Cara Melatih Anak untuk Membuat Keputusan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Orangtua seharusnya bisa berperan dalam melatih anak mengambil keputusan. Mengambil keputusan bagi anak sudah bisa diajarkan sejak dini. Hal ini berguna untuk melatih kedewasaan dan nalar seseorang. Anda bisa melatihnya dengan cara-cara yang mudah terlebih dahulu. Baiknya, Anda simak dahulu tips cara melatih anak mengambil keputusan di bawah ini.

Tips melatih anak mengambil keputusan

1. Jelaskan pro kontra terlebih dahulu

Peter L. Stavinoha, Ph.D., seorang psikolog anak di Children’s Medical Center Dallas menyarakan, cara utama untuk melatih anak mengambil keputusan adalah dengan menjelaskan pro dan kontra di tiap pilihan. Anda juga bisa menyarankan hal yang anak suka dalam mengambil keputusan.

Misalnya, jika Anda mencoba mencari tahu apa yang akan anak lakukan ketika kakeknya berulang tahun, Anda mungkin bisa membicarakan mengenai kado untuk hobi atau hal kesukaan kakeknya. Jangan lupa juga jelaskan mengapa anak harus turut Andil dalam mengambil keputusan. Biarkan anak berusaha mengambil keputusan sampai ada kesimpulan, dan selanjutnya Anda akan memberi jalan lain untuk cara mengambil keputusan selanjutnya.

2. Batasi pilihan

Dr. Tamara Chansky yang juga seorang psikolog anak menyatakan adanya penelitian yang menunjukkan bahwa jika Anda punya terlalu banyak pilihan, Anda akan menjadi terbebani karena tidak ingin menolak terlalu banyak hal. Maka dari itu, Anda bisa memberikan pilihan terbatas pada anak untuk menghindari bimbang dan ada batas waktu dalam waktu memilih.

3. Buat kategori di tiap keputusan

Ketika Anda berupaya melatih anak mengambil keputusan, banyak anak-anak berpikir kalau mengambil keputusan adalah sebuah hal besar. Salah satu tips untuk membantunya adalah dengan cara mempelajari tingkat keputusan yang akan anak ambil, sembari mengurangi kekhawatirannya.

Anda bisa menjelaskan misalnya seperti memilih camilan jajan adalah keputusan ukuran kecil, memilih buku yang akan dibeli adalah keputusan ukuran menengah atau sedang, dan untuk pilihan berlibur bisa Anda kategorikan sebagai pilihan yang berat. Dan ketika suatu saat anak Anda bingung untuk mengambil keputusan, Anda bisa mengingatkan kategori keputusan yang dia ambil sehingga lebih mudah untuk dilakukan.  

4. Latih dengan masalah kehidupan sehari-hari

Anda bisa melatih anak mengambil keputusan sembari mengaitkan ke dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan menanyakan bagaimana dia akan menangani jika kedua temannya berulangtahun pada hari yang sama, atau apa yang akan dia beli dengan uang jajan berjumlah besar. Jika Anda mengaitkan dengan masalah kehidupan sehari-hari, hal tersebut dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mengambil keputusan dan dimulai dari kasus yang sederhana.

5. Biarkan anak mengambil risiko

Setiap keputusan yang diambil tidak tentu semuanya akan berjalan benar sesuai harapan. Anda bisa membiarkan anak mengambil keputusan dan membiarkannya untuk menerima risiko. Biarkan risiko yang didapat menjadi tanggung jawab keputusan yang ia ambil. Dengan begitu secara tidak langsung anak Anda akan belajar menerima konsekuensi dari keputusan yang dia ambil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit