Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying atau perundungan pada remaja bisa terjadi di mana saja dan pada siapa saja, termasuk anak Anda. Maka dari itu, orangtua perlu mengetahui tanda-tanda bullying pada anak dan hal yang perlu dilakukan jika itu sampai terjadi. Yuk simak penjelasan lengkap mengenai penyebab, jenis, sampai cara mengatasi bullying pada remaja ini.

Apa itu bullying pada remaja?

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk remaja. Dikutip dari American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, kata bullying merujuk pada arti kata perundungan, intimidasi, atau penindasan.

Meski bisa terjadi pada semua rentang usia, bullying paling sering terjadi saat anak berada di fase remaja.

Perilaku ini biasanya dilakukan oleh individu atau kelompok yang lebih kuat pada yang lebih lemaj.

Perlu diketahui bahwa perundungan berbeda dengan pertengkaran biasa. Perundungan bukan hanya menyerang fisik tetapi juga kejiwaan atau mental seseorang.

Selain itu, kejadian ini umumnya terjadi secara berulang atau terus menerus.

Perlu diketahui pula bahwa tindakan ini juga mempunyai niat untuk memberikan rasa sakit hati dan tidak nyaman baik secara fisik mapun emosional.

Orang yang menjadi korban bully biasanya memiliki suatu hal yang dirasa tidak umum oleh pelaku bully.

Umumnya anak yang menjadi korban bully ialah yang kurang populer mempunyai fisik yang tidak sempurna, preferensi seksual yang berbeda, atau dari kondisi ekonomi bawah.

Namun, tidak menutup kemungkinan orang-orang yang populer di sekolah dan dari kalangan atas terkena bully karena misal ia cenderung arogan sehingga tidak disukai.

Jenis-jenis bullying pada remaja

Fenomena perundungan atau bullying adalah salah satu masalah yang hingga saat ini belum bisa diberantas secara menyeluruh.

Pasalnya, perundungan bisa terjadi dimana saja baik di sekolah, tempat les, bahkan di rumah.

Pada banyak kasus, korban perundungan tidak berani memberitahu siapapun tentang kondisi yang dialaminya karena diancam oleh pelaku.

Ada jenis-jenis bullying yang mungkin dialami anak dan orangtua perlu ketahui, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Bullying fisik

Biasanya perundungan fisik adalah salah satu dari jenis bullying pada remaja yang paling mudah dikenali. Sering kali, yang menjadi korban akan menerima berbagai perlakuan fisik yang kasar.

Menurut National Center Against Bullying, jenis perundungan fisik bisa berupa menghalangi jalan korban, menyandung, mendorong, memukul, menjambak, hingga merusak barang.

Perhatikan apabila pada tubuh anak sering muncul luka atau memar tanpa alasan yang jelas. Biasanya anak yang menjadi korban enggan untuk mengakui bahwa dirinya ditindas secara fisik.

Hal ini disebabkan karena takut dianggap tukang mengadu atau karena diancam oleh pelaku perundungan. Maka, anak mungkin akan menjawab bahwa luka tersebut didapat saat main basket atau jatuh dari tangga.

2. Bullying verbal

Salah satu dari jenis bullying pada remaja lainnya adalah perundungan verbal. Tindakan ini bisa dilakukan dengan kata-kata, pernyataan, julukan, dan tekanan psikologis yang menyakitkan atau merendahkan.

Dampak dari perundungan secara verbal mungkin tidak terlihat secara langsung. Maka dari itu, pelakunya tidak akan ragu untuk melontarkan ucapan yang tidak pantas secara terus-menerus.

Biasanya, hal ini dilakukan ketika tidak ada saksi atau orang lain yang lebih tua.

Perundungan jenis ini biasanya ditujukan pada anak yang fisik, penampilan, sifat, atau latar belakang sosialnya berbeda dari anak-anak yang lain.

Tak jarang satu dari jenis perundungan ini dialami oleh anak yang gemuk, minderan, atau prestasinya di sekolah kurang tampak.

3. Tindakan pengucilan

Jenis perundungan lainnya yang juga cukup sering terjadi yaitu pengucilan.

Anak Anda tidak disakiti secara fisik maupun verbal, tetapi justru dimusuhi dan diabaikan oleh lingkungan pergaulannya.

Anak akan kesulitan mencari teman, karena biasanya pelaku punya pengaruh yang cukup kuat untuk membujuk orang lain mengucilkan si korban.

Biasanya, anak yang mengalami jenis perundungan ini sering menyendiri, mengerjakan tugas kelompok seorang diri dan tidak pernah bermain bersama teman-teman di luar jam sekolah.

4. Bullying dunia maya

Faktanya, bullying tak hanya terjadi di dunia nyata saja. Sekarang ini, bullying di dunia maya atau cyber bullying umum terjadi.

Artinya, tidak dilakukan di lingkungan sekolah atau kehidupan sehari-hari secara langsung.

Namun, pelaku melakukannya di dunia maya (cyber bullying) melalui internet. Perundungan ini bisa dibilang salah satu jenis yang cukup baru.

Umumnya media yang digunakan untuk melalukan perundungan di dunia maya yaitu media sosial, aplikasi chatting, atau surat elektronik (e-mail).

Mengingat sifatnya yang bebas, anak Anda mungkin menerima perundungan dari orang yang tidak dikenalnya atau orang dengan nama pengguna (username) samaran.

Perundungan yang terjadi biasanya berupa hinaan atau sindiran. Bisa juga berupa gosip tentang anak Anda yang disebarkan melalui media sosial.

Ciri-ciri anak yang menjadi korban cyber bullying adalah sering menghabiskan waktu di dunia maya tetapi tampak sedih atau tertekan setelahnya.

5. Bullying seksual

Jika anak Anda sudah memasuki usia remaja awal, jenis perundungan ini lebih mungkin dialami. Pelaku perundungan akan mengomentari, menggoda, berusaha mengintip, bahkan menyentuh korban secara seksual.

Tak hanya itu, jenis perundungan seksual pada remaja adalah jenis perundungan dengan cakupan yang cukup luas.

Dimulai dari menyebarkan foto korban yang bersifat sensual dan pribadi, mengambil foto korban diam-diam dengan tujuan memuaskan gairah seksual pelaku, atau memaksa korban menonton atau melihat hal-hal yang berbau pornografi.

Dalam beberapa kasus, perundungan seksual termasuk dalam tindakan kriminal yaitu pelecehan atau kekerasan seksual, yang memungkinkan pelaku ditindak secara hukum.

Kebanyakan korban dari jenis perundungan seksual adalah anak perempuan, meskipun tak menutup kemungkinan anak laki-laki juga mengalami jenis perundungan ini.

6. Bullying antar saudara

Jenis bullying lainnya yang bisa terjadi pada remaja adalah perundungan dari saudara terdekat.

Hal ini bisa terjadi ketika ada salah satu pihak yang merasa bahwa ia diperlakukan kurang baik dibandingkan dengan adiknya.

Remaja yang pernah dirundung pada masa kecilnya dilaporkan cenderung lebih rentan mengalami masalah mental sewaktu dewasa. Inilah bahaya bullying di rumah yang perlu lebih diwaspadai setiap orangtua.

Tanda-tanda bullying pada remaja

Tidak ada cara mudah untuk benar-benar mengetahui apa benar anak menjadi korban bullying di sekolah.

Banyak tanda dan gejala yang ditunjukkan anak korban perundungan mirip dengan tipikal perilaku remaja pada umumnya.

Namun, apabila terlambat disadari, tak menutup kemungkinan anak remaja Anda mengalami depresi.

Berikut adalah beberapa tanda-tanda bullying pada remaja yang perlu diperhatikan orangtua:

  • Perubahan sikap seperti jadi tidak minat makan, pendiam, dan mudah tersinggung.
  • Anak tidak pernah membicarakan soal pertemanannya di sekolah atau marah ketika Anda menanyakannya.
  • Mengalami gangguan tidur seperti tidur larut malam atau bahkan tidak tidur sama sekali.
  • Menarik diri dari pergaulan serta muncul ketakutan terhadap lawan jenis.
  • Menjadi sangat protektif terhadap alat-alat elektronik yang dimilikinya seperti ponsel atau komputer.
  • Nilai mata pelajaran perlahan menurun.
  • Terjadi krisis percaya diri serta gaya berpakaian berubah.
  • Timbul luka memar di wajah, tangan, punggung, dan bagian tubuh lainnya secara tiba-tiba.

Intinya, waspadai perubahan sikap drastis yang terjadi pada anak Anda dan jangan sungkan untuk bertanya padanya.

Hal yang bisa dilakukan orangtua ketika anak menjadi korban bullying

Kebanyakan remaja yang mengalami perundungan tidak mengerti sepenuhnya apa yang terjadi.

Mungkin ketika merasa tertindas, mereka akan merasa ketakutan atau bahkan marah tanpa tahu harus melampiaskan pada siapa.

Itulah pentingnya menyadari sejak dini tanda-tanda bullying yang terjadi pada anak.

Hal ini dimaksudkan agar orangtua bisa mendampingi dan mencari solusi sebelum kondisinya bertambah parah.

Berikut langkah yang perlu diambil saat bullying terjadi pada anak remaja Anda:

1. Bantu anak untuk mencari solusi bersama

Bullying yang terjadi pada remaja biasanya membuat anak merasa tidak berdaya, putus asa, dan ketakutan. Penting bagi Anda untuk meyakinkan ia untuk mencari jalan keluarnya bersama-sama.

Jangan memaksa atau mengancam anak korban bullying untuk menceritakan detail jika ia keberatan atau merasa tersiksa menceritakannya.

Lebih baik mulai dari bagaimana hubungannya dengan teman-teman di sekolah, apakah ia merasa cocok dengan teman-teman, atau apakah ia memiliki keinginan untuk pindah sekolah.

2. Berikan dukungan dan semangat pada anak

Pastikan bahwa kondisi di rumah cukup tenang, mendukung, dan aman buat anak. Ketika anak bercerita soal pengalamannya yang tidak mengenakkan ini, dengarkan dengan tenang dan sabar.

Berikan keyakinan bahwa Anda akan selalu ada untuk mendukungnya dalam menghadapi masalah ini. Sampaikan juga padanya bahwa Anda tidak marah atau kecewa padanya.

Jangan lupa yakinkan bahwa ini bukan salahnya.

3. Kumpulkan bukti untuk pihak berwenang

Jika bullying yang dilakukan terbukti secara fisik dan seksual, jangan ragu untuk membicarakan masalah ini dengan pihak sekolah.

Jangan biarkan anak Anda terus-terusan mendapat perundungan hanya karena Anda merasa tidak enak untuk membicarakannya dengan pihak sekolah.

Pasalnya, perundungan dapat mengakibatkan berbagai masalah mulai dari gangguan makan , gangguan tidur, hingga depresi jika dibiarkan terlalu lama tanpa penyelesaian.

Ketika anak menghadapi kasus bullying, simpan semua bukti yang ada bahkan lakukan visum jika diperlukan. Kemudian, tunjukkan pada pihak sekolah.

Anda juga bisa meminta bantuan dari pihak sekolah beserta kepolisian untuk menindak kasus tersebut jika sudah menyangkut fisik dan seksual.

4. Bangun kembali kepercayaan diri anak

Sangat wajar jika anak sangat ketakutan, cemas, marah, dan sedih dalam waktu yang bersamaan.

Sebagai orangtua, peran Anda dibutuhkan untuk membuatnya tenang dan mengembalikan kepercayaan dirinya.

Ajari anak Anda untuk melawan hinaan atau ejekan dari pelaku dengan cara yang dewasa.

Sebagai contoh, dengan mengatakan, “Jangan mengejekku seperti itu,” atau, “Daripada menghina orang lain, lebih baik cari kegiatan lain saja sana,” sambil menatap mata pelaku.

Intinya, bullying bukan sekadar “permainan” anak di usia remaja. Bullying adalah hal serius yang bisa berakibat fatal pada kondisi mental korbannya.

Untuk itu, jangan ragu untuk bertanya pada anak jika sikapnya berubah cukup drastis.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Types Of Bullying | National Centre Against Bullying. Retrieved 27 March 2020, from https://www.ncab.org.au/bullying-advice/bullying-for-parents/types-of-bullying/

Types Of Bullying | National Centre Against Bullying. (2020). Retrieved 2 July 2020, from https://www.ncab.org.au/bullying-advice/bullying-for-parents/types-of-bullying/

Bullying | Symptoms & Causes | Boston Children’s Hospital. (2020). Retrieved 2 July 2020, from http://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/b/bullying/symptoms-and-causes

Bullying . (2020). Retrieved 2 July 2020, from https://www.aacap.org/AACAP/Families_and_Youth/Facts_for_Families/FFF-Guide/Bullying-080.aspx

Program for Health Problems Related to Bullying | Children’s National Health System. (2020). Retrieved 2 July 2020, from https://childrensnational.org/departments/bullying-related-health-risks

Facts About Bullying. (2019). Retrieved 2 July 2020, from https://www.stopbullying.gov/resources/facts

What Is Bullying. (2019). Retrieved 2 July 2020, from https://www.stopbullying.gov/bullying/what-is-bullying

Wolke, D., Tippett, N., & Dantchev, S. (2015). Bullying in the family: sibling bullying. The Lancet Psychiatry, 2(10), 917-929. doi: 10.1016/s2215-0366(15)00262-x

Cyberbullying (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 2 July 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/cyberbullying.html#

Helping Kids Deal With Bullies (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 2 July 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/bullies.html#kha_31

Cyberbullying: What Parents Should Know. (2020). Retrieved 2 July 2020, from https://www.pacer.org/publications/bullypdf/BP-23.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 04/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita