Benarkah Pola Asuh Orangtua Memengaruhi Kesehatan Anak?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28/03/2020
Bagikan sekarang

Pola asuh yang diterapkan orangtua dapat membentuk pola pikir, emosi, dan kesehatan mental anak. Tidak hanya itu, pola asuh orangtua pun disebut-sebut bisa berpengaruh pada kesehatan fisik anak. Namun, benarkah pernyataan tersebut dan bagaimana pola asuh orangtua bisa memengaruhi kesehatan fisik anak?

Berbagai pola asuh orangtua

Setiap orangtua memiliki caranya sendiri untuk mendidik anak. Namun, para psikolog mengklasifikasi tipe pola asuh orangtua ke dalam empat tipe, yaitu otoriter, permisif, otoritatif atau demokratis, dan cuek atau tidak terlibat.

  • Pola asuh orangtua otoriter (authoritarian)

Pada pola asuh otoriter, anak diharuskan mengikuti semua aturan yang diterapkan orangtuanya. Bila tidak mematuhi aturan, orangtua biasanya akan memberikan hukuman kepada anak. Orangtua pun tidak pernah memberikan alasan mengapa aturannya harus dipatuhi.

  • Pola asuh orangtua permisif atau memanjakan (permissive)

Pada pola asuh ini, orangtua kerap memanjakan anaknya. Mereka tidak mendisiplinkan anak karena dinilai masih dalam masa pengembangan diri. Meski demikian, pada pola asuh ini, orangtua besikap komunikatif dengan anaknya. Orangtua kerap menanyakan apa yang dilakukan anaknya dan siapa saja teman mereka.

  • Pola asuh orangtua otoritatif atau demokratis (authoritative)

Hampir sama dengan otoriter, pola asuh orangtua otoritatif juga memberikan aturan yang harus dilakukan anaknya. Namun, pada pola asuh ini, orangtua lebih bersikap demokratis.

Orangtua kerap mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh anaknya. Sambil memberikan aturan, orangtua juga memberikan kehangatan, umpan balik, dan dukungan yang memadai kepada anak-anaknya. Bila anak melakukan kesalahan, orangtua tidak memberikan hukuman, tetapi arahan.

  • Pola asuh orangtua cuek atau tidak terlibat (uninvolved)

Pada pola asuh ini, orangtua bersikap cuek terhadap anak. Orangtua tidak memberikan aturan, tidak responsif terhadap perilaku dan keinginan anak, serta tidak komunikatif. Mereka hanya memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makan, tempat, tinggal, dan lainnya. Namun, tidak memberikan arahan, saran, aturan, maupun dukungan dalam proses perkembangan diri anak.

Bagaimana pola asuh bisa memengaruhi kesehatan anak?

Sebuah studi yang dilakukan Journal of Family Psychology menghasilkan ada hubungan antara pola asuh orangtua terhadap peradangan dan sistem kekebalan tubuh anak. Kedua hal tersebut sangat erat kaitannya dengan tingginya risiko seorang anak terkena penyakit.

Studi tersebut menunjukkan, orangtua dengan pola asuh cuek atau tidak terlibat cenderung memiliki anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lebih aktif. Artinya, anak cenderung terserang penyakit yang mengharuskan sistem kekebalan tubuhnya lebih aktif bekerja.

Mendukung studi tersebut, penelitian yang dilakukan University of Oregon juga menghasilkan semakin cuek orangtua terhadap anak, semakin tinggi pula risikonya terhadap peradangan dan sistem kekebalan tubuh yang lebih aktif.

Hal ini bisa terjadi karena orangtua meminta anak untuk mengatur dirinya sendiri. Padahal sebagai seorang anak yang masih berkembang, hal tersebut masih berada di luar kemampuan mereka. Hal ini bisa meningkatkan risiko stres pada anak. Padahal, stres bisa menjadi penyebab munculnya beragam penyakit.

Pola asuh yang mendukung kesehatan anak

Melihat faktor di atas, orangtua yang cuek atau tidak terlibat tentu bukan merupakan pola asuh yang baik. Untuk tetap menjaga kesehatan anak, terapkan pola asuh yang lebih memungkinkan seorang anak untuk mandiri, tetapi tidak cuek.

Jangan berlebihan dalam memberikan perhatian sebab anak pun perlu membutuhkan ruang untuk belajar dengan sendirinya, tetapi tidak pula bersikap cuek, dan selalu memberikan arahan karena hal ini bisa mempengaruhi kesehatan mental dan fisiknya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Pertanda Ketika Sistem Imun Anak Menurun

Apabila anak mulai sering atau mudah jatuh sakit, berarti sesuatu terjadi pada sistem imunnya. Yuk, kenali apa saja tanda saat sistem imun anak menurun.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki

Curiga Terjadi Gangguan Makan pada Anak? Lakukan 6 Langkah Ini

Bila terjadi perubahan drastis pada pola makan anak, patut dicurigai ada gangguan makan pada anak. Apa yang harus orangtua lakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Mengenal Marasmus, Masalah Gizi Penyebab Kematian Anak

WHO mencatat marasmus adalah penyebab kematian pada 500 ribu anak di negara berkembang. Apa itu marasmus dan apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Pentingnya Peran Orangtua untuk Membangun Body Image Positif Anak

Jauh sebelum orang lain memberikan pengaruh terhadap body image Anda, peran orangtua ternyata sudah dapat terlihat. Apa saja peran tersebut?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
Ibu memakaikan masker agar imunisasi saat pandemi corona aman

Aturan Pakai Masker Wajah untuk Anak dan Tips Membuat Mereka Terbiasa

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
encephalocele adalah ensefalokel

Encephalocele

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020