Tortikolis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tortikolis?

Tortikolis adalah pasien dengan kontraksi otot halus. Kontraksi ini memicu kelainan gerakan pada leher dan kepala sehingga membuat condong ke satu sisi. Tortikolis dystonia dengan bentuk yang paling umum terbukti kejang tortikolis.

Penyakit penyakit ini dapat berupa idiopati (penyebab tidak diketahui) atau terjadi karena kepala terluka. Tortikolis tidak membahayakan hidup. Namun, komplikasi dapat terjadi seperti rasa sakit yang kronis dan pembungkukan tulang punggung serviks.

Seberapa umumkah tortikolis?

Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada bayi baru lahir. Tortikolis sering terjadi pada masa paruh baya dan lebih sering pada wanita daripada pria.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala tortikolis?

Gejala awal berupa sensasi seperti kejang dan Anda kehilangan kendali dari gerakan otot yang menyebabkan leher, kepala, dan postur leher mengalami kelainan di setiap gerakan selama peregangan.

Gerakan ini dapat mendorong kepala dan leher ke banyak arah. Anterokolis merupakan postur leher yang bungkuk sebelum ditekuk. Retrokolis merupakan kepala yang miring saat postur leher meregang. Laterokolis merupakan kepala yang miring ke salah satu bahu.

Hal ini menyebabkan kejang otot yang menyakitkan dan membuat Anda merasakan otot leher Anda mengencang. Masalah kesulitan menelan juga dapat terjadi bersamaan dengan rasa sakit pada lengan Anda. Beberapa posisi membuat saraf dari tulang leher seperti terikat. Anda juga dapat merasakan sakit kepala karena kejangnya otot leher.

Walaupun penyakit ini tidak membahayakan nyawa, tetapi dapat membuat orang-orang depresi karena pandangan sosial dari bentuk dan postur leher yang kaku.

Terdapat kemungkinan beberapa tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda merasa gelisah terhadap suatu gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Penyakit ini dapat menyebabkan rasa sakit kronis dan pembungkukan tulang punggung servikal. Segera hubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu tanda atau gejala tortikolis, seperti rasa sakit dan rasa tertekan di leher, atau postur leher yang miring, tertekuk.

Penyebab

Apa penyebab tortikolis?

Penyebab utamanya masih belum diketahui, tetapi beberapa orang percaya bahwa tortikolis disebabkan oleh gagalnya pembuatan saraf pengirim di otak. Volume dari unsur abu-abu pada hemisper serebral terpengaruh. Bagian dari unsur ini adalah untuk menjalankan proses sinyal yang diproduksi oleh otot.

Beberapa orang memperdebatkan bahwa tortikolis merupakan keturunan. Bukti luka tortikolis juga bermula secara mendadak beberapa hari setelah kepala dan leher Anda terluka. Terkadang gejala muncul beberapa bulan setelah kecelakaan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk tortikolis?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko terkena tortikolis, berupa:

  • Anda memiliki sejarah keluarga yang menderita tortikolis
  • Mengonsumsi obat-obatan yang mempengaruhi tubuh
  • Pernah terdapat luka, khususnya pada leher

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk tortikolis?

Banyak pilihan terapi yang dapat digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan kejang otot dan rasa sakit Anda. Terapi fisik, penahan leher, mengendalikan stres, dan biofeedbak dapat membantu. Obat-obat dapat membantu meringankan kejang otot dan mengatur saraf pengirim.

pengobatan terbaik adalah menyuntikkan sedikit toxin botulinum ke otot yang terserang. Toxin mencegah kejang otot dengan menghambat susunan saraf pengirim acetyholine.

Efek dari obat-obatan dapat berlangsung selama beberapa bulan, kemudian obat tambahan biasanya diresepkan. Anda dapat melakukan pembedahan jika pengobatan lain tidak efektif.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk tortikolis?

Dokter akan mendiagnosis hasil dari catatan medis dan pemeriksaan fisik Anda. X-ray dan studi pergerakan tubuh juga dapat dilakukan. Sebagai tambahan, dokter Anda dapat menyarankan Anda untuk pergi ke neurologis dan spesialis ortopedik.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tortikolis?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi trotikolis:

  • Konsumsi obat-obatan sesuai arahan. Jangan berhenti mengonsumsi bahkan jika Anda telah merasa lebih baik tanpa berkonsultasi dengan dokter
  • Hubungi dokter Anda jika leher Anda terasa sakit atau kejang
  • Hubungi dokter Anda jika Anda menderita depresi

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Borderline Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Ambang)

Borderline personality disorder (BPD) adalah penyakit mental serius yang bisa menyerang siapa saja. Cari tahu selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 14 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

Perhatikan jika Anda melihat kondisi gejolak emosi ekstrem. Hal tersebut bisa jadi ciri bipolar disorder. Yuk, kenali ciri-ciri khasnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ciri Depresi Pada Remaja dan Hal yang Perlu Orangtua Lakukan

Depresi bisa terjadi pada siapapun, termasuk remaja. Apa saja yang sering jadi penyebab depresi pada remaja, dan bagaimana cara mengenalinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

Kenali Gejala Depresi Berdasarkan Usia dan Tingkat Keparahannya

Satu dari lima orang di dunia berisiko mengalami depresi. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengenali gejala khas depresi sekarang juga.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 5 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

terapi cahaya cara mengatasi depresi menghilangkan depresi

Memanfaatkan Cahaya, Terapi yang Dapat Membantu Mengatasi Depresi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
gangguan bipolar adalah

Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
merasa kesepian

Apakah Ada Perbedaan Kesepian yang Wajar dengan Kesepian Akibat Depresi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit