta di atas, mungkin tidak semua anak ADHD mengalami kedua kelompok gejala tersebut. Ada pula yang memperlihatkan gejalanya agak terlambat.

2. Terdapat tiga tipe ADHD yang berbeda

Fakta anak ADHD yang selanjutnya adalah ADHD tidak hanya satu jenis, tetapi terdapat beberapa tipe yang berbeda. Beberapa di antaranya:

  • Dominan inatensi (kurangnya perhatian)
  • Dominan hiperaktif/impulsif
  • Campuran

3. ADHD merupakan gangguan pada otak

Fakta selanjutnya, ADHD adalah gangguan yang terjadi pada otak anak.

Fakta ADHD ini didukung dengan penelitian mengenai yang menunjukkan bahwa otak pada orang ADHD secara struktur memiliki perbedaan dengan mereka yang tidak.

ADHD juga merupakan gangguan yang diturunkan keluarga. Anak dengan orangtua ADHD, akan memilki kemungkinan 40-60% untuk mengalami ADHD juga.

4. Gejala ADHD mempersulit hubungan di sekolah, keluarga, dan sosial

usia anak mulai sekolah

ADHD membuat penderitanya mengalami kesulitan untuk memperhatikan dan berorganisasi, mengatur emosi dan impulsif, serta kesulitan berkomunikasi.

Membesarkan anak dengan ADHD membuat Anda sebagai orangtua harus menguasai kombinasi dari “belas kasih” dan “konsistensi.”

Saat Anda mampu mengendalikan diri Anda juga ketika mendidik anak dengan ADHD, buah hati Anda pun dapat mengatasi kesulitan yang dialaminya dengan lebih baik.

5. Ada pengobatan untuk anak ADHD

Fakta lain yang perlu Anda ketahui, terdapat pengobatan untuk anak dengan ADHD. Jadi, jangan patah arang dulu ketika mendengar vonis.

Orangtua yang memiliki anak ADHD dapat memilih berbagai terapi yang didasari penelitian. Hal ini dapat meringankan gejala ADHD yang dialami anak Anda.

Beberapa pendekatan yang termasuk efektif, yaitu dengan mengombinasikan terapi-terapi yang ada, seperti:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Terapis seks hadir untuk Anda yang membutuhkan saran tentang persoalan hubungan intim yang mungkin sulit dikomunikasikan. Bagaimana memilih terapis seks?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Mengajari Anak ADHD agar Mau Minum Obat

Menyuruh anak yang memiliki kondisi ADHD untuk minum obat memang butuh perhatian khusus, berikut hal yang bisa dilakukan untuk membantunya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 25/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan asmara penderita adhd

Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit