Bisakah Memperbaiki Kepala Peyang Pada Bayi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dalam bahasa medis, kepala peyang disebut plagiocephaly. Kepala peyang pada bayi bisa disebabkan oleh waktu berbaring telentang yang terlalu lama. Tekanan ini kemudian menyebabkan bentuk kepala yang seharusnya bulat menjadi rata di bagian belakang, dan fitur muka jadi tidak simetris. Pasalnya, bayi dilahirkan dengan tulang tengkorak yang masih lunak sehingga dapat berubah-ubah. Dalam beberapa kasus, kepala peyang disebabkan karena adanya tekanan besar di jalur lahir saat kelahiran. Kepala peyang juga lebih rentan dialami oleh bayi prematur karena tulang tengkorak mereka yang jauh lebih lunak daripada bayi yang lahir tepat waktu. Tapi tenang, kepala bayi peyang bisa diatasi dengan berbagai cara mudah.

Bagimana cara mengatasi kepala peyang pada bayi?

Kepala bayi peyang umumnya tidak berbahaya. Meski begitu, sebaiknya kondisi ini jangan disepelekan. Penanganan yang cepat akan membuat bentuk kepala bayi normal kembali. Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan memperbaiki kepala bayi peyang.

1. Ubah posisi tidur

Posisi tidur tengkurap dilaporkan meningkatkan risiko sindrom bayi meninggal mendadak. Namun, Anda bisa memposisikan bayi dalam keadaan tengkurap saat ia sedang terjaga. Posisi ini sangat diperlukan untuk mengembangkan kemampuan motoriknya. Posisi tengkurap juga membantu mencegah kepala peyang pada bayi dengan memperkuat otot leher bayi. Otot leher yang semakin kuat memungkinkan bayi menggerakkan kepala saat tidur sehingga tidak selalu ada pada posisi yang sama. Selain posisi tengkurap, Anda juga bisa secara bergantian mengganti posisi bayi ke sisi kanan dan sisi kiri saat Anda menidurkannya.

2. Ubah posisi menyusui

Saat menyusui, Anda bisa menukar posisi bayi dari satu sisi ke sisi lainnya. Menyesuaikan posisi kepala bayi saat disusui membantu menghindari tekanan pada area kepala yang peyang.

3. Ubah posisi tempat tidur

Bayi tertarik melihat benda-benda yang bercahaya, seperti ke langit-langit rumah ataupun jendela dan pintu. Nah, mengubah posisi tidur bayi atau letak tempat tidurnya akan mendorong bayi untuk menengokkan kepala ke arah yang berbeda. Hal ini akan membuat kepalanya tidak mengalami penekanan terus menerus di salah satu sisi kepala saja. Anda juga bisa mengganti tata letak mainan si kecil agar ia menengokkan kepalanya ke arah yang berbeda.

4. Variasi cara menggendong

Anda bisa memvariasikan cara mengendong bayi mulai dari posisi bayi tegak, didekap, ataupun dengan posisi miring. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penekanan pada kepala bagian belakangnya.

5. Terapi fisik

Jika beberapa cara sederhana yang sudah disebutkan di atas tidak bisa mengurangi ataupun mengatasi kepala bayi peyang, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa terapi fisik yang dilakukan secara rutin untuk membantu meningkatkan refleks gerak leher bayi. Terapi ini harus dilakukan dengan hati-hati dan secara konsisten.

Jika terapi fisik ini tidak membuahkan hasil, langkah selanjutnya dokter akan menyarankan untuk melakukan carniar orthotic therapy, yaitu terapi menggunakan helm dan ikat kepala khusus untuk mengembalikan bentuk kepala bayi. Terapi ini bisa dilakukan saat bayi berusia enam bulan, saat tengkorak bayi masih lunak dan helm tersebut akan dipakai bayi selama 23 jam per hari. Pengobatan ini umumnya berlangsung dua sampai enam bulan, tergantung dari seberapa awal Anda mulai dan seberapa parah masalahnya.

Helm khusus ini dapat membantu memperbaiki bentuk tulang tengkorak bayi seiring pertumbuhannya, dengan memberi tekanan pada salah satu sisi kepala dan mengurangi tekanan di sisi yang lain, sehingga memungkinkan pertumbuhan yang merata di seluruh bagian tulang tengkorak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Posisi Tidur Terbaik untuk Sakit Punggung (Plus yang Harus Dihindari)

Posisi tidur yang salah saat sakit punggung bisa memperparah kondisi. Untuk itu, tidurlah dengan posisi yang benar dan hindari posisi yang tak dianjurkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nyeri Kronis, Health Centers 20/02/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Bahaya Tidur Tengkurap Bagi Kesehatan

Segelintir orang mengaku sering tidur tengkurap karena tidur jadi lebih nyenyak. Namun, tidur tengkurap ternyata berisiko bagi kesehatan, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 28/10/2018 . Waktu baca 4 menit

Tips dan Trik Jitu Menghadapi Si Kecil yang Suka Menggigit Temannya

Balita suka menggigit obyek terdekatnya. Entah itu tangan orangtua atau pengasuhnya, mainan, atau justru temannya. Wajarkah jika anak suka menggigit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 19/09/2018 . Waktu baca 4 menit

Crouzon Syndrome (Sindrom Crouzon)

Crouzon syndrome (sindrom Crouzon) adalah cacat lahir langka yang memengaruhi bentuk kepala bayi. Simak informasi selengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 08/09/2018 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 8 menit
tips menyeimbangkan pekerjaan dan bayi

9 Tips Menyeimbangkan Pekerjaan dan Merawat Bayi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 5 menit
mikrosefalus mikrosefali

Mikrosefalus

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2019 . Waktu baca 12 menit