Anak Berjalan Sambil Tidur, Apa yang Harus Dilakukan?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . 5 mins read
Bagikan sekarang

Anak Anda sering berjalan ketika tidur? Bisa jadi anak Anda mengalami somnambulism. Kondisi ini terjadi saat seorang anak bangun ketika tidur, namun tidak menyadari perbuatan mereka. Keadaan ini banyak terjadi pada anak usia 4 hingga 8 tahun.

Kebanyakan anak yang mengalami somnambulism, mulai berjalan sekitar satu hingga dua jam setelah tertidur. Lamanya satu episode kira-kira dapat bertahan dari 5 hingga 15 menit. Perilaku ini biasanya tidak berbahaya dan sebagian besar anak akan sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, kondisi ini dapat menjadi berbahaya jika tidak diperhatikan, penting bagi Anda untuk menjaga anak Anda agar tidak terluka saat mereka berjalan sambil tidur.

Apa penyebab anak berjalan sambil tidur?

Terdapat beberapa faktor yang dapat menimbulkan kondisi ini seperti:

  • kelelahan atau kurang tidur
  • kebiasaan tidur yang tidak teratur
  • stress atau kecemasan
  • lingkungan tidur yang berubah-ubah
  • sakit atau demam
  • obat tertentu seperti obat penenang, stimulan, dan anti-histamin
  • faktor genetik (riwayat keluarga somnambulism)

Walaupun jarang, berjalan sambil tidur dapat merupakan gejala dari kondisi medis tertentu, seperti:

  • Sleep apnea (keadaan saat seseorang berhenti bernapas dalam waktu singkat saat tidur).
  • Night terror (mimpi buruk hebat yang terjadi saat tidur dalam).
  • Migrain.
  • Restless leg syndrome (RLS).
  • Cedera kepala.

Apa saja gejalanya?

Berjalan sambil tidur tentunya merupakan gejala utama yang paling jelas pada somnambulism. Akan tetapi, terdapat pula beberapa gejala lain yang menyertai kondisi ini, seperti:

  • Duduk di tempat tidur dan melakukan gerakan berulang-ulang.
  • Bangun dan berjalan mengelilingi rumah.
  • Berbicara atau bergumam dalam tidur.
  • Tidak memberi respon saat diajak bicara.
  • Membuat gerakan yang ceroboh.
  • Buang air kecil di sembarang tempat.
  • Melakukan gerakan yang rutin atau berulang-ulang seperti membuka dan menutup pintu.

Bagaimana mendiagnosisnya?

Biasanya, dokter akan dapat mendiagnosa kondisi ini berdasarkan cerita dari anggota keluarga mengenai perilaku anak. Umunya, tidak ada pengobatan yang diperlukan untuk mengatasi kondisi ini. Dokter Anda mungkin akan memeriksa anak Anda dan memintanya melakukan beberapa tes psikologi untuk menyingkirkan kondisi lain yang dapat menyebabkan somnambulism. Jika terdapat kondisi medis lain yang menyebabkan kondisi anak Anda, maka anak Anda mungkin akan membutuhkan pengobatan untuk menyembuhkan kondisi medis tersebut.

Jika dokter mencurigai bahwa terdapat gangguan tidur lain seperti sleep apnea atau night terror, dokter mungkin akan meminta pemeriksaan saat tidur. Pada saat tidur, beberapa elektroda akan dipasangkan pada tubuh anak untuk mengukur detak jantung, gelombang otak, frekuensi napas, ketegangan otot, pergerakan mata dan kaki, serta kadar oksigen dalam tubuh. Sebuah kamera juga akan dipasang untuk merekam perilaku anak saat tidur.

Jika somnambulism yang diderita anak Anda sangat menggangu, dokter mungkin akan menyarankan untuk membangunkan anak Anda pada jadwal yang ditetapkan. Untuk melakukan hal ini, Anda harus mengetahui kira-kira pukul berapa biasanya anak akan terbangun dan mulai berjalan dalam tidurnya. Setelah mengetahuinya, Anda akan diminta membangunkan anak Anda 15 menit sebelum waktu yang telah diperkirakan. Hal ini dapat membantu mengatur ulang siklus tidur anak dan mengontrol perilaku tidur anak.

Jika kondisi ini mengakibatkan perilaku yang berbahaya atau kelelahan yang berlebihan, dokter mungkin akan meresepkan obat bagi anak Anda seperti anti-depresan atau benzodiazepine.

Bagaimana cara menangani anak yang suka berjalan sambil tidur?

Jika Anda menyadari bahwa anak Anda berjalan dalam tidur, Anda dapat menuntun anak Anda kembali ke tempat tidur secara perlahan. Jangan membangunkan anak Anda saat berjalan sambil tidur, karena hal ini dapat memicu perilaku yang agresif. Cukup ajak anak secara perlahan dengan kata-kata dan arahkan mereka kembali ke tempat tidur.

Anda juga dapat melakukan hal berikut untuk menjaga keamanan anak Anda:

  • Menutup dan mengunci semua jendela dan pintu saat malam.
  • Memasang alarm pada pintu dan jendela atau memasang kunci yang tidak dapat dijangkau oleh anak Anda.
  • Menyingkirkan semua benda yang dapat menyebabkan tersandung.
  • Menyingkirkan semua benda tajam dan mudah pecah dari sekitar tempat tidur anak.
  • Jangan membiarkan anak Anda tidur di ranjang tingkat.
  • Memasang pagar pengaman di depan tangga atau koridor rumah.
  • Rendahkan semua suhu air di kamar mandi untuk mencegah luka bakar.
  • Simpan kunci di luar jangkauan anak.

Bagaimana mencegah anak tidur berjalan?

Membantu anak Anda mengembangkan kebiasaan tidur yang baik dan mengajarkan teknik relaksasi dapat membantu mencegah somnambulism. Cobalah untuk melakukan hal berikut:

  • Ajak anak tidur pada waktu yang sama setiap malam.
  • Lakukan rutinitas sebelum tidur yang menenangkan seperti mandi air hangat atau mendengarkan lagu yang menenangkan.
  • Ciptakan lingkungan yang gelap, sepi, dan nyaman untuk tidur.
  • Turunkan suhu kamar hingga kurang dari 24 derajat C .
  • Batasi konsumsi cairan sebelum tidur dan pastikan anak Anda ke kamar kecil sebelum tidur.
  • Hindari kafein dan gula sebelum tidur.

Berkonsultasilah pada dokter jika Anda memiliki kekhawatiran lain. Laporkan kepada dokter jika kondisi anak berlanjut hingga waktu yang cukup lama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . 5 mins read

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . 4 mins read

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . 4 mins read

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Fakta Unik 29/05/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 mins read
sleep texting adalah

Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . 5 mins read
somniphobia

Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 7 mins read