Bagaimana Cara Agar Anak Tidak Ngompol?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/12/2019 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ngompol merupakan salah satu masalah besar pada anak. “Malu, sudah besar tapi masih ngompol,” begitu katanya. Bagi beberapa anak, mungkin ia akan berhenti ngompol di usia tertentu, tetapi bagi anak lainnya, ngompol masih menghantuinya sampai ia tumbuh besar.

Ngompol bisa menjadi masalah besar bagi anak yang sudah masuk sekolah. Hal ini bisa mengganggunya ketika ada kegiatan sekolah yang mengharuskannya menginap dengan teman. Bisa-bisa ini membuat anak malu dengan temannya karena masih mengompol. Yang perlu Anda lakukan adalah memberi pengertian ke anak, Anda juga bisa berbagi pengalaman Anda ke anak.

Ngompol berhubungan dengan kontrol kandung kemih anak

Normal jika anak kecil masih buang air kecil di celana. Saat anak mulai beranjak besar, ibu tentu mengajarkannya untuk menggunakan toilet. Hal ini bertujuan agar anak mengerti apa yang harus dilakukan jika ingin pipis dan anak tidak pipis di celana lagi. Lama-kelamaan anak sudah bisa mengontrol kandung kemihnya dan menggunakan toilet sendiri.

Namun, satu hal yang mungkin anak masih perlu belajar untuk mengontrolnya adalah ketika anak pipis saat ia tidur (mengompol). Anak tidak sadar jika ia pipis saat ia tengah tertidur, dan ini perlu pembelajaran lagi agar anak tidak ngompol. Sebenarnya, mengontrol fungsi kandung kemih selama tertidur merupakan tahap terakhir dari latihan menggunakan toilet.

Usia anak ketika sudah mampu untuk mengontrol kandung kemihnya selama tidur berbeda-beda. Mengontrol kandung kemih merupakan proses yang rumit yang melibatkan kerjasama antara otot, saraf, tulang belakang, dan otak. Masalah ngompol biasanya dapat selesai dengan menunggu waktu. Biasanya usia anak berhenti ngompol sama dengan saat orangtuanya berhenti ngompol di waktu kecil.

Menurut Dr. Janjua, ngompol bukanlah suatu masalah sampai anak berusia 5 tahun, seperti yang dikutip dari laman Cleveland Clinic. Namun, ketika anak Anda sudah berusia lebih dari 5 tahun atau saat usia anak 7 tahun dan masih tetap mengompol, Anda perlu konsultasikan dengan dokter. Dikhawatirkan, ini merupakan indikasi dari kondisi kesehatan, seperti gangguan saluran kemih, atau karena kandung kemih anak belum matang dalam perkembangannya.

Bagaimana cara agar anak berhenti ngompol?

Beberapa cara dapat Anda lakukan untuk melatih anak Anda agar tidak ngompol lagi di malam hari.

1. Atur asupan minum anak

Tingkatkan asupan minum anak di siang hari dan batasi minum anak di malam hari. Sebaiknya, anak tidak mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, termasuk juga minuman bersoda dan minuman yang mengandung cokelat, seperti susu cokelat, pada malam hari. Hal ini dapat membuat anak lebih sering ingin pipis.

2. Biasakan anak melakukan rutinitas sebelum tidur

Rutinitas yang dapat anak lakukan sebelum tidur, seperti menggosok gigi, buang air kecil, cuci kaki, cuci tangan, dan cuci muka. Pastikan anak Anda ke toilet terlebih dahulu sebelum ia naik ke tempat tidur. Hal ini juga akan membuat tidurnya lebih nyaman. Jika anak terbangun tengah malam, tawarkan ia apakah ingin ke toilet atau tidak.

3. Jangan membangunkan tidur anak untuk pipis

Mungkin Anda berpikir jika anak ketiduran, Anda bisa membangunkannya kemudian memintanya untuk ke toilet terlebih dahulu. Namun, penelitian membuktikan bahwa hal ini tidak dapat menolong menghentikan kebiasaan ngompol anak. Justru, membangunkan anak saat ia tertidur hanya akan mengganggu tidurnya, dapat membuat anak sulit tidur lagi dan kesal.

4. Puji anak saat tidak mengompol, dan jangan marahi saat ia ngompol

Anda dapat memberikan hadiah kecil jika anak berhasil tidak ngompol dalam semalam atau beberapa malam. Namun, lebih baik untuk tidak memberikan hadiah ke anak dalam bentuk barang atau semacamnya. Memberikan satu bintang setiap anak tidak ngompol di malam hari atau memberikan pujian untuk anak juga sudah cukup untuk membuat anak senang dan merasa kerja kerasnya diperhatikan oleh orangtua. Sebaliknya, jangan pernah memarahi atau menghukum anak karena ia mengompol. Marah pada anak tidak akan membantunya belajar, malah dapat membuat hubungan Anda dan anak lebih buruk.

5. Bicara dengan anak

Anda dapat berbicara kepada anak manfaat dari menggunakan toilet dan tidak lagi menggunakan popok. Anda bisa mengatakan bahwa anak sudah besar jadi tidak perlu lagi memakai popok dan harus sudah bisa menggunakan toilet sendiri, serta tidak ngompol di malam hari. Dengan begitu, anak akan tertantang dan berusaha membuktikan bahwa dirinya sudah besar. Jika anak takut ke toilet pada malam hari karena gelap, minta anak untuk membangunkan Anda agar Anda bisa menemani anak ke toilet. Atau, Anda bisa menempatkan lampu tidur di kamar anak atau menyalakan lampu di lorong menuju toilet agar anak tidak takut lagi.

6. Hindari anak dari kehausan

Anak suka lupa sudah minum atau belum, sehingga terkadang anak merasa kehausan. Ingatkan anak untuk selalu minum, tentu minum air putih. Anda juga bisa menyediakan sebotol air minum khusus untuk anak.

7. Perhatikan berapa kali anak ke toilet dalam sehari

Sebaiknya Anda mengetahui berapa kali biasanya anak ke toilet dalam sehari, normalnya anak ke toilet sebanyak 4-7 kali dalam sehari. Jika anak sudah sekolah, tanyakan kepada anak apakah ia nyaman dengan toilet di sekolahnya. Buatlah ia nyaman dengan toilet di sekolahnya agar anak tidak enggan untuk pipis di toilet sekolah.

 

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

    Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

    5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

    Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Konten Bersponsor
    menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak
    Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

    Kejang Dengan Demam (Kejang Febrile)

    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 6 menit
    mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

    Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

    Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
    Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit