4 Cara Ampuh Mengatasi Kebiasaan Ngompol Pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ngompol adalah masalah yang umum dialami oleh balita hingga anak-anak. Namun seharunya, di saat anak memasuki usia sekolah, mengompol harus bisa dikurangi dan tidak dijadikan kebiasaan lagi. Mengompol ini sebetulnya bisa diatasi dengan beberapa cara. Orangtua hanya perlu kesabaran dan ketelatenan saja untuk membuat si kecil tidak lagi kencing selagi tidur. Bagaimana cara mengatasi ngompol yang efektif?

Mengapa ada anak-anak yang sudah besar masih mengompol?

Mengompol adalah suatu hal yang lumrah dan wajar terjadi pada anak-anak. Namun bisa dikatakan tidak normal jika mengompol masih dialami oleh anak remaja atau orang yang sudah dewasa.

Menurut Mayo Clinic, 15 persen anak-anak masih mengompol pada usia 5 tahun tapi kurang dari 5 persen anak-anak masih suka mengompol di usia 8 hingga 11. Mengompol lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Meskipun hal ini mengesalkan, Anda harus menyadari bahwa mereka melakukannya tanpa disengaja.

Penyebab anak mengompol bervariasi. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan anak-anak mengompol saat tidur, yakni:

  • Anak belum bisa menahan air kencing sepanjang malam.
  • Anak tidakbangun ketika kandung kemihnya penuh. Ini bisa disebabkan karena perkembangan kantung kemihnya terlambat.
  • Usia anak-anak umumnya menghasilkan urin yang lebih besar selama sore dan malam hari.
  • Anak punya kebiasaan menahan buang air di siang hari. Banyak anak terbiasa mengabaikan keinginan untuk buang air kecil dan menunda buang air kecil selama mungkin

Bagaimana cara mengatasi ngompol pada anak?

Usahakan buang air kecil sebelum tidur

Sebagai cara mengatasi ngompol yang pertama, Anda perlu melatih anak untuk buang air kecil sebelum tidur. Rasa ingin buang air kecil kadang muncul ketika Anda banyak minum sebelumnya. Usahakan buat jarak antara 20 sampai 30 menit sebelum jam tidur bagi anak untuk minum air. Setelah 30 menit berlalu setelah minum air, silakan Anda ajak anak untuk buang air kecil. Ini dilakukan agar kantung kemih anak akan kosong saat ia tidur.

Hindari minuman yang bisa merangsang buang air kecil

Banyak orangtua yang tidak menyadari, bila ada beberapa minuman yang anak konsumsi bisa memicu kencing sebelum tidur. Coba hindari memberikan minuman pada anak seperti cokelat hangat, susu coklat, dan teh sebelum tidur. Minuman tersebut adalah minuman berkafein, di mana kafein mengandung diuretik yang bisa memicu Anda untuk buang air kecil.

Segera atasi jika si kecil sembelit

Sembelit dan masalah ngompol ternyata ada kaitannya. Bila anak Anda sering buar air, siapa tahu anak Anda juga punya masalah pada buang air besarnya. Menurut Cleveland Clinic, sembelit bisa menyebabkan sering kencing pada anak.

Karena pada dasarnya posisi rektum(anus) berada di belakang kantung kemih. Ini bisa memengaruhi siklus dan volume kencing beberapa anak. Maka dari itu, ada baiknya Anda perhatikan juga siklus BAB anak, jika ditemukan indikasi sembelit ada baiknya Anda konsultasi ke dokter.

Buat jadwal rutin

Sebagai salah satu cara mengatasi ngompol, Anda bisa menerapkan jadwal rutin dan teratur pada anak seperti berikut ini:

  • Minum lebih banyak di pagi dan sore hari dan kurangi di malam hari
  • Pergi ke kamar mandi secara teratur di siang hari
  • Pergi ke kamar mandi sebelum tidur

Lihat perkembangan ini dengan mencatat atau menulisnya di jurnal harian Anda. Jika belum berhasil,  ada baiknya Anda konsultasikan masalah anak ini ke dokter untuk diberi perawatan lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Siapa yang tak ingin punya anak sukses? Berikut berbagai tips dalam mendidik anak agar bisa menggapai sukses di masa depan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 11/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit