backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

12 Penyakit Kulit pada Anak yang Paling Sering Muncul

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 28/12/2023

    12 Penyakit Kulit pada Anak yang Paling Sering Muncul

    Anak-anak, terutama bayi yang baru lahir, sangat rentan mengalami masalah kulit karena kulitnya masih sangat sensitif. Lantas, apa saja penyakit kulit pada anak yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya? Sebagai orangtua, hal ini sangat penting untuk dipahami agar kondisi kulit si Kecil tidak semakin memburuk.  Simak ulasannya berikut ini.

    Jenis penyakit kulit pada anak yang sering terjadi

    Sebenarnya, penyakit kulit pada bayi dan anak-anak umumnya tidak membahayakan dan mudah ditangani di rumah.

    Berikut adalah berbagai masalah kulit pada anak yang paling umum terjadi.

    1. Ruam popok

    ruam popok pada bayi

    Ruam popok adalah salah satu penyakit kulit pada anak bayi yang paling umum. Kondisi ini ditandai dengan iritasi kulit berwarna merah mengilap dan terasa gatal di area bokong yang tertutup popok.

    Penyebab ruam popok adalah kondisi popok yang basah dan intensitas pergantian popok yang sangat jarang. Ini membuat gesekan antar kulit dan bahan kain popok bisa menyebabkan ruam.

    Ruam popok bukan kondisi serius, tapi jangan dibiarkan karena bisa berkembang menjadi infeksi jamur atau infeksi bakteri.

    2. Jerawat

    Jerawat pada anak biasanya muncul di pipi, hidung, atau dahi dalam waktu 1 bulan sejak anak lahir.

    Benjolan jerawat bisa hilang dengan sendirinya, biasanya 3 sampai 4 bulan setelah kemunculannya.

    Jadi, Anda tidak perlu khawatir karena jerawat hanya muncul sementara. Ini salah satu penyakit kulit pada anak bayi yang sangat umum dan tidak membahayakan.

    3. Eksim

    Eksim atau dermatitis atopik termasuk penyakit kulit pada anak dan bayi yang paling sering terjadi.

    Kondisi ini menyebabkan kulit si Kecil menjadi kering, merah, dan terasa gatal. Biasanya eksim muncul di wajah, siku, dada, atau lengan.

    Penyakit kulit pada anak ini umum terjadi karena reaksi alergi terhadap sabun, losion, atau bahkan detergen untuk mencuci pakaian si Kecil.

    4. Kulit kering

    kulit kering pada bayi

    Kulit anak kering hingga bersisik adalah penyakit atau masalah yang cukup umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Sebagian anak bahkan mengalami kulit kering yang sampai mengelupas.

    Ada banyak hal yang bisa menyebabkan kulit si Kecil kering. Sebagai contoh, suhu lingkungan yang panas kering atau justru terlalu dingin sehingga menyebabkan kulitnya kehilangan cairan.

    Hal yang paling sering menjadi penyebab dari kulit kering adalah mandi atau main air terlalu lama. Sabun mandi yang digunakan juga bisa jadi penyebab kulit si Kecil kering.

    5. Hemangioma

    Dikutip dari Mayo Clinic, hemangioma adalah tanda lahir berwarna merah cerah yang muncul saat lahir. Namun, tanda ini juga bisa timbul pada minggu pertama atau kedua kehidupan anak.

    Penyakit kulit pada anak ini terlihat seperti benjolan yang terbentuk dari pembuluh darah berlebih di kulit.

    Bentuk ruam ini biasanya lingkaran atau oval dan ukurannya mencapai sekitar 10 cm.

    6. Cradle cap

    Dikutip dari NHS, cradle cap adalah masalah kulit pada anak yang ditandai dengan ruam merah di kulit kepala, yang lama-lama berubah menjadi kerak kering berwarna kuning bersisik serta berminyak.

    Kondisi ini juga disebut dengan dermatitis seboroik, dan umum terjadi pada tiga bulan pertama usia bayi. Cradle cap atau dermatitis seboroik juga bisa terjadi di wajah, telinga, dan leher.

    Kondisi ini tergolong aman, tidak membuat gatal, dan tidak menular. Akan tetapi, adanya kerak di kepala bayi kadang membuat rambut sulit tumbuh.

    7. Biduran

    penyebab biduran setelah melahirka

    Biduran adalah penyebab kulit gatal yang ditandai dengan kemunculan bentol merah melebar, menonjol, dan menyebar pada kulit.

    Dalam bahasa medis biduran disebut dengan urtikaria. Penyakit kulit pada anak ini dapat menyerang bagian wajah, badan, lengan, atau kaki.

    Biduran pada anak biasa terjadi sebagai reaksi alergi makanan, umumnya adalah telur dan susu. Bisa juga karena keringat yang bergesekan dengan kulit.

    Biduran tidak membahayakan, tetapi membuat anak merasa tidak nyaman saat tidur atau sepanjang hari.

    8. Milia

    Sekitar setengah dari semua bayi yang baru lahir mengalami bintik-bintik putih kecil di wajah yang disebut milia.

    Meski termasuk dalam masalah atau penyakit kulit, milia pada bayi dan anak tidak perlu diobati karena akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan.

    Mengutip dari Medlineplus, milia timbul ketika sel kulit mati terjebak di dalam kantong kecil di permukaan kulit dan mulut.

    Jika masalah kulit ini tidak kunjung hilang dan menetap dalam waktu lama sehingga membuat Anda khawatir, segera kunjungi dokter.

    9. Impetigo

    Impetigo termasuk infeksi penyakit kulit yang umum pada anak. Biasanya, infeksi bisa menyebar di bagian tubuh atau wajah, seperti hidung, pipi, dan bawah mata.

    Impetigo timbul dengan dua bentuk berikut ini.

    • Bulosa yang berupa lepuh berisi cairan yang meninggalkan kerak tipis.
    • Nonbullos yang berupa borok kuning berkulit tebal dikelilingi kulit kemerahan.

    Impetigo disebabkan oleh salah satu dari dua jenis bakteri, masuk ke tubuh anak melalui luka pada kulit.

    10. Kurap (kadas)

    kurap

    Kurap (tinea) disebabkan oleh jamur yang hidup di jaringan kulit, rambut dan kuku yang mati. Gejala kurap timbul sebagai plak bersisik atau bintil-bintil merah.

    Plak ini lalu berubah menjadi lesi merah yang berbentuk melingkar dan terasa gatal, dan kemudian menyebar hingga melepuh atau mengelupas.

    Kondisi ini menular melalui kontak kulit-ke-kulit pada manusia atau hewan. Balita juga dapat terpapar barang-barang pribadi seperti bak mandi atau perlengkapan olahraga.

    11. Penyakit kelima

    Penyakit kelima bersifat menular dan biasanya ringan dalam 2 minggu. Sering kali, penyakit ini menyerang anak-anak antara usia 5 sampai 14 tahun.

    Awalnya, penyakit kelima menimbulkan gejala menyerupai flu. Lalu, wajah menjadi merah terang dan kemudian tubuh dipenuhi dengan ruam adalah gejala yang terlihat pada anak-anak.

    Infeksi pernapasan (batuk dan bersin) dan kebanyakan faktor penularan terlihat pada minggu sebelum kemunculan penyakit ini.

    12. Biang keringat

    Ini adalah salah satu kondisi kesehatan yang paling sering dialami oleh anak-anak.

    Biang keringat (miliaria) adalah kondisi ketika keringat, sel kulit mati, atau bakteri terjebak di bawah kulit. Kondisi ini bisa juga terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel kulit mati.

    Biasanya, biang keringat muncul ketika si Kecil berada di daerah yang cuacanya panas dan sering berkeringat (beriklim tropis).

    Kapan harus ke dokter?

    Konsultasikan kepada dokter atau ahli kesehatan anak sebelum melakukan tindakan apa pun, terutama jika gejala penyakit kulit pada anak terus berlanjut atau memburuk. Segera kunjungi dokter untuk mendapatkan saran cara merawat kulit anak yang tepat.

    Cara mengatasi penyakit kulit pada anak

    sunscreen anak terbaik

    Berikut adalah beberapa tips umum yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi penyakit kulit pada anak.

    1. Oleskan krim pelembap

    Bersihkan badan dan wajah si Kecil dengan air dan berikan pelembap khusus untuk mengatasi jerawat. Hindari obat jerawat yang digunakan untuk anak-anak atau orang dewasa.

    Anda juga bisa gunakan krim pelembap yang mengandung zinc oxide dan lanolin untuk meredakan ruam kulit serta mencegah iritasi semakin parah.

    Krim pelembap ini juga dapat membantu melembapkan dan melembutkan kulit anak.

    2. Pastikan kulit tetap kering

    Pastikan Anda menjaga area bokong si Kecil tetap kering untuk mencegah ruam popok muncul kembali.

    Biarkan si Kecil sejenak tanpa menggunakan popok setelah bangun tidur.

    3. Jangan menggunakan popok terlalu ketat

    Selain itu, pastikan juga popok anak tidak terlalu ketat, tapi pas dengan ukuran bokongnya agar terhindar dari penyakit kulit.

    Ketika sudah ada garis merah di kulit bayi, itu tandanya popok anak sudah terlalu ketat dan harus segera diganti dengan yang lebih besar.

    4. Kompres air hangat 

    Jika membuat tidak nyaman, Anda bisa menggunakan kompres air hangat di area yang timbul milia.

    Bila dilakukan secara rutin, kemungkinan besar bintik putih ini akan mengering dan mengelupas dengan sendirinya.

    5. Mandikan anak dengan benar

    Mandikan anak dengan air hangat dan sabun ringan. Namun, hindari memandikan bayi terlalu lama atau terlalu sering, terutama jika kulitnya cenderung kering.

    Mandi terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami kulit. Hindari juga penggunaan sabun atau produk pembersih yang mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi.

    6. Hindari paparan sinar matahari berlebihan

    Jika anak Anda memiliki masalah kulit yang sensitif, hindari paparan sinar matahari berlebihan.

    Gunakan tabir surya bila perlu. Namun, pastikan untuk memilih tabir surya yang aman untuk si Kecil.

    7. Minum air yang cukup

    Pastikan anak Anda cukup minum air untuk menjaga kelembapan kulit dari dalam.

    Meskipun minum air mungkin tidak langsung mengatasi penyakit kulit, memastikan anak mendapatkan cukup cairan juga penting untuk kesehatannya secara umum.

    8. Berikan obat infeksi

    Jika terdapat tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan yang parah, bengkak, atau nanah, segera konsultasikan kepada dokter untuk perawatan yang sesuai.

    Sebagai contoh, dokter mungkin akan menyarankan resep antihistamin untuk mengurangi gejala biduran yang timbul.

    Sementara untuk mengatasi kadas pada anak-anak, dokter biasanya memberikan krim antijamur yang tidak merusak kulit si Kecil.

    Ingatlah bahwa setiap kondisi kulit anak bisa berbeda, dan cara apa yang berhasil untuk satu anak mungkin tidak cocok untuk anak lainnya.

    Oleh karena itu, konsultasikan kepada dokter atau tenaga medis untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

    Catatan

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 28/12/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan