Jangan Larang Anak Bernyanyi, Ini Akan Pengaruhi Tumbuh Kembangnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/04/2020 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Hampir semua anak-anak suka bernyanyi. Dari mulai bernyanyi dengan lirik yang dibuat sendiri dan nada yang tak beraturan hingga bernyanyi dengan suara yang cukup merdu dan sesuai dengan irama. Sebagai orang tua, Anda perlu mendukungnya dan memberinya pujian saat anak bernyanyi bagaimanapun kedengarannya. Pasalnya penelitian membuktikan, mengatakan pada anak bahwa ia tidak memiliki bakat bernyanyi akan memiliki efek negatif jangka panjang untuk perkembangannya.

Jangan katakan anak tak punya bakat bernyanyi

Steven M. Demorest, seorang profesor pendidikan musik di Northwestern University menyatakan semua anak dilahirkan untuk dapat menyanyi. Justru mengatakan pada anak bahwa mereka tidak memiliki bakat bernyanyi akan memberi efek negatif pada perkembangannya.

Demorest menygungkapkan bahwa hal tersebut akan membuat anak punya pandangan negatif tentang diri mereka sendiri soal kemampuan bernyanyinya, maka kemungkinan besar anak akan menghindari dan menahan keinginannya untuk ikut kegiatan bermusik jenis apapun.

Omongan yang Anda lontarkan akan membuat anak menjadikan hal itu sebagai sesuatu yang serius dan terus dipikirkannya. Akibatnya, persepsi anak bahwa dirinya tidak memiliki bakat bernyanyi maupun bermusik akan menjadi hal yang terwujud secara perlahan.

Anak juga akan kehilangan keterampilan bernyanyi karena kurangnya latihan. Di saat keinginan bernyanyinya muncul, ia akan mengurungkan niatnya karena takut dicap tidak berbakat. Akhirnya peluangnya untuk terus berlatih pun sirna begitu saja.

Anak-anak merupakan musisi alami

Para ahli menyatakan bahwa anak adalah musisi alami, karena setiap anak pada dasarnya sudah siap menyanyi, menari, dan bermain musik sejak mereka masih bayi.

Para ahli ini percaya bahwa setiap anak memiliki kemampuan bermusik yang dapat dikembangkan seiring dengan perkembangan usianya. Namun sayangnya dalam perjalanan hidupnya entah itu orangtua, teman sebaya, atau anggota keluarga lainnya justru menyatakan hal yang sebaliknya bahwa mereka tidak memiliki bakat.

Hal ini bertentangan dengan apa yang disebut psikolog Carol Dweck sebagai mindset untuk berkembang. Anak yang melihat keberhasilan sebagai hasil dari kerja keras akan bertahan lebih kuat dalam melewati berbagai tantangan yang ada.

Manfaat anak bernyanyi dan bermain musik bagi tumbuh kembangnya

Anak-anak yang pada dasarnya mencintai musik tapi dikatakan tidak berbakat pun pada akhirnya akan kehilangan banyak manfaat dari kegiatan bermusik. Padahal menurut Norman Weinberger, PhD, seorang profesor neurobiologi dan perilaku di University of California di Irvine, menyatakan bahwa mempelajari dan mempraktikkan kegiatan bermusik bermanfaat untuk perkembangan mental dan perilaku anak, termasuk:

  • Perkembangan kognitif
  • Perkembangan bahasa
  • Kemampuan membaca
  • Kreativitas
  • Keterampilan motorik
  • Penyesuaian sosial

Maka itu, bila Anda melihat si kecil memiliki bakat tertentu, terutama di bidang musik, sebaiknya dukung dan berikan segala fasilitas untuk mengembangkan bakatnya tersebut. Dengan begitu, bakat anak akan terasah sejak kecil dan hal ini tentu saja baik bagi perkembangannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

latihan musik

Terbukti, Latihan Musik Bisa Menunjang Pesatnya Perkembangan Otak Anak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/09/2018 . 5 mins read
nonton konser

Suka Nonton Konser? Yuk, Intip Manfaatnya Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2018 . 4 mins read