Kapan Anak Siap Ditinggal Sendirian di Rumah? Ini Pertimbangannya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Januari 31, 2019
Bagikan sekarang

Urusan pekerjaan mendadak kadang membuat Anda mau tidak mau harus meninggalkan anak sendirian di rumah. Terlebih, tidak ada pula pengasuh atau anggota keluarga lain yang bisa menjaganya. Meski memang di rumah, memikirkan anak sendirian dalam waktu lama tentu bikin Anda cemas dan khawatir. Apa saja yang perlu dipertimbangkan jika harus meninggalkan anak sendirian di rumah? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Usia berapa anak boleh ditinggal sendirian di rumah?

Tidak bisa disangkal, sembarangan meninggalkan anak sendirian di rumah adalah hal yang sangat berisiko. Mulai dari menonton siaran TV yang tidak sesuai usianya, merusak perabotan rumah tangga, sampai berbagai skenario kasus terburuk yang mengancam keselamatannya, seperti kecelakaan kebocoran gas atau mengizinkan orang asing masuk ke rumah.

Lantas, kapan usia yang dapat memegang tanggung jawab untuk menjaga rumah sendirian? Dilansir dari laman Kids Health, setiap anak akan siap dengan “tugas jaga rumah” pada usia yang berbeda-beda. Namun umumnya meninggalkan anak usia di bawah 10 tahun sendirian di rumah bukanlah tindakan yang tepat. Pada usia ini, mereka belum bisa menjaga keamanan dan keselamatan dirinya sendiri dengan baik. Mereka masih membutuhkan pengawasan orang dewasa untuk menjaganya.

Orangtua sudah boleh memercayakan anak mereka menjaga rumah mulai sekitar usia sekolah menengah, tapi awalnya hanya untuk beberapa jam saja. Anak umumnya sudah bisa diandalkan untuk menjaga rumah sendirian hingga berhari-hari sekaligus mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri ketika usianya sudah mencapai 16 tahun atau lebih.

Mengarahkan anak supaya bisa ditinggal sendirian di rumah

rasa tanggung jawab pada anak

Meninggalkan anak sendirian di rumah berarti memberikan tanggung jawab yang besar pada anak. Bukan hanya keselamatan dirinya, namun juga keamanan rumah. Untuk itu, Anda perlu melatih kesiapan anak dalam hal ini.

Anda bisa memulainya dari tugas-tugas yang sederhana, seperti menyuruhnya membeli sesuatu ke warung dekat rumah, sampai menyuruhnya membeli sesuatu ke toko jaraknya lebih jauh. Tugas-tugas tersebut akan membangun keberanian dan meningkatkan rasa percaya diri anak untuk mengandalkan dirinya sendiri pada berbagai situasi.

Selain usia, meninggalkan anak sendirian di rumah perlu pertimbangan. Salah satunya bagaimana anak Anda menunjukkan tanggung jawabnya, misalnya:

  • Dapat menyelesaikan pekerjaan rumah dan sekolah dengan baik sesuai arahan
  • Tetap tenang dan bisa menangani situasi yang tidak terduga atau tidak sesuai rencana

Sebelum Anda pergi, pastikan Anda memberi tahu beberapa hal yang mungkin berguna selama anak sendirian di dalam rumah, seperti:

  • Cara mengunci atau membuka kunci pintu.
  • Cara menyalakan atau mematikan lampu, perangkat listrik, atau perabotan rumah tangga lainnya.
  • Tahu nomor telepon darurat yang harus dihubungi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Tegaskan aturan seperti tidak boleh membawa masuk orang asing, selalu member kabar lewat pesan singkat atau telepon, waktu untuk tidur, makan, mengerjakan pr, dan nonton televisi, dan penggunaan obat-obatan P3K.
  • Ingatkan untuk selalu menjaga kebersihan rumah dan membereskan kembali benda-benda yang sudah digunakan.
  • Tempat penyimpanan uang saku, persediaan makanan, atau kunci pintu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengajarkan Anak agar Bisa Memakai Baju Sendiri

Mengajarkan anak memakai baju sendiri memang susah-susah gampang. Kuncinya adalah tetap sabar dan ikuti tips berikut ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting Februari 27, 2020

Anak Terlalu Sensitif dalam Mengelola Emosi? Hadapi dengan 4 Trik Ini

Anak yang terlalu sensitif dalam mengelola emosi akan mangalami kesulitan saat dewasa. Untuk menghadapinya, orangtua bisa lakukan hal ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting Februari 22, 2020

Helicopter Parenting dan Efeknya Terhadap Perkembangan Emosi Anak

Helicopter parenting adalah metode pengasuhan yang dinilai kontroversial karena lebih banyak memiliki efek buruk terhadap perkembangan anak, mengapa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Hidup Sehat, Fakta Unik Januari 15, 2020

5 Hal yang Harus Diketahui Orangtua Tentang Sakit Perut pada Anak

Saat anak sakit perut, banyak orangtua menganggap sepele. Padahal, tak seperti pada orang dewasa, sakit perut si kecil bisa berarti banyak hal.

Ditulis oleh Priscila Stevanni
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak Desember 11, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 10, 2020
Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang April 11, 2020
Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang Maret 27, 2020
5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Maret 16, 2020