Kapan Anak Boleh Naik Transportasi Umum Sendiri?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Jarak rumah dengan sekolah yang cukup jauh kadang mengharuskan anak-anak untuk naik kendaraan umum. Agar anak mandiri, orangtua memang perlu mengajarkan anak untuk naik angkutan umum sendiri. Namun, kapan waktu yang tepat?

Kapan anak siap naik kendaraan umum sendiri?

Berbeda dengan orang dewasa yang sudah cukup pengalaman, anak-anak memerlukan persiapan yang lebih matang untuk melakukan sesuatu, misalnya naik angkutan umum sendiri tanpa pengawasan orangtua.

Banyak orangtua yang menerapkan hal ini pada buah hatinya sebagai cara untuk membentuk keberanian dan membangun kemandirian anak.

Namun jangan salah, orangtua juga sangat perlu melihat kesiapan mental anak untuk melakukan hal ini.

“Pada usia sekolah, anak-anak sudah harus terbiasa untuk hidup mandiri,” papar Kate Benton, Ph.D, seorang psikolog anak di Northwestern Medicine.

Kemandirian anak dapat ditunjukkan anak saat usia prasekolah, yaitu dengan mampu merapikan tempat tidur, bisa menyikat gigi sendiri, dan dapat memakai bajunya tanpa disuruh.

Setelah memasuki usia sekolah, kemandirian anak harus disertai dengan tanggung jawab.

Artinya, anak tahu bahwa mengerjakan PR, membersihkan kamar tidur, dan membuang sampah pada tempatnya adalah sebuah kewajiban.

cara mendidik anak agar mandiri dan berani

Lantas, untuk urusan naik kendaraan umum sendiri untuk berangkat sendiri ke sekolah kapankah anak siap?

Sebenarnya tidak ada patokan usia yang pasti mengenai waktu yang tepat bagi anak untuk naik angkutan umum sendirian.

Namun, Ministry of Children and Family Development di Kanada menetapkan bahwa anak di bawah usia 10 atau 12 tahun belum diperbolehkan naik kendaraan umum tanpa pengawasan orangtua.

Alasannya, anak dengan usia tersebut masih belum bisa menjaga dirinya dengan baik.

Selain itu, menggunakan kendaraan umum memerlukan pengetahuan dan keterampilan anak. Jika dipaksakan, ini akan menimbulkan kecemasan dan frustrasi pada anak.

Mengetahui kesiapan anak dalam hal ini tidak dilihat hanya dari usia saja. Anda juga harus memerhatikan bagaimana perilaku anak sehari-hari di rumah.

Misalnya, apakah si kecil sudah bisa menjaga dirinya sendiri, mematuhi peraturan yang berlaku, dan paham akan tugas-tugasnya di rumah.

Tips supaya anak naik angkutan umum dengan aman

anak pergi ke sekolah

Ada beragam transportasi umum yang bisa digunakan anak. Mulai dari bus sekolah, angkot, kereta, maupun ojek.

Setiap jenis transportasi tersebut memiliki tingkat kesulitan yang juga berbeda. Untuk itu, anak perlu persiapan yang lebih matang supaya ia dapat sampai tujuan dengan selamat meski seorang diri naik kendaraan umum.

Beberapa persiapan yang perlu dilakukan, antara lain:

  • Beri tahu dengan jelas di area mana anak harus menunggu kendaraan. Jelaskan pula di mana ia harus turun.
  • Pastikan anak tahu kode atau jurusan transportasi yang harus dipilih, misalnya jurusan kereta atau bus dan kode pada angkot dan metromini.
  • Siapkan uang lebih atau kartu akses untuk naik kendaraan umum.
  • Pastikan anak memahami peraturan lalu lintas, seperti harus menyebrang di zebra cross atau JPO (jembatan penyebrangan) dan etika menggunakan kendaraan.
  • Ajari anak untuk memilih tempat duduk yang aman. Misalnya, menghindari angkot yang penuh sehingga tidak perlu duduk di dekat pintu.
  • Ajari anak untuk menjaga etika di dalam kendaraan umum dan kemampuan lainnya, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan berani bertanya jika tersesat.

Baca Juga:

Sumber