4 Cara Mengasah Kemampuan Anak untuk Mengendalikan Diri

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/06/2018
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Anak yang tidak bisa mengendalikan dirinya dengan baik pasti memiliki masalah dalam berperilaku. Contohnya, anak usia 6 tahun yang mungkin akan memukul atau melempar sesuatu jika apa yang diinginkannya tidak terpenuhi. Jika tidak ditangani, perilaku tersebut akan semakin bertambah buruk seiring waktu. Apa yang harus orangtua lakukan supaya anak mampu mengendalikan diri? Berikut tipsnya.

Mendidik anak agar mampu mengendalikan diri

Membantu anak untuk mengendalikan diri berarti melatih anak untuk berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu. Tindakan ini mendorong anak supaya mampu membedakan mana perilaku yang baik dan buruk, mana yang pantas dilakukan dan tidak.

Dilansir dari Live Strong, anak sudah bisa mempelajari pengendalian emosi dan memikirkan apa risiko dari sebuah tindakan antara usia 2 sampai 5 tahun. Tentu hal ini tidak akan mudah, jadi orangtua perlu menerapkan beberapa cara berikut ini supaya anak mampu mengendalikan diri mereka.

1. Ajari anak untuk memahami berbagai emosi

kesehatan anak orangtua

Anak-anak belum sepenuhnya memahami berbagai emosi yang mereka rasakan sehingga masih kesulitan untuk mengatur emosi mereka. Sebagian besar anak yang belum mengerti inilah yang biasanya cenderung impulsif alias bertindak tanpa pikir panjang.

Untuk itu, Anda perlu mengajarkan anak untuk mengenali berbagai macam emosi seperti marah, takut, sedih, senang, kesal, dan lain sebagainya.

Kemudian, beri tahu anak bahwa tidak apa-apa bila merasa marah, tapi tidak baik jika melampiaskannya dengan memukul atau melempar sesuatu kepada orang lain. Anda bisa mengatakan, “Kalau kamu marah, jangan memukul orang, ya. Dipukul itu rasanya sakit. Kamu nggak mau, kan, kalau sakit?”

2. Ajari anak untuk memecahkan masalah

anak mampu mengendalikan diri

Mengajari anak untuk memecahkan masalah adalah cara yang paling tepat untuk mengendalikan diri. Caranya dengan memberi anak waktu sebentar untuk berpikir kemudian putuskan tindakan apa yang sebaiknya dilakukan. Anda bisa mengajari hal ini melalui permainan yang melibatkan gerakan tubuh.

Permainannya cukup sederhana, Anda hanya perlu menginstruksikan pada anak untuk memeragakan gerakan hewan misalnya, sesuai dengan alunan musik. Namun saat musik berhenti, gerakan anak harus berhenti atau membeku pada gerakan terakhir yang diperagakannya.

Anda tidak perlu khawatir jika tidak dapat melakukan permainan ini. Banyak pendidikan prasekolah yang mengembangkannya, jadi Anda hanya perlu mengawasi. Walaupun terlihat sederhana, ternyata permainan ini mampu meningkatkan dopamin, norepinefrin, dan serotonin pada otak yang membantu anak untuk fokus sehingga mengurangi tindakan yang hiperaktif dan impulsif.

3. Beri tahu aturan atau batasan perilaku

komunikasi dengan anak

Memberi tahu anak pada aturan-aturan tertentu bisa membantu anak untuk berpikir dahulu dalam melakukan sesuatu. Namun, jangan lupa aturan tersebut harus Anda jelaskan. Kenapa peraturan itu dibuat dan apa risikonya bila melanggar.

Misalnya, tidak boleh buang sampah sembarangan karena sampahnya bisa mengotori lingkungan dan menjadi sumber penyakit. Berikan juga apresiasi, berbentuk pujian atau hadiah kecil jika anak menaati peraturan dan berbuat baik.

4. Jadi teladan buat anak

manfaat memeluk anak

Anak mempelajari semua hal dari orang-orang di sekitarnya, terutama Anda sebagai orangtuanya. Memberikan contoh perilaku yang baik akan mengasah kemampuan anak dalam memutuskan suatu tindakan.

Perlihatkan setiap masalah yang Anda hadapi dan bagaimana cara memecahkan solusinya. Misalnya Anda kecewa karena anak tidak mau menghabiskan makanannya. Ajak anak bicara baik-baik, jangan langsung dimarahi atau dibentak karena nanti anak akan menirunya. Temani anak untuk menghabiskan makannya, meskipun butuh waktu lama. Tanpa Anda sadari, anak secara alami akan mengikuti apa yang Anda lakukan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Anak menjadi kecanduan belanja atau shopaholic memang merepotkan. Kita harus mencegahnya agar tidak terbiasa hingga dewasa. Berikut tips mencegahnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Ditetapkannya COVID-19 sebagai pandemi global oleh WHO meningkatkan kewaspadaan masyarakat, termasuk orangtua. Bagaimana menjelaskan COVID-19 ke anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 16/03/2020

Tips Mengajarkan Anak agar Bisa Memakai Baju Sendiri

Mengajarkan anak memakai baju sendiri memang susah-susah gampang. Kuncinya adalah tetap sabar dan ikuti tips berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Anak Terlalu Sensitif dalam Mengelola Emosi? Hadapi dengan 4 Trik Ini

Anak yang terlalu sensitif dalam mengelola emosi akan mangalami kesulitan saat dewasa. Untuk menghadapinya, orangtua bisa lakukan hal ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

agar anak mau mendengarkan orang tua

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
menghukum anak berbohong

Menghukum Anak Karena Berbohong Justru Akan Membuatnya Berbohong Lagi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
perkembangan psikologi anak

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020