Apakah Perlu Memberikan Si Kecil Dot Bayi? Ini Beberapa Hal yang Harus Dipertimbangkan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/05/2018
Bagikan sekarang

Apakah Anda tahu bahwa salah satu kebiasaan yang disenangi seorang bayi adalah ketika ia ngempeng atau menghisap dot? Mengisap (sucking) adalah refleks yang normal dari seorang bayi yang dapat membuat dirinya merasa tenang. Setiap anak memang berbeda, ada yang senang menghisap dot atau empeng untuk menenangkan dirinya tapi ada juga yang bisa tenang tanpa perlu dot. Lalu apakah sebenarnya penggunaan dot bayi diperlukan? Jika Anda bingung, berikut hal-hal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam memilih dot bayi.

Keuntungan dari dot bayi

Dot bayi bisa membuat si kecil lebih tenang dan mengalihkan perhatiannya ketika diperlukan, misalnya saat sedang disuntik atau tindakan medis lainnya yang bisa bikin sang bayi rewel.

Mengisap dot juga bisa bikin sang bayi terlelap dengan mudah dan cepat. Hal ini tentu sangat membantu orangtua, apalagi saat perjalanan jauh yang menggunakan pesawat. Dot bayi dapat mengurangi nyeri telinga akibat tekanan udara dan membuatnya lebih tenang.

Selain itu, mengisap dot juga dapat mengurangi risiko terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) serta mengurangi kebiasaan buruk bayi yaitu menghisap jari.

Pertimbangkan juga kerugian dari dot bayi

Selain keuntungan yang telah disebutkan, ternyata penggunaan dot pada bayi memiliki beberapa kerugian. Jika Anda memberikan dot pada bayi Anda terlalu awal misalnya ketika ia masih dalam tahap menyusui dengan ASI, hal tersebut dapat menimbulkan nipple confusion atau bingung puting dan juga menimbulkan ketergantungan pada dot tersebut.

Selain itu, terdapat penelitian yang mengatakan bahwa bayi yang sering ngempeng ternyata lebih sering menderita infeksi telinga berulang dibandingkan dengan bayi yang tidak menggunakan dot bayi.

Penggunaan dot untuk ngempeng dalam jangka waktu yang lama juga dapat menimbulkan masalah pada gigi bayi. Hal tersebut dapat mengakibatkan tulang rahang (jawbone) terdorong ke arah depan diikuti dengan pertumbuhan giginya.

Sebaiknya Anda tidak membiarkan bayi Anda ngempeng jika usianya sudah mencapai 2 tahun. Sebelum usia 2 tahun, pertumbuhan gigi masih bisa diperbaiki dan normal kembali dengan sendirinya selama 6 bulan penghentian dot.

Jadi apakah bayi perlu diberikan dot?

Penggunaan dot pada bayi memang masih kontroversial akibat perbedaan pendapat antara pro dan kontra penggunaan dot tersebut.

Di satu sisi, dot dapat menenangkan bayi akan tetapi di sisi lain dot juga dapat memiliki efek buruk bagi kesehatan bayi nantinya terutama jika diberikan dalam waktu yang lama. Selain itu, dalam hal menyusui bayi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa menyusui bayi secara alami jauh lebih baik daripada penggunaan dot.

Jika Anda ragu memberikan sang bayi dot atau tidak, sebaiknya diskusikan hal ini pada dokter anak Anda. Tanyakan dengan jelas apa saja yang mungkin terjadi ketika si kecil menggunakan dot, apakah memang benar akan memengaruhi tumbuh kembangnya atau tidak.

Sekali lagi, setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda, maka itu tentu saja kebutuhannya akan berbeda-beda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Siapa yang tak ingin punya anak sukses? Berikut berbagai tips dalam mendidik anak agar bisa menggapai sukses di masa depan.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

Berat badan bayi ideal merupakan patokan utama terhadap kualitas perkembangan dari bayi. Berapa seharusnya berat badan bayi di satu tahun pertamanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Anak menjadi kecanduan belanja atau shopaholic memang merepotkan. Kita harus mencegahnya agar tidak terbiasa hingga dewasa. Berikut tips mencegahnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

menghadapi amarah anak

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020
agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020