Apa yang Terjadi Jika Anak Mengalami Stres Saat Masih Kecil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Orang dewasa cenderung menganggap anak-anak tidak akan mengalami stres. Meskipun tidak memiliki permasalahan serius ataupun tanggung jawab tertentu, anak-anak dapat mengalami rasa cemas yang menimbulkan stres dalam beberapa waktu. Stres tingkat rendah memang bisa merangsang anak untuk berpikir, mengenal, dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar, tetapi jika anak stres terlalu berat, dampaknya malah buruk dan bisa terbawa hingga dewasa.

Apa saja penyebab utama anak stres?

Stres dapat muncul dari tuntutan yang berasal dari lingkungan sekitar seperti orang tua, sekolah, pekerjaan, ataupun lingkungan sosial. Selain itu, rasa stres juga dapat muncul dari dalam diri sendiri ketika adanya perbedaan antara hal yang ingin dicapai dengan kemampuan diri sendiri.  Kedua hal yang memicu stres tersebut dapat dialami oleh siapa saja termasuk anak-anak.

Sumber stres yang dapat berdampak buruk pada anak-anak merupakan jenis stress yang dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan, cedera, ataupun sakit yang di luar kemampuan mereka untuk menghadapinya. Sumber stress yang umum terdapat pada usia anak-anak di antaranya:

  • Kecemasan berlebih terkait tugas sekolah dan peringkat akademis
  • Kesulitan untuk merasa rileks karena padatnya jadwal atau tanggung jawab
  • Sering berpindah rumah atau sekolah
  • Mengalami hidup terlantar
  • Mengalami bullying atau tekanan dari teman sebaya atau lingkungan sosial
  • Memiliki pikiran buruk akan dirinya sendiri
  • Sedang melewati masa pubertas dengan perubahan emosi dan fisik
  • Menghadapi perceraian atau pisah rumah kedua orang tua
  • Menghadapi lingkungan keluarga yang bermasalah
  • Hidup dalam keluarga yang mengalami kesulitan finansial
  • Tinggal di lingkungan rumah yang tidak aman

Selain contoh di atas, beberapa hal dapat secara tidak langsung juga dapat membuat anak cemas dan merasa tertekan, misalnya mendengar orang tua bertengkar, mengetahui masalah yang dihadapi orang tua, menghawatirkan penyakit keluarga dekat, atau terpapar informasi seperti kekerasan atau masalah sosial yang belum sesuai dengan usianya.

Beberapa sumber stres pada anak juga tidak dapat dihindari oleh pengasuh ataupun orang tua, namun mereka dapat membantu anak untuk memahami kondisi yang sedang terjadi. Selain itu, menciptakan lingkungan rumah yang aman, suasana keluaga yang menenangkan, dan menjadi role-model dalam menangani suatu masalah dengan tenang merupakan hal yang perlu dilakukan untuk mencegah stres kronis pada anak.

Apa ciri dan tanda anak stres?

Anak-anak merespon stres dengan cara berbeda dengan orang dewasa, dan banyak dari mereka yang tidak menyadari jika sedang stres. Mereka juga tidak selalu dapat megungkapkan apa yang dirasakan kepada orang terdekat, namun terdapat beberapa ciri yang bisa menandakan anak stres:

  • Cenderung hiperaktif – hal ini merupakan bentuk respon anak-anak dari hormon adrenalin dan kortisol. Banyak bergerak dan cenderung tidak bisa diam adalah cara mereka menyesuaikan diri dengan rasa tidak nyaman.
  • Mood swings – perubahan emosi bahagia dan menjadi marah dalam sekejap merupakan tanda jika mereka sedang stress.
  • Terlalu mudah frustrasi – anak-anak cenderung tidak dapat berpikir jernih jika mereka sedang stress. Hal kecil seperti kesulitan mengikat tali sepatu dapat membuat mereka marah, kemungkinan mereka sedang stres. Rasa frustrasi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan mereka kesulitan mengendalikan emosi dan rasa marah.
  • Menolak pergi ke sekolah – anak-anak cenderung menghindari hal atau kegiatan yang membuatnya cemas baik dalam lingkungan keluarga, sosial ataupun sekolah. Jika anak menolak untuk pergi ke sekolah kemungkinan besar terdapat hal yang membuatnya stres saat berada di sana.
  • Perubahan pola tidur – stres pada anak berpotensi menimbulkan mimpi buruk sehingga mereka kesulitan untuk memperoleh tidur malam yang cukup. Selain itu tidak bersemangat dan lebih banyak tidur juga merupakan pertanda jika anak mengalami stres.
  • Perubahan pola makan – sama seperti orang dewasa, anak-anak dapat makan lebih banyak atau sangat sedikit jika merasa tertekan.
  • Mengeluh sakit perut – stres mempengaruhi tubuh. Namun berbeda dengan orang dewasa yang mudah merasakan sakit kepala saat sedang tertekan, stres memicu rasa sakit perut pada anak-anak. Dalam waktu yang lama mereka juga dapat mengeluh rasa sakit pada bagian tubuh lainnya namun tidak diketahui gangguan apa yang menyebabkannya.
  • Muncul perilaku tidak biasa – anak-anak mungkin melakukan sesuatu yang baru dan dianggap menenangkan jika mereka sedang stres. Jika Anda menemukan anak sedang melakukan kebiasaan baru namun terlalu sering maka kemungkinan besar, mereka sedang mencoba menenangkan dirinya sendiri.

Dampak stress pada anak dalam jangka panjang

Selain berdampak terhadap kesehatan mental pada masa anak-anak, stres juga mempengaruhi perkembangan otak seseorang, sehingga efek yang ditimbulkan dapat muncul kembali pada saat mereka dewasa.

Suatu studi pada tahun 2015 menunjukkan terdapat perbedaan struktur otak orang dewasa yang mengalami stress pada usia anak-anak yang menyebabkan otak mereka memiliki susunan gray matter dan white matter yang tidak biasa. Bagian otak gray matter itu sendiri merupakan bagian otak yang terbuat dari neuron yang berfungsi memproses informasi sedangkan white matter memiliki fungsi koordinasi serta penghubung antar bagian otak.

Pada orang dewasa yang mengalami stres berat sebelum memasuki usia enam tahun, bagian gray matter otak tumbuh pada tempat yang tidak biasanya, namun cenderung lebih sedikit di tempat di mana gray matter dibutuhkan, seperti pada otak depan bagian atas.

Hal tersebut menunjukan stres pada masa anak-anak akan menghambat perkembangan otak yang ideal terutama pada otak bagian depan. Studi ini juga menunjukan bahwa efek stress masa anak-anak cenderung terbawa hingga usia remaja di mana mereka lebih mudah cemas dan ketakutan serta saat cenderung mudah depresi saat sudah menjadi orang dewasa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Anak dan remaja termasuk kelompok yang rentan stres saat masa pandemi COVID-19, karena itu orangtua perlu memahami penyebab dan cara mengatasi kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit