Tips Mempersiapkan Anak yang Harus Pergi Naik Pesawat Sendirian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Terkadang orangtua harus rela membiarkan anak pergi naik pesawat sendirian. Bukan karena tega, tapi mungkin ada beberapa hal di rumah yang tidak bisa ditinggalkan. Selain itu, tidak semua orangtua mau menitipkan anaknya pada travel agent untuk menemani selama di destinasi.  Alhasil, mau tidak mau orangtua harus merelakan buah hatinya pergi sendirian. Agar hati tenang, apa saja yang harus dipersiapkan?

Kapan anak sudah boleh pergi naik pesawat sendirian?

Pada dasarnya tidak ada batasan usia khusus yang membolehkan seorang anak pergi seorang diri naik pesawat.

Namun menurut situs Parents dan dari situs maskapai Emirates, sebagian besar maskapai penerbangan hanya mengizinkan anak yang berusia di atas 5 tahun untuk naik pesawat sendirian. 

Anak-anak di bawah usia 5 tahun harus selalu ditemani oleh orang lain yang berusia minimal 12 tahun untuk terbang di kabin yang sama. 

Biasanya maskapai penerbangan juga akan mempersiapkan staf di darat dan juga di udara yang akan menemani anak selama perjalanan sampai bertemu dengan kerabat Anda di bandara tujuan nanti. 

Tips mempersiapkan anak yang pergi naik pesawat sendirian

1. Persiapan dasar

Hal pertama yang harus disiapkan sebelum si kecil pergi naik transportasi umum ke tempat yang cukup jauh adalah mentalnya. Jelaskan dulu mengapa Anda tidak bisa menemani ia pergi ke tempat tujuan. Beri tahu anak Anda juga bahwa mereka nanti akan ditemani oleh staf atau pramugari selama perjalanan.

Dari jauh-jauh hari, jangan lupa usahakan ada kerabat atau saudara yang menunggu serta menjemput anak di bandara.

2. Pilihkan kursi yang nyaman

Meski tidak berangkat bersama, orangtua tetap harus mengutamakan kenyamanan dan keamanan anak. Ini bisa diawali dengan memilih tempat duduk.

Anak-anak mungkin lebih suka duduk di dekat jendela untuk melihat pemandangan di luar. Namun ada baiknya memilih kursi di barisan paling depan yang letaknya di pinggir dekat lorong. Mengapa?

Ini memudahkan pramugari atau staf maskapai untuk memantau anak Anda selama perjalanan. Buah hati Anda juga lebih mudah untuk beranjak dari kursinya saat mau ke toilet.

3. Beri tahu etika dan tata krama pergi naik pesawat

Setelahnya, Anda bisa menjelaskan dan memberitahu apa yang harus anak patuhi saat pergi sendirian:

  • Jelaskan bahwa mereka harus mengikuti semua aturan dan arahan oleh pramugari. Misalnya seperti cara memakai sabuk pengaman, aturan masuk dan keluar pesawat, apa itu turbulensi, dan siapa yang harus mereka panggil saat butuh bantuan. 
  • Beritahu anak sikap apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan di dalam pesawat. 
  • Bekali anak dengan pesan bahwa ia tidak seharusnya bicara dengan orang yang tidak dikenal atau memberikan informasi apapun, kecuali ke staf atau pramugari yang ditugaskan menemani anak.

3. Persiapkan dokumen bepergian

Untuk memastikan anak pergi sendirian dengan aman, orangtua harus mengumpulkan informasi lengkap rencana perjalanan. Misalnya seperti jadwal dan nomor penerbangan, telepon darurat maskapai, dan dokumen yang dibutuhkan saat bepergian.

Simpan salinan rencana perjalanan tersebut dan juga beritahukan pada kerabat atau orang yang Anda percayakan untuk menjemput anak Anda di bandara. Berikut adalah beberapa dokumen perjalan yang dibutuhkan saat anak pergi sendirian:

  • Paspor atau akta kelahiran, tergantung pada jenis perjalanan (domestik atau internasional)
  • Surat persetujuan dari Anda sebagai orangtua yang memberi izin untuk anak bepergian, ditandatangani oleh kedua orangtua.
  • Jadwal perjalanan, maskapai, dan nomor penerbangan
  • Informasi kontak Anda
  • Informasi kontak orang yang akan menjemput anak
  • Daftar riwayat medis anak. Misalnya kondisi alergi anak yang harus disertai obat-obatan untuk keadaan darurat. 

Setelah mempersiapkan hal di atas, simpan dokumen tersebut di tempat yang aman, misalnya seperti dompet atau map khusus anti air di dalam ransel anak. Beritahu anak dan taruh pada posisi yang mudah dijangkau anak. 

4. Persiapan lainnya

Setelah semua persiapan anak untuk pergi sendirian naik pesawat sudah matang, ada beberapa hal lain yang bisa mendukung kenyamanan dan keamanan perjalanannya:

  • Tandai barang bawaan atau ransel anak Anda dengan informasi pribadi mereka, seperti nama, maskapai yang akan mereka naiki. 
  • Usahakan barang bawaan anak sesedikit mungkin, misalnya barang di kabin atau yang dibawa di badannya hanya ransel kecil. 
  • Bekali dengan barang yang membuat mereka sibuk selama perjalanan, mislanya seperti buku bacaan atau mainan yang kecil  
  • Hindari membawa barang berharga di tas anak
  • Pastikan anak punya beberapa uang receh yang bisa digunakan untuk keperluan darurat
  • Anda juga bisa memberikan ponsel standar untuk mereka menghubungi Anda atau kerabat di tujuan
  • Biarkan anak mengenakan pakaian sederhana yang nyaman dan juga sepatu yang mudah dilepas pakai. 
  • Sebelum terbang, pastikan anak sudah makan. Berikan makanan yang tidak akan menimbulkan masalah kesehatan apapun saat di perjalanan nanti.
  • Hindari memberikan makanan atau bekal anak yang berminyak dan pedas mencegah ia sakit perut saat pergi sendirian nanti. 
  • Usahakan juga Anda atau wali mengantar anak ke bandara sampai bertemu dengan staf yang akan menemani anak selama perjalanan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit