Memilih susu untuk anak usia 2–12 tahun sebaiknya tidak hanya berdasarkan rasa yang disukai anak. Orang tua juga perlu memperhatikan kandungan nutrisi, kesesuaian usia, porsi konsumsi, dan bagaimana susu tersebut melengkapi pola makan harian anak.
Memilih susu untuk anak usia 2–12 tahun sebaiknya tidak hanya berdasarkan rasa yang disukai anak. Orang tua juga perlu memperhatikan kandungan nutrisi, kesesuaian usia, porsi konsumsi, dan bagaimana susu tersebut melengkapi pola makan harian anak.

Omega 3 dan Omega 6 adalah jenis asam lemak esensial yang dibutuhkan tubuh, tetapi tidak dapat diproduksi sendiri dalam jumlah cukup. Karena itu, anak perlu mendapatkannya dari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.
Dalam masa tumbuh kembang, Omega 3 dan Omega 6 dapat membantu mendukung kebutuhan nutrisi anak, termasuk untuk fungsi tubuh dan perkembangan otak. Meski begitu, keduanya bukan satu-satunya faktor yang menentukan kecerdasan anak.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan orang tua adalah susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega. Susu ini mengandung Omega 3 & 6 dan dapat menjadi bagian dari asupan harian anak usia 2–12 tahun, selama tetap diimbangi dengan makanan dan minuman bergizi lainnya.
Pada usia 2–12 tahun, anak sedang aktif-aktifnya bertumbuh, belajar, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan. Di fase ini, kebutuhan nutrisi anak perlu diperhatikan karena tubuhnya membutuhkan energi serta zat gizi untuk mendukung aktivitas harian.
Susu sering menjadi salah satu pilihan minuman anak karena praktis, mudah dikonsumsi, dan umumnya disukai anak. Namun, susu sebaiknya tidak dipilih hanya karena rasanya enak.
Orang tua juga perlu melihat kandungan nutrisi di dalamnya. Susu yang baik untuk anak sebaiknya dapat membantu melengkapi kebutuhan gizi harian, sesuai dengan usia anak, dan dikonsumsi dalam porsi yang wajar.
Itulah sebabnya, saat memilih susu UHT anak, orang tua dapat mempertimbangkan kandungan seperti protein, vitamin, mineral, serta lemak sehat seperti Omega 3 dan Omega 6.
Omega 3 dan Omega 6 adalah bagian dari lemak sehat yang termasuk dalam kelompok asam lemak tak jenuh ganda. Keduanya disebut sebagai asam lemak esensial karena tubuh membutuhkannya, tetapi tidak bisa memproduksinya sendiri dalam jumlah yang cukup.
Omega 3 terdiri dari beberapa jenis, termasuk ALA, EPA, dan DHA. DHA merupakan salah satu jenis Omega 3 yang banyak dibahas karena berperan dalam struktur dan fungsi jaringan otak.
Sementara itu, Omega 6 juga diperlukan tubuh, antara lain untuk mendukung pertumbuhan dan fungsi sel. Salah satu bentuk Omega 6 yang umum ditemukan dalam makanan adalah asam linoleat.
Karena tubuh anak masih terus berkembang, asupan Omega 3 dan Omega 6 perlu diperhatikan sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Omega 3 dan Omega 6 bukan zat gizi yang bekerja sendiri. Keduanya perlu hadir bersama zat gizi lain seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Namun, kandungan ini tetap penting diperhatikan saat orang tua memilih makanan dan minuman untuk anak.
Berikut beberapa alasan Omega 3 dan 6 penting dalam pilihan susu anak usia 2–12 tahun.
Anak usia 2–12 tahun masih berada dalam masa pertumbuhan. Tubuhnya membutuhkan berbagai zat gizi untuk mendukung pertambahan tinggi badan, berat badan, perkembangan organ tubuh, serta aktivitas harian.
Omega 3 dan Omega 6 dapat menjadi bagian dari asupan lemak sehat yang dibutuhkan anak. Lemak sehat tidak hanya berperan sebagai sumber energi, tetapi juga menjadi bagian dari struktur sel tubuh.
Dengan memilih makanan dan minuman yang mengandung zat gizi penting, orang tua dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak setiap hari.
Otak anak terus berkembang sejak awal kehidupan hingga usia sekolah. Pada fase ini, anak belajar banyak hal, mulai dari berbicara, mengenali emosi, memahami instruksi, membaca, berhitung, hingga menyelesaikan masalah sederhana.
DHA, salah satu jenis Omega 3, merupakan komponen penting dalam jaringan otak. Karena itu, Omega 3 sering dikaitkan dengan dukungan terhadap perkembangan dan fungsi otak anak.
Meski begitu, penting untuk dipahami bahwa Omega 3 atau Omega 6 tidak secara langsung membuat anak menjadi lebih pintar. Kecermatan, konsentrasi, dan kemampuan belajar anak dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pola tidur, stimulasi, aktivitas fisik, lingkungan belajar, pola asuh, serta kecukupan gizi secara keseluruhan.
Jadi, Omega 3 dan Omega 6 sebaiknya dipahami sebagai bagian dari dukungan nutrisi harian, bukan sebagai satu-satunya penentu kecerdasan anak.
Tidak semua anak mudah menerima berbagai jenis makanan sumber lemak sehat, seperti ikan, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Ada anak yang pilih-pilih makanan, cepat bosan, atau hanya mau makan menu tertentu.
Dalam kondisi seperti ini, orang tua tetap perlu berusaha memperkenalkan makanan yang bervariasi. Namun, minuman bernutrisi seperti susu juga dapat membantu melengkapi asupan harian anak.
Susu UHT yang mengandung Omega 3 & 6 bisa menjadi salah satu pilihan praktis untuk membantu anak mendapatkan tambahan nutrisi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Anak usia 2–12 tahun biasanya memiliki aktivitas yang padat, baik di rumah maupun di sekolah. Mereka membutuhkan energi untuk bermain, bergerak, belajar, dan berinteraksi dengan orang lain.
Agar anak bisa menjalani rutinitasnya dengan baik, kebutuhan gizinya perlu dipenuhi dari makanan utama, camilan sehat, dan minuman bernutrisi.
Susu dapat menjadi salah satu pelengkap asupan harian, terutama bila dikonsumsi pada waktu yang sesuai, misalnya saat sarapan, sebagai bagian dari bekal, atau sebagai minuman di sela aktivitas.

Memilih susu anak sebaiknya dilakukan dengan melihat kebutuhan anak secara menyeluruh. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan orang tua.
Setiap tahap usia memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Karena itu, orang tua perlu memastikan susu yang dipilih sesuai dengan usia anak.
Untuk anak usia 2–12 tahun, pilih susu yang memang ditujukan untuk anak dalam rentang usia tersebut. Informasi ini biasanya dapat dilihat pada kemasan produk.
Saat membaca label susu, orang tua dapat memperhatikan apakah produk tersebut mengandung Omega 3 dan Omega 6. Kandungan ini dapat menjadi salah satu pertimbangan karena keduanya termasuk asam lemak esensial yang diperlukan tubuh.
Susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega dapat menjadi pilihan yang dipertimbangkan karena mengandung Omega 3 & 6. Kandungan ini dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak usia 2–12 tahun sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Selain Omega 3 dan Omega 6, orang tua juga perlu memperhatikan kandungan zat gizi lain dalam susu. Protein, kalsium, vitamin D, dan beberapa vitamin serta mineral lain juga penting untuk mendukung pertumbuhan anak.
Produk susu dapat berkontribusi pada asupan zat gizi anak, tetapi tetap tidak boleh menjadi satu-satunya sumber nutrisi. Anak tetap perlu mendapatkan zat gizi dari makanan utama seperti nasi atau sumber karbohidrat lain, lauk pauk, sayur, buah, dan sumber lemak sehat.
Rasa susu yang nikmat memang dapat membantu anak lebih mudah menerimanya. Namun, orang tua tetap perlu memperhatikan kandungan gula dalam produk.
Saat memilih susu, biasakan membaca informasi nilai gizi dan komposisi pada kemasan. Pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan anak dan berikan dalam porsi yang wajar.
Jika anak sudah cukup banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis lain dalam sehari, orang tua bisa lebih berhati-hati dalam memilih varian susu dan mengatur frekuensi konsumsinya.
Anak cenderung lebih mudah menerima minuman yang rasanya disukai. Karena itu, rasa tetap menjadi pertimbangan penting.
Namun, rasa sebaiknya tidak menjadi satu-satunya alasan memilih susu. Pilihan terbaik adalah susu yang rasanya nikmat, sesuai usia anak, dan memiliki kandungan nutrisi yang dapat membantu melengkapi kebutuhan hariannya.
Susu bukan pengganti makanan utama. Susu dapat membantu melengkapi asupan gizi, tetapi anak tetap perlu makan makanan bergizi seimbang setiap hari.
Jika anak terlalu banyak minum susu hingga menolak makan, porsi dan jadwal konsumsi susu perlu diatur kembali. Orang tua dapat memberikan susu sebagai pelengkap, bukan sebagai pengganti nasi, lauk, sayur, dan buah.
Susu UHT adalah susu yang diproses dengan pemanasan suhu tinggi dalam waktu singkat untuk membantu menjaga keamanan produk dan membuatnya lebih praktis disimpan sesuai petunjuk kemasan.
Bagi orang tua, susu UHT bisa menjadi pilihan praktis karena mudah dibawa sebagai bekal, dapat dikonsumsi di sela aktivitas, dan tersedia dalam ukuran yang sesuai untuk anak.
Namun, tetap penting untuk memilih susu UHT berdasarkan kandungan nutrisi dan kesesuaian usia anak. Orang tua juga perlu mengikuti anjuran penyimpanan pada kemasan dan memastikan produk dikonsumsi sebelum tanggal kedaluwarsa.
Susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega dapat menjadi salah satu pilihan bagi orang tua yang ingin memberikan susu bernutrisi untuk anak usia 2–12 tahun.
Produk ini mengandung Omega 3 & 6 yang dapat membantu melengkapi asupan nutrisi anak. Kandungan ini relevan untuk mendukung kebutuhan anak dalam masa tumbuh kembang, termasuk saat anak aktif belajar dan bermain.
Frisian Flag UHT Nutribrain Omega juga hadir dalam pilihan rasa yang nikmat, sehingga dapat disesuaikan dengan kesukaan anak. Dengan begitu, susu ini dapat menjadi bagian dari rutinitas harian anak yang tetap praktis bagi orang tua.
Meski demikian, susu ini tetap perlu dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Anak tetap membutuhkan makanan utama, sayur, buah, lauk berprotein, sumber karbohidrat, serta cairan yang cukup setiap hari.
Agar konsumsi susu lebih seimbang, orang tua dapat mengatur waktu pemberiannya. Berikut beberapa contoh cara memasukkan susu ke dalam rutinitas harian anak.
Susu dapat diberikan bersama menu sarapan seperti roti, telur, oatmeal, buah, atau nasi dengan lauk sederhana. Sarapan yang cukup membantu anak memiliki energi untuk memulai aktivitas.
Susu UHT dalam kemasan praktis dapat menjadi salah satu pilihan minuman untuk bekal anak. Orang tua dapat memasangkannya dengan makanan bernutrisi seperti roti isi, buah, atau camilan sehat lainnya.
Setelah bermain atau belajar, anak mungkin membutuhkan minuman yang praktis dan disukai. Susu dapat menjadi pilihan, selama tetap diberikan sesuai porsi dan tidak menggantikan waktu makan utama.
Orang tua dapat menjadikan susu sebagai bagian dari kebiasaan makan harian yang teratur. Namun, pastikan anak tetap mendapatkan variasi makanan dari berbagai kelompok pangan.
Agar tidak salah memilih, berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari orang tua.
Rasa memang penting, tetapi kandungan gizi juga perlu diperhatikan. Pilih susu yang nikmat sekaligus memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Susu adalah pelengkap, bukan pengganti makanan utama. Anak tetap perlu mendapatkan makanan bergizi seimbang dari berbagai sumber.
Label kemasan membantu orang tua memahami kandungan gizi, komposisi, porsi saji, dan usia yang sesuai. Membaca label adalah langkah sederhana untuk memilih produk dengan lebih cermat.
Jika anak memiliki alergi susu sapi, intoleransi laktosa, gangguan pencernaan, atau kondisi medis tertentu, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi sebelum memilih susu.
Konsultasikan ke dokter anak atau ahli gizi bila anak sering menolak makan, berat badan sulit naik, tampak mudah lelah, memiliki alergi, mengalami gangguan pencernaan setelah minum susu, atau memiliki kondisi medis tertentu.
Orang tua juga dapat berkonsultasi bila masih bingung memilih susu yang sesuai dengan kebutuhan anak. Dengan begitu, pilihan nutrisi anak dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatannya.
Omega 3 dan Omega 6 adalah asam lemak esensial yang penting diperhatikan dalam pilihan susu anak usia 2–12 tahun. Keduanya berperan sebagai bagian dari asupan lemak sehat yang mendukung kebutuhan tubuh anak selama masa tumbuh kembang.
Saat memilih susu anak, orang tua sebaiknya memperhatikan kesesuaian usia, kandungan nutrisi, Omega 3 dan Omega 6, kandungan gula, rasa, serta porsi konsumsi.
Susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega dapat menjadi salah satu pilihan untuk anak usia 2–12 tahun karena mengandung Omega 3 & 6. Dengan rasa yang nikmat dan kandungan nutrisi yang mendukung, susu ini dapat membantu melengkapi asupan harian anak sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Dror, Daphna K., and Lindsay H. Allen. “Dairy Product Intake in Children and Adolescents in Developed Countries: Trends, Nutritional Contribution, and a Review of Association with Health Outcomes.” Nutrition Reviews, vol. 72, no. 2, 2014, pp. 68–81. https://doi.org/10.1111/nure.12078
EFSA Panel on Dietetic Products, Nutrition and Allergies (NDA). “Scientific Opinion on the Substantiation of a Health Claim Related to Docosahexaenoic Acid (DHA) and Contribution to Normal Brain Development Pursuant to Article 14 of Regulation (EC) No 1924/2006.” EFSA Journal, vol. 12, no. 10, 2014, article 3840. https://doi.org/10.2903/j.efsa.2014.3840
Innis, Sheila M. “Dietary (n-3) Fatty Acids and Brain Development.” The Journal of Nutrition, vol. 137, no. 4, 2007, pp. 855–859. https://jn.nutrition.org/article/S0022-3166(22)09147-7/fulltext
National Institutes of Health Office of Dietary Supplements. “Omega-3 Fatty Acids: Fact Sheet for Health Professionals.” NIH Office of Dietary Supplements. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Omega3FattyAcids-HealthProfessional/
Nyaradi, Anett, et al. “The Role of Nutrition in Children’s Neurocognitive Development, from Pregnancy through Childhood.” Frontiers in Human Neuroscience, vol. 7, 2013, article 97. https://doi.org/10.3389/fnhum.2013.00097
van der Wurff, Inge S. M., Barbara J. Meyer, and Renate H. M. de Groot. “Effect of Omega-3 Long Chain Polyunsaturated Fatty Acids (n-3 LCPUFA) Supplementation on Cognition in Children and Adolescents: A Systematic Literature Review with a Focus on n-3 LCPUFA Blood Values and Dose of DHA and EPA.” Nutrients, vol. 12, no. 10, 2020, article 3115. https://doi.org/10.3390/nu12103115
World Health Organization. Guideline: Sugars Intake for Adults and Children. World Health Organization, 2015. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549028
Versi Terbaru
30/06/2026
Ditulis oleh Wicak Hidayat
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Wicak Hidayat
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro