5 Manfaat Membedong Bayi, dan Bagaimana Cara Bedong yang Aman

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/08/2017
Bagikan sekarang

Pasti Anda sudah sering lihat bayi yang baru lahir suka dibedong oleh orangtuanya. Selama beberapa bulan sejak kelahirannya, bayi akan sering dibedong, terutama saat bayi tidur. Ini mungkin sudah menjadi kebiasaan. Tapi, ada yang bilang juga membedong bayi tidak perlu dilakukan. Sebenarnya, apakah perlu membedong bayi? Apakah ada manfaat membedong bayi?

Manfaat membedong bayi

Kebiasaan membedong bayi yang sudah dilakukan turun-temurun ini, ternyata bermanfaat bagi bayi yang baru lahir. Beberapa manfaat membedong bayi adalah:

1. Membuat tidur bayi lebih nyenyak

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), membedong bayi bermanfaat untuk membuat bayi tidur lebih nyenyak dan nyaman, serta dapat menenangkan bayi, jika membedong bayi dilakukan dengan benar.

2. Mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS)

Menurut AAP juga, membedong bayi dapat mengurangi risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) pada bayi baru lahir, tapi dengan catatan bahwa bayi harus ditempatkan pada posisi telentang menghadap ke atas. Membedong bayi membuat bayi lebih sulit bergerak ke mana-mana saat tidur, sehingga hal ini dapat melindunginya dari hal-hal berbahaya yang dapat menyebabkan SIDS saat tidur.

3. Membantu bayi tidur lebih lama

Bayi biasanya mudah terbangun karena suatu hal kecil yang mengganggu dan mengagetkannya. Dengan membedong bayi, hal ini dapat dicegah dan membuat tidur bayi lebih baik dan lama. Kebutuhan waktu tidur bayi pun terpenuhi, yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

4. Membantu menenangkan bayi

Membedong bayi dapat membuat bayi merasa lebih hangat. Hal ini dapat mengingatkan mereka pada lingkungan saat mereka masih berada di dalam rahim. Bayi yang dibedong biasanya juga lebih jarang nangis. Jika bayi malah menangis atau menggeliat saat dibedong, artinya bayi ingin lengan dan kakinya bisa bergerak bebas. Sebaiknya, longgarkan sedikit bedongan bayi Anda.

5. Meningkatkan perkembangan neuromuskular

Membedong bayi dapat membatasi pergerakan tangan dan kaki bayi. Hal ini dapat membantu bayi mengembangkan keterampilan motoriknya  lebih baik untuk kedepannya. Manfaat membedong bayi ini terutama sangat membantu bagi bayi prematur.

Yang harus diperhatikan saat membedong bayi

  • Saat tidur, sebaiknya awasi bayi yang dibedong jangan sampai terguling dan tidur dalam posisi telungkup. Tidur dalam posisi telungkup dapat membuat jalan napas bayi terhalangi, sehingga dapat memperbesar risiko bayi mengalami SIDS. Selain itu, usahakan agar tidak ada benda-benda apapun di sekitar bayi saat ia tidur, seperti selimut atau bantal. Benda-benda tersebut dapat menutupi hidung bayi, sehingga ia bisa mengalami kesulitan saat bernapas.
  • Jangan terlalu ketat dalam membedong bayi. Usahakan agak sedikit longgar agar bayi bisa sedikit bergerak dan napasnya tidak sesak. Membedong terlalu ketat juga dapat membuat bayi kepanasan. Jika bayi kepanasan, bayi mengeluarkan keringat, rambutnya basah, pipinya memerah, dan napasnya menjadi lebih cepat, sebaiknya lepas bedongan bayi.

Kapan harus berhenti membedong bayi?

Bayi yang baru lahir biasanya langsung dibedong. Namun, dua bulan setelah bayi lahir, tampaknya bayi sudah tidak perlu lagi dibedong.

Bayi dibedong untuk memberi kehangatan pada bayi, menenangkan bayi, membuat bayi tidur lebih baik, dan membantu mengurangi risiko SIDS saat bayi tidur. Tapi, saat bayi sudah berusia lebih dari 2 bulan tampaknya manfaat membedong bayi ini sudah tidak bisa didapatkan lagi oleh bayi. Terlebih lagi, bayi usia dua bulan sudah mulai belajar untuk berguling. Bayi yang berguling ketika dibedong saat tidur dan membuatnya tidur dalam posisi telungkup justru dapat meningkatkan risiko SIDS.

Mulai usia dua bulan saat bayi sudah mulai belajar berguling atau ketika bayi sudah tidak nyaman dibedong, sebaiknya bayi tidak perlu dibedong lagi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Ditetapkannya COVID-19 sebagai pandemi global oleh WHO meningkatkan kewaspadaan masyarakat, termasuk orangtua. Bagaimana menjelaskan COVID-19 ke anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 16/03/2020

Tips Mengajarkan Anak agar Bisa Memakai Baju Sendiri

Mengajarkan anak memakai baju sendiri memang susah-susah gampang. Kuncinya adalah tetap sabar dan ikuti tips berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Anak Terlalu Sensitif dalam Mengelola Emosi? Hadapi dengan 4 Trik Ini

Anak yang terlalu sensitif dalam mengelola emosi akan mangalami kesulitan saat dewasa. Untuk menghadapinya, orangtua bisa lakukan hal ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Waspada Tidur Larut Malam saat Liburan, Ini Risikonya

Risiko tidur larut malam saat liburan perlu Anda perhatikan, mengingat jadwal padat yang sudah Anda rancang dari jauh-jauh hari.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Direkomendasikan untuk Anda

Waktu istirahat untuk anak

Tak Melulu Bermain, Waktu Istirahat Juga Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
perkembangan psikologi anak

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020
mencegah anak shopaholic

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020