Tips Membesarkan Anak Laki-Laki yang Menghormati Perempuan dan Wanita

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter dan kepribadian anak. Termasuk anak laki-laki yang perlu diajarkan menghormati anak perempuan seusianya dan yang lebih dewasa. Namun, bagaimana caranya? Jangan bingung, simak tips membesarkan putra Anda supaya dapat bersikap baik pada perempuan berikut ini.

Kenapa anak laki-laki perlu menghormati perempuan?

Tidak bisa dipungkiri bahwa kasus kekerasan dan pelecehan seksual memang sering terjadi. Sebagian besar korbannya adalah anak perempuan atau wanita.

Pelakunya kebanyakan pria, bahkan ada pula anak laki-laki yang masih remaja. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Tindak kekerasan dan pelecehan pada wanita terjadi akibat kurangnya pemahaman pelaku untuk menghargai, menghormati, dan melindungi wanita.

Bukan cuma pelecehan dan kekerasan, sikap tidak menghargai wanita ini bisa ditunjukkan dengan berbagai cara.

Memanggil dengan sebutan yang merendahkan, menuntut untuk dipatuhi, menganggap wanita lemah, dan mengabaikan pendapat wanita adalah beberapa contoh di antaranya.

Melakukan tindakan tersebut, tidak hanya membangun citra diri yang buruk di mata orang lain. Namun, dapat menjerumuskan mereka pada tindakan kriminal sehingga harus berurusan dengan hukum.

Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi pada si buah hati kelak, bukan?

Supaya putra Anda Anda tidak melakukan tindakan buruk ini di kemudian hari, peran orangtua sangat dibutuhkan. Salah satunya untuk mengajari anak untuk menghormati wanita atau anak perempuan seusianya semenjak ia kecil.

Tips membesarkan anak yang menghormati wanita

anak korban bully

Mengajari anak untuk bersikap hormat dan menghargai wanita memang bukan perkara mudah. Namun, Anda tidak perlu khawatir.

Coba ikuti beberapa langkah berikut ini supaya Anda lebih mudah untuk membesarkan anak laki-laki yang dapat menghargai wanita.

1. Beri mereka pemahaman

Supaya anak bisa menghormati perempuan, Anda perlu memberi mereka pemahaman. Namun ingat, cara memberitahukannya harus jelas dan pilihan katanya harus mudah dimengerti.

Misalnya, dalam kasus memilih atau mencalonkan diri sebagai ketua kelas. Jika kandidat lainnya adalah perempuan, beri tahu anak untuk tidak merendahkan atau menganggap anak perempuan itu lemah.

Baik anak laki-laki atau perempuan, tetap bisa menjadi pemimpin di kelasnya.

Selain itu, jelaskan pula pada anak untuk tidak berbuat kasar pada perempuan, seperti memukul, menjambak rambut, atau melakukan tindakan lain yang menyakiti.

2. Tunjukkan bahwa banyak tokoh wanita yang hebat

Pahlawan, pemimpin negara, hingga tokoh heroik dalam cerita anak memang cenderung menggambarkan sosok pria. Namun, bukan berarti perempuan memiliki derajat dan kemampuan di bawah laki-laki.

Anda bisa menunjukkan banyak tokoh perempuan hebat pada si kecil. Misalnya, Cut Nyak Dien dan R. A. Kartini sebagai pahlawan wanita yang membela bangsa.

Jangan lupa, sebagai seorang ibu, Anda juga termasuk sosok yang hebat dalam membesarkan dan merawat anak-anaknya.

3. Kembangkan kemampuan emosional anak

Mengajarkan anak untuk menghormati perempuan akan melibatkan emosi dalam diri anak. Anak perlu diajari untuk menyadari bahwa semua orang ingin diperlakukan adil.

Terlepas dari jenis kelaminnya, setiap orang ingin dihormati, dihargai, diperlakukan dengan baik.

Nah, supaya anak dapat merasakan hal ini, ia perlu mengembangkan empati. Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain.

Ada banyak cara untuk mengembangkan empati anak yang bisa Anda lakukan supaya anak menghormati perempuan dan wanita, di antaranya:

  • Membantu anak mengatasi emosi negatif yang muncul. Misalnya, “Tadi Bunga menangis karena tidak dipinjami mainan, ya? Hmm, bagaimana kalau mainnya gantian? Itu ‘kan mainan milik kamu, sementara Bunga tidak punya mainan itu. Pinjami saja sebentar, dan nanti kamu akan tetap bisa memainkannya di rumah.” Perkataan tersebut bukan hanya mengajarkan anak untuk saling berbagi. Namun, bisa juga meredakan kekesalan anak sekaligus membuat ia rukun kembali dengan teman sepermainannya.
  • Melatih kemampuan anak untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Misalnya, mendatangi tempat penyantunan orang-orang yang kurang mampu, seperti panti asuhan atau panti sosial, serta memberikan pemahaman kepadanya.

4. Tidak memanjakannya

Masih banyak orangtua yang memanjakan anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Budaya patriarki di Indonesia turut mendukung hal ini.

Contohnya, membebastugaskan mereka dari pekerjaan rumah, seperti mengepel, menyapu, atau mencuci piring. Meskipun hal ini memang umumnya tugas ibu rumah tangga alias perempuan, bukan berarti Anda bisa membebaskan anak dari tugas tersebut.

Memberikan tanggung jawab pada putra Anda untuk melakukan hal tersebut bisa membangun kepribadiannya menjadi lebih mandiri.

Tak hanya itu, melakukan pekerjaan rumah juga bisa menambah pemahaman anak untuk belajar merasakan bahwa menjadi seorang ibu—yang notabene seorang wanita—bukan tugas yang mudah.

Hal ini dapat membangun kesadaran dalam diri anak untuk menghormati perempuan.

5. Jadilah contoh

Selain memberi pemahaman, seorang ayah perlu menjadi model yang baik bagi putranya. Terutama dalam melibatkan diri untuk ikut melakukan pekerjaan rumah yang biasanya sang ibu lakukan.

Ayah pun boleh saja ikut membantu menyapu halaman atau menyirami tanaman.

Dengan begitu, anak tidak lagi hanya sekadar membayangkan apa yang harus dilakukannya. Namun, mengikuti langsung apa yang dilakukan ayahnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca