Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Saat Mengajak Anak ke Terapis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Tidak semua anak dapat menghadapi emosi dengan baik. Hal ini tak jarang menghambat mereka untuk belajar dan beraktivitas. Jika emosi si kecil sudah tak terkendali, Anda membutuhkan bantuan terapis. Namun, sebelum mengajak anak untuk melakukan konsultasi ke terapis, ada baiknya untuk memahami lebih dahulu apa yang sebaiknya dilakukan.

Kenapa anak perlu konsultasi ke terapis?

terapi perilaku anak autis

Anak-anak dan remaja membutuhkan terapi ketika mereka menghadapi masalah yang tidak dapat diselesaikan sendiri.

Jika dibiarkan, hal ini akan memengaruhi seberapa baik mereka dalam merasakan dan melakukan sesuatu serta mengambil tindakan pada situasi tertentu.

Terapi membantu mengembangkan keterampilan anak untuk mengubah perspektif sehingga membantu mereka untuk memecahkan masalah, mengatasi stres dan kecemasan.

Menurut Cleveland Clinic, ada berbagai kondisi yang membuat anak membutuhkan konsultasi ke terapis, di antaranya:

  • Memiliki masalah dalam menjalin hubungan dengan keluarga dan persahabatan.
  • Merasa dirinya buruk, kurang percaya diri, mudah putus asa, dan anak cemas akan masa depan.
  • Mengalami perubahan pada kebiasaan tidur dan nafsu makan.
  • Sering melakukan perilaku negatif, seperti memukul, berteriak, atau menggigit
  • Melakukan sesuatu yang menyakiti diri sendiri, seperti memukul dirinya sendiri atau pernah terpikirkan untuk bunuh diri.

Apa saja yang dilakukan anak saat terapi?

Saat Anda mengajak anak konsultasi ke terapis, sesi pertama yang biasanya dilakukan yaitu mengobrol lebih dalam. Terapis akan mengajukan berbagai pertanyaan pada anak dan mendengarkan apa yang dirasakannya.

Sesi ini membantu terapis mengetahui lebih dalam masalah yang dialaminya dan memberi tahu perawatan apa yang bisa membantu anak keluar dari masalahnya.

Ketika anak mencurahkan semua yang dirasakannya, perasaan mereka akan menjadi lebih baik. Sama seperti orang dewasa yang merasa lebih tenang setelah curhat ke temannya.

Selain sesi konsultasi ke terapis, anak biasanya perlu menjalani perawatan tambahan, di antaranya:

Melakukan kegiatan tertentu

Melalui kegiatan tertentu membuat anak belajar banyak hal tentang perasaan mereka, meningkatkan perhatiannya, dan mengurangi stres.

Kegiatan yang biasanya dilakukan adalah menggambar, mewarnai, dan membuat suatu karya.

Memelajari keterampilan baru

Kegiatan selanjutnya yang kerap dianjurkan yaitu terapi permainan.

Kegiatan ini membuat anak belajar untuk mengontrol diri, mendengarkan dan mengikuti arahan, berbagi, dan mencoba sesuatu yang baru serta mengulanginya meski gagal.

Belajar menyelesaikan masalah

Kegiatan lain yang akan dilakukan yaitu berdiskusi tentang masalah yang mereka hadapi dan bagaimana cara mengatasinya.

Terapis akan membantu anak untuk memberikan berbagai solusi terbaik supaya anak tidak lagi merasa cemas.

Apa yang harus dilakukan orangtua jika anak menjalani terapi?

periksa dokter anak diagnosis

Orangtua memiliki peran penting saat anak melakukan konsultasi dan perawatan ke terapis. Orangtua harus mendukung perawatan dengan melakukan berbagai hal berikut ini.

1. Menemukan terapis yang tepat

Menemukan terapis yang tepat jadi kunci penting dalam menentukan keberhasilan perawatan.

Pilih terapis yang berpengalaman dalam bidangnya. Mintalah rekomendasi dari orang-orang sekitar yang sebelumnya pernah ke terapis anak.

Tidak hanya itu, lihat juga bagaimana pendekatan yang dilakukan terapis dalam menghadapi anak. Selanjutnya, pantau bagaimana perkembangan anak selama menjalani perawatan.

2. Meluangkan waktu untuk menemaninya

Bentuk dukungan lain yang bisa dilakukan yaitu membuat jadwal untuk konsultasi ke terapis.

Cara ini mempermudah rencana perawatan jika dilakukan dalam jangka panjang. Selain itu, temani anak setiap kali ia harus menjalani terapi.

3. Menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak

Selain konsultasi ke terapis, perawatan anak akan berjalan lebih maksimal jika Anda juga ikut terlibat. Terlibat di sini dalam artian menghabiskan waktu bersama anak lebih banyak.

Kehadiran Anda memberi kenyamanan dan keamanan bagi anak. Selain itu, Anda juga bisa membantu anak untuk mengatasi masalah yang dihadapinya sesuai bsimbingan dari terapis.

Sumber fotio:Online Educations.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berkonsultasi dengan Teman Psikolog, Bagaimana Aturannya?

Tentu menyenangkan memiliki teman yang memahami ilmu psikologi. Namun, bolehkah Anda melakukan konsultasi dengan teman yang bekerja sebagai psikolog?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 26/01/2020 . 4 menit baca

5 Jenis Terapi Perilaku untuk Anak dengan Autisme

Terapi perilaku anak autis sudah digunakan sejak lama untuk membuat anak menguasai keterampilan baru. Apa saja jenis terapi perilaku tersebut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Anak, Parenting 09/12/2019 . 7 menit baca

Terapi Makan, Solusi Orangtua untuk Anak yang Susah Makan

Pusing tujuh keliling karena balita Anda menolak makan? Jangan khawatir, Anda bisa mencoba terapi untuk anak yang susah makan sebagai solusinya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 01/12/2019 . 5 menit baca

Kapan Anak Perlu Mengikuti Terapi Kejiwaan dan Perilaku?

Anak yang mengalami masalah dengan emosi dan perilaku memerlukan terapi kejiwaan khusus untuk anak. Namun, kapan anak membutuhkannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Parenting, Tips Parenting 09/07/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . 6 menit baca

Bagaimana Hubungan Psikolog dan Klien Seharusnya Terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15/02/2020 . 5 menit baca