5 Cara Asyik untuk Mengenalkan Uang Pada Anak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum.

Penting untuk mengenalkan uang serta cara tepat mengelolanya pada anak sejak dini. Banyak pakar kesehatan anak dan konsultan keluarga dari penjuru dunia yang percaya bahwa anak sudah dapat dikenalkan dengan konsep menabung dan cara menggunakan uang mulai sedini usia 3 tahun. Namun sering kali para orang tua ragu, atau bahkan mengenalkan uang dengan cara yang salah. Hal ini tentu akan berimbas pada perilaku anak di masa depan ketika mengatur finansialnya sendiri. Lalu, bagaimana cara yang tepat, dan menyenangkan, untuk mengenalkan uang pada anak?

Cara menyenangkan mengenalkan uang pada anak

Mengenalkan uang pada anak memang tidak mudah. Biasanya orangtua akan memulainya dengan mengajarkan si kecil untuk menabung. Selain itu, ada beberapa cara menarik lainnya untuk mengenalkan uang pada anak. Apa saja?

1. Berikan uang jajan mingguan

Coba berikan anak uang jajan cukup untuk satu minggu. Memberikan jatah uang jajan menjadi cara yang penting untuk menjelaskan pada anak bahwa uang adalah barang yang terbatas sehingga harus digunakan secara bijaksana.

Jelaskan juga pada si kecil sekali uangnya habis, maka takkan ada lagi yang tersisa untuknya sampai minggu berikutnya dan ia tidak boleh minta sebelum waktunya. Ini membuat anak Anda akan belajar tanggung jawab atas uang yang sudah Anda berikan.

Mulai dengan memberikan nominal yang kecil dulu, misalnya 10 ribu rupiah. Selama satu minggu tersebut, lihat seperti apa pola jajan dan pengeluarannya. Lihat apakah anak Anda menghabiskan uang jajannya sekaligus atau malah bersisa. Perhatikan juga barang atau makanan apa yang si kecil beli.

Anda bisa tambahkan nominalnya seiring waktu untuk terus memantau kebiasaan jajannya.

3. Ajak anak Anda belanja

Ajak si kecil bersama Anda untuk berbelanja ke pasar atau supermarket, dan minta ia memerhatikan harga dari jenis barang yang sama. Misalnya satu permen lolipop dari merek A, B, dan C. Bersama-sama, cek beda berat barangnya, rasa yang ditawarkan, beda harganya, hingga penawaran diskonnya.

Setelahnya, tanyakan pada si kecil mengapa salah satu permen bisa lebih murah atau lebih mahal daripada yang lain. Ini membantu meningkatkan kesadaran dan kendali anak pada uang yang akan dikeluarkan.

Anda juga bisa memintanya untuk membawa kalkulator kecil saat berbelanja, untuk membantunya memperhitungkan barang mana yang lebih murah dan lebih baik untuk dibeli.

4. Permainan koin

Ketika di rumah, ajak ia bermain dengan uang koin. Kenalkan ia pada uang koin dengan bentuk, warna, dan jumlah nominal yang berbeda-beda. Misalnya koin Rp25,00; Rp50,00; Rp100,00; Rp500,00; dan Rp1.000,00.

Coba minta ia mengelompokkan koin-koin yang bernominal kecil (pakai koin 100 rupiah, misalnya) sampai jumlahnya sama dengan satu keping koin seribu rupiah atau 5 keping koin lima ratus rupiah.

Dengan cara ini ia akan mengerti bahwa bukan hanya jumlah banyaknya koin yang penting, tetapi berapa nominal harga dari setiap koin yang ia miliki.

5. Bawa si kecil ke bank atau ATM

Ketika melihat Anda membayar di kasir dengan kartu debet atau kartu kredit, si kecil mungkin akan berpikir bahwa kartu bisa memberi Anda uang kapan saja yang Anda mau.

Tunjukkan pada si kecil bahwa uang yang keluar berasal dari tabungan Anda selama ini. Dengan begitu, si kecil juga lebih mengenal tentang manfaat dan keuntungan menabung.

5. Ajarkan untuk saling memberi

Mengajarkan nilai uang tidak melulu harus dengan menabungnya. Ajarkan juga pada anak tentang empati dan pentingnya berbagi pada sesama yang lebih membutuhkan.

Mulailah dengan ceritakan alasan mengapa kita harus saling memberi dan membantu. Jelaskan pada si kecil, bahwa tidak semua anak di dunia cukup beruntung untuk memiliki cukup uang. Katakan padanya bahwa dengan berbagi sedikit uangnya, tidak akan lantas membuat ia kekurangan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca