Saat memasuki usia 2 tahun, anak Anda akan memiliki kemampuan baru yang lebih banyak lagi dibanding usia-usia sebelumnya. Orang tua tentu perlu mendampingi masa emas ini dengan memberikan nutrisi yang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Konten Bersponsor
Saat memasuki usia 2 tahun, anak Anda akan memiliki kemampuan baru yang lebih banyak lagi dibanding usia-usia sebelumnya. Orang tua tentu perlu mendampingi masa emas ini dengan memberikan nutrisi yang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Pada perkembangan usia 2 tahun, tubuh anak sudah bisa bergerak dengan lebih baik, begitu pun dengan kemampuan berpikirnya. Apa saja perkembangannya? Ketahui selengkapnya di bawah ini.

Berikut perkembangan kemampuan yang sudah dimiliki anak pada usia 2 tahun.
Untuk kemampuan motorik kasar pada anak usia 24 bulan, ada banyak pencapaian yang sudah ia lakukan.
Biasanya si Kecil sudah mampu melompat, menendang bola, serta berlari hingga berusaha berdiri dengan satu kaki walau masih sering jatuh.
Selain itu, ia sudah dapat membungkuk dan mengambil sesuatu dari lantai.
Pada masa perkembangan anak usai 2 tahun, kemandirian anak sudah semakin meningkat.
Anak sudah bisa melakukan beberapa hal sendiri, seperti memakai celana, mencuci tangan dan mengeringkannya, menyikat gigi meski perlu dibantu oleh Anda, dan menyebutkan nama temannya.
Perkembangan emosional balita usia dua tahun juga sudah bisa memilih apa yang ingin dipakai dan akan kesal jika tidak dituruti.
Pada perkembangan usia 2 tahun, anak Anda sudah mulai mengerti konsep benda dan hubungannya dengan sekitar.
Mengutip dari Kids Health, anak mulai menggunakan kata yang tepat. Sebagai contoh, ia lebih sering mengatakan ‘makan’ daripada ‘mamam’ yang merupakan bahasa bayi.
Untuk perkembangan bahasa anak, kosakata pada masa perkembangan usia 24 bulan atau 2 tahun akan terdengar ucapannya hampir semua sudah jelas dan bisa dimengerti.
Dalam grafik Denver II ditunjukkan bahwa anak sudah bisa menunjuk empat gambar dan mengucapkan gambar yang dilihatnya.
Anak juga sudah fasih mengucapkan bagian tubuh, setidaknya enam bagian, misal kaki, mata, tangan, jari, kaki, hidung, dan mulut.
Untuk perkembangan anak 24 bulan atau 2 tahun dalam hal kemampuan motorik halus, si Kecil sudah bisa menyusun balok sampai delapan tingkat.
Tak hanya itu, ia juga mampu menyusun benda menjadi vertikal dan mahir membuka lembaran buku cerita miliknya. Ia sudah merasa percaya diri dalam bergerak.
Mengutip dari Understood, berikut beberapa kemampuan motorik halus dalam perkembangan anak usia 2 tahun.
Untuk melatih kemampuan motorik halusnya, Anda bisa mengajak si Kecil bermain lilin malam atau menggambar.
Pada usia dua tahun, kemampuan kognitif bayi mencakup belajar kemandirian dan menyelesaikan masalah sederhana, seperti berikut ini.
Selain itu, si Kecil sudah bisa mengikuti arahan sederhana. Sebagai contoh, mengambil mainan, menyimpan di tempatnya, dan melepas sepatu.

Untuk membantu kemampuan dan perkembangan balita usia 2 tahun, orangtua bisa melakukan beberapa hal, seperti berikut ini.
Bila Anda ingin melatih perkembangan anak usia 2 tahun untuk memakai pakaian sendiri, Anda bisa memakaikan si Kecil baju berkancing atau pakaian yang ada pengaitnya.
Agar anak tidak bosan, pilihkan pakaian berkancing seminggu 2—3 kali dengan ukuran kancing yang besar.
Selain memakai baju sendiri, anak Anda juga perlu berlatih memakai sepatu atau sandal sendiri. Ini merupakan cara mudah untuk melatih kemandirian anak.
Ini adalah upaya untuk meningkatkan perkembangan anak 24 bulan atau 2 tahun dalam kemampuan sosial dan bahasa.
Sebagai contoh, Anda bisa mengobrol dengan anak tentang saudara atau keluarga yang jauh.
“Rumah nenek jauh dari sini” atau “kalau pagi ayah bekerja, lalu pulangnya malam hari”. Kalimat sederhana ini membuat anak memahami apa yang orang lain lakukan dan menambah kosakata anak.
Mengarahkan anak dengan instruksi sederhana adalah salah satu cara untuk meningkatkan perkembangan anak 24 bulan.
Berikan serangkaian instruksi sederhana yang mudah dipahami anak. Misalnya mengembalikan mainan ke tempatnya, membuang sampah, atau menyimpan pakaian kotor ke dalam keranjang.
Selain beberapa upaya di atas, orang tua juga dapat mendukung tumbuh kembang anak dengan memberikan asupan nutrisi yang tinggi nutrisi, salah satunya makanan atau minuman yang mengandung zat besi.
Zat besi bukan nutrisi biasa. Tercukupinya kebutuhan zat besi penting untuk mencegah anemia dan mendukung tumbuh kembang anak.
Zat besi merupakan salah satu mikronutrien penting yang mendukung perkembangan daya pikir anak.
Menurut penelitian, anak yang asupan zat besi hariannya optimal terbukti lebih cerdas, daya ingatnya lebih bagus, konsentrasinya lebih bagus dibandingkan dengan anak yang kekurangan zat besi.
Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk memastikan kebutuhan zat besi harian si Kecil terpenuhi.
Asupan zat besi dapat diperoleh dengan memberikan asupan nutrisi seimbang, terutama dari sumber protein hewani yang kaya zat besi.
Salah satunya adalah susu yang terfortifikasi zat besi menjadi nutrisi tambahan pilihan untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian si Kecil.
Untuk itu, bantu optimalkan kebutuhan zat besi harian si Kecil dengan berikan susu yang terfortifikasi dengan kombinasi unik zat besi dan vitamin C.
Kombinasi unik Zat Besi dan Vitamin C dapat memaksimalkan penyerapan zat besi di dalam tubuh hingga 2x lipat, bantu lengkapi kebutuhan zat besi harian si Kecil dan dukung perkembangan otaknya.
Kontrol kesehatan dan perkembangan anak pada usia 2 tahun sangatlah penting. Dokter akan memeriksa kesehatan umum anak dan memastikan anak Anda berkembang sesuai usianya.
Dokter akan mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak Anda. Berdasarkan Centers of Disease Control and prevention (CDC), di usia ini pertumbuhan anak biasanya ada di rentang berikut.
Dokter akan menghitung indeks massa tubuh (IMT) anak. Jika IMT anak Anda persentil 85 hingga 94 artinya anak Anda overweight (gemuk).
Jika dokter mengatakan IMT pada persentil ≥95, artinya anak Anda tergolong anak obesitas. Penting untuk orangtua tahu mengenai berat dan tinggi badan balita sesuai dengan usianya.
Selalu konsultasikan ke dokter jika Anda khawatir terhadap tumbuh kembang si Kecil.

Untuk membantu dokter mengevaluasi dengan tepat, Anda harus mendiskusikan dengan dokter hal berikut ini.
Kebanyakan anak usia ini tidur sekitar 11 jam pada malam hari dan tidur siang selama 2 jam. Sebagian anak tidak mau tidur siang, lebih suka tidur malam yang lebih panjang.
Jika anak Anda terbangun karena mimpi buruk, beritahukan pada dokter. Mimpi buruk atau night terror sering terjadi pada masa ini. Tanyakan pada dokter apa yang harus Anda lakukan jika hal ini terjadi.
Pada usia ini sebaiknya Anda membatasi makanan manis yang dimakan oleh si Kecil.
Jika anak Anda terus makan makanan manis, bicarakan dengan dokter. Dokter biasanya memiliki rekomendasi camilan sehat yang bisa dikonsumsi untuk memperbaiki pola makan si Kecil.
Banyak anak berjalan mengangkang pada usia ini karena kakinya masih berkembang. Namun jangan khawatir karena lama-lama cara berjalannya akan normal seperti biasa.
Saat ini anak lebih dapat mengendalikan tangan serta kakinya dan lebih terkoordinasi.
Ia tidak sulit menendang bola, membangun menara balok, memanjat barang, meloncat, dan naik turun tangga. Pastikan ia memiliki banyak kesempatan untuk bergerak dan menjelajah.
Anda mungkin akan selalu mencemaskan bagaimana perkembangan dan kebiasaan makan anak Anda.
Selain itu, pada perkembangan anak 24 bulan atau 2 tahun, Anda mungkin berharap si Kecil sudah lebih lancar bicara. Hal ini mungkin saja menjadi sumber kecemasan Anda.
Namun sebenarnya jangan terlalu khawatir. Memang ada beberapa anak terlambat bicara. Namun perlu dipahami, setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda-beda.
Pada perkembangan 24 bulan atau 2 tahun, anak umumnya dapat bicara lebih dari 50 kata dan menggunakan dua kata dalam sebuah kalimat.
Konsultasikan ke dokter spesialis anak bila si Kecil belum mampu melakukan hal di bawah ini, dikutip dari Center for Disease Control and Prevention (CDC).
Jika anak Anda belum mencapai pencapaian ini, tunggu hingga bulan depan. Jika belum terjadi hingga beberapa bulan, Anda boleh cemas dan diskusikan dengan dokter.
Perlu diketahui juga oleh orang tua, bahwa satu dari tiga anak Indonesia dibawah usia 5 tahun rentan terkena anemia yang dapat mengganggu perkembangan otaknya.
Hal ini dapat menimbulkan masalah kognitif seperti penurunan daya konsentrasi, memori yang mempengaruhi kemampuan belajar anak. Oleh karena itu, orang tua harus pastikan kebutuhan zat besi harian si Kecil terpenuhi.
Salah satunya dengan mengoptimalkan kebutuhan zat besi harian si Kecil dengan berikan susu yang terfortifikasi dengan zat besi dan vitamin C untuk bantu mencegah anemia defisiensi zat besi dan dukung perkembangan otaknya.
Kemudian, bagaimana perkembangan si Kecil usia 3 tahun?
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Parents Guide to Developmental Milestones. (2023). Retrieved 18 August 2023, from https://childmind.org/guide/parents-guide-to-developmental-milestones/#block_53e3928b-b5cc-44e8-a6a3-0b6c84cd7f06
Child development milestones . (2023). Retrieved 18 August 2023, from https://www.cambscommunityservices.nhs.uk/advice/staying-safe/childhood-development/milestones
default – Stanford Medicine Children’s Health. (2023). Retrieved 18 August 2023, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=the-growing-child-2-year-olds-90-P02303
Child development outcomes at 2 to 2 and a half years: annual data 2021 to 2022. (2023). Retrieved 18 August 2023, from https://www.gov.uk/government/statistics/child-development-outcomes-at-2-to-2-and-a-half-years-annual-data-2021-to-2022
2 Year Old Child Development Milestones – Children’s Hospital of Orange County. (2023). Retrieved 18 August 2023, from https://www.choc.org/primary-care/ages-stages/2-years/
2-Year Toddler Developmental Milestones | Help Me Grow MN. (2023). Retrieved 18 August 2023, from https://helpmegrowmn.org/HMG/DevelopMilestone/2Years/index.html
Milestones for 2-Year-Olds | HealthLink BC. (2023). Retrieved 18 August 2023, from https://www.healthlinkbc.ca/pregnancy-parenting/parenting-toddlers-12-36-months/toddler-growth-and-development/milestones-2
Toddler Developmental Milestones & Safety. (2023). Retrieved 18 August 2023, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/22625-toddler-developmental-milestones–safety
Your toddler’s developmental milestones at 2 years. (2023). Retrieved 18 August 2023, from https://www.unicef.org/parenting/child-development/your-toddlers-developmental-milestones-2-years
Your Child’s Development: 2 Years (24 Months) (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2023). Retrieved 18 August 2023, from https://kidshealth.org/en/parents/development-24mos.html
Developmental Milestones: 2 Year Olds. (2023). Retrieved 18 August 2023, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/Pages/Developmental-Milestones-2-Year-Olds.aspx
2 years. (2023). Retrieved 18 August 2023, from https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-2yr.html
Developmental Milestones for 2-Year-Olds. (2019). Retrieved 18 August 2023, from https://www.understood.org/en/articles/developmental-milestones-for-typical-2-year-olds
Versi Terbaru
06/11/2024
Ditulis oleh Riska Herliafifah
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
Diperbarui oleh: Riska Herliafifah