Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/06/2020 . 10 mins read
Bagikan sekarang

Setelah melahirkan, tugas ibu selanjutnya adalah menyusui si kecil. Namun terkadang, masalah muncul saat menyusui. Meski tidak sering terjadi, tapi ada ibu yang mengeluhkan ASI tidak kunjung keluar selama beberapa hari setelah melahirkan. Sebenarnya, apa penyebab kondisi ini?

Kenapa ASI tidak keluar setelah melahirkan?

rhinitis pada bayi

Setiap ibu tentu ingin memberikan ASI eksklusif pada bayi dengan maksimal. ASI yang tidak keluar setelah melahirkan sebenarnya terbilang normal dan tidak masalah. Ada ibu yang bisa langsung menyusui bayinya sesaat usai melahirkan atau tepatnya ketika melakukan inisiasi menyusui dini (IMD).

Namun, ada juga ibu yang baru bisa menyusui bayinya setelah hari kedua sampai ketiga setelah melahirkan. Tak perlu khawatir, karena ini merupakan hal yang normal terjadi.

Hanya saja, yang menjadi masalah yakni jika ASI ibu tak kunjung keluar sampai hari keempat atau lebih. Bahkan, mungkin ASI ibu keluar tetapi dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan bayinya.

Kelancaran produksi ASI dapat dipengaruhi oleh isapan bayi. Semakin sering bayi mengisap payudara ibu untuk mendapatkan ASI, akan semakin lancar juga ASI yang keluar.

Akan tetapi, jika ASI yang keluar sedikit sejak awal sehingga akhirnya ibu jarang memberikan ASI-nya pada bayi, lama-kelamaan produksi ASI pun berhenti. Alhasil, ASI bisa tak kunjung keluar dengan lancar.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut berbagai faktor penyebab ASI tidak keluar saat menyusui setelah melahirkan:

Faktor kelahiran

Faktor setelah melahirkan bisa menjadi salah satu alasan mengapa ASI tidak kunjung keluar. Beberapa penyebab kondisi ini terjadi setelah melahirkan bisa karena faktor-faktor berikut:

1. Ibu stres

Stres atau mengalami persalinan traumatik bisa memicu ASI hingga akhirnya susah atau tak keluar sama sekali. Penyebabnya biasanya terjadi karena proses persalinan yang sangat lama atau dilakukan dengan operasi caesar.

Secara tidak langsung, hal tersebut dapat memengaruhi hormon stres yang berdampak pada ASI pascamelahirkan.

2. Pemberian cairan infus selama persalinan

Penggunaan cairan intravena atau cairan infus selama proses persalinan bisa menadi salah satu penyebab produksi ASI Anda setelah melahirkan.

Cairan infus dapat memengaruhi payudara sehingga menyebabkan bengkak dan ASI tidak keluar sampai payudara kembali normal.

3. Kehilangan banyak darah setelah melahirkan

Kehilangan banyak darah misalnya lebih dari 500 mililiter (ml) setelah melahirkan bisa membuat produksi ASI jadi terhambat.

Biasanya, kondisi ini terjadi karena ibu mengalami perdarahan setelah melahirkan. Hal ini bisa mengganggu kerja kelenjar hipofisis di otak yang mengontrol hormon laktasi untuk memproduksi ASI.

4. Masalah pada plasenta

Plasenta yang sulit keluar dari rahim (retensio plasenta) atau masalah apa saja pada plasenta setelah melahirkan dapat menunda produksi ASI sehingga membuatnya tak juga keluar.

5. Obat selama melahirkan

Obat penghilang rasa sakit yang diberikan saat proses persalinan berisiko membuat ASI tidak keluar setelah melahirkan.

Faktor kesehatan ibu

Ibu yang mengalami masalah kesehatan dapat memengaruhi hormon yang berhubungan dengan produksi ASI. Ini yang kemudian membuat ASI tidak keluar saat menyusui.

Beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi hormon dan membuat ASI tak keluar setelah melahirkan adalah sebagai berikut:

Diabetes saat kehamilan atau diabetes gestasional

Kondisi ini dapat terjadi pada ibu saat hamil meski tidak memiliki penyakit diabetes sebelumnya.

Gestational ovarian theca lutein cysts

Kista ini berkembang saat kehamilan dan menyebabkan kadar hormon testosteron meningkat sehingga menekan produksi ASI setelah melahirkan.

Kelebihan berat badan atau obesitas

Ibu yang sudah memiliki kelebihan berat badan sebelum hamil berisiko untuk mengalami penurunan produksi ASI, sehingga ASI yang keluar hanya sedikit. Ini berhubungan dengan produksi prolaktin yang rendah.

Memiliki PCOS (polycystic ovarium syndrome)

PCOS pada ibu dapat memengaruhi kadar hormon di dalam tubuh yang kemudian menghambat pengeluaran ASI.

Obat-obatan yang diminum ibu

Beberapa obat dapat menyebabkan produksi ASI sedikit, seperti kontrasepsi hormonal. Pasalnya, kontrasepsi hormonal mengandung hormon estrogen yang dapat berpengaruh terhadap produksi ASI.

Faktor payudara ibu

Masalah pada payudara ibu dapat membuat produksi ASI sedikit maupun ASI tidak bisa keluar dengan lancar setelah melahirkan.

Beberapa masalah payudara ibu yang mempengaruhi produksi ASI tidak lancar setelah melahirkan yakni:

Kelahiran prematur

Melahirkan bayi prematur mungkin menyebabkan terhentinya pertumbuhan jaringan payudara yang memproduksi ASI pada akhir kehamilan sehingga mengakibatkan jaringan yang memproduksi ASI hanya sedikit saat kelahiran.

Payudara belum berkembang sempurna

Ini bisa disebabkan karena hipoplasia atau jaringan kelenjar susu yang tidak cukup.

Pernah menjalani operasi atau mengalami cedera pada payudara

Kondisi ini bisa membuat jaringan serta saraf payudara mengalami kerusakan sehingga berpengaruh pada produksi ASI.

Bentuk puting payudara yang tidak biasa

Tidak semua wanita memiliki kondisi puting yang normal atau menonjol keluar. Ada beberapa wanita yang memiliki bentuk puting tidak biasa seperti puting payudara datar atau masuk ke dalam.

Faktor inisiasi menyusui dini

Inisiasi menyusui dini atau IMD idealnya dilakukan sesaat setelah bayi dilahirkan. Sayangnya, terkadang ada kondisi medis tertentu saat melahirkan yang tidak memungkinan bagi ibu dan bayi untuk melakukan inisiasi menyusui dini.

Memisahkan ibu dan bayi setelah kelahiran alias tidak melakukan IMD ternyata dapat berpengaruh pada produksi ASI. Akibatnya, ASI ibu bisa tidak dapat keluar setelah melahirkan.

Hal ini dikarenakan semakin cepat payudara ibu dikosongkan akan semakin meningkat pula keinginan bayi untuk menyusui pada jam-jam atau hari pertama setelah dilahirkan.

Secara tidak langsung, ini berkaitan dengan cadangan ASI pada payudara yang lebih banyak dan melimpah. Jika ibu jarang menyusui atau memompa ASI di masa awal menyusui, kemungkinan besar produksi ASI akan terhambat.

Perlu diingat, semakin sering ASI dikeluarkan akan semakin lancar juga produksinya.

Apakah ASI tidak keluar setelah melahirkan sering terjadi?

afirmasi positif ibu hamil dan melahirkan

Menurut Breastfeeding Support, kondisi ASI tidak keluar sama sekali setelah melahirkan termasuk jarang terjadi. Ini karena seporsi kecil dari kolostrum atau cairan ASI pertama biasanya akan otomatis muncul saat bayi Anda lahir.

Hanya karena ASI Anda tampak tidak keluar setelah melahirkan, bukan berarti pada akhirnya Anda tidak akan memiliki persediaan ASI sama sekali atau suplai susu Anda rendah.

Akan tetapi, ini bisa menjadi salah satu faktor risiko tinggi sampai akhirnya ASI tidak tampak keluar setelah melahirkan.

Apapun kondisinya, sangat penting untuk mendapatkan bantuan demi memperlancar produksi ASI yang tampak tidak keluar secepat mungkin dan memastikan bayi Anda cukup makan.

Jika ASI tidak kunjung keluar di hari ketiga atau lebih, berat badan bayi Anda bisa mulai menurun. Produksi ASI yang tidak keluar dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan fisik dan mental bayi.

Bayi Anda juga dapat mengalami dehidrasi atau penyakit kuning karena ASI tidak keluar. Anda mungkin memerhatikan bahwa mekonium (feses pertama) bayi tidak berubah warna.

Apa yang harus saya lakukan jika ASI tidak kunjung keluar?

ASI yang tak kunjung keluar berisiko menyebabkan berat badan bayi mengalami penurunan karena kebutuhan harian bayi tidak tercukupi dengan baik.

Jika terlalu lama dibiarkan, kondisi ini tentu berisiko mengganggu perkembangan fisik dan mental bayi khususnya di masa awal kehidupan. Oleh karena itu, sebisa mungkin Anda harus berusaha untuk “memancing” ASI keluar.

Sebenarnya, selama kolostrum atau cairan ASI pertama yang berwarna kekuningan sudah keluar Anda tidak perlu cemas.

Pasalnya, meski jumlah kolostrum ini tidak begitu banyak, tapi biasanya kolostrum masih cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi selama beberapa hari pasca kelahiran.

Beberapa makanan dan minuman tertentu juga dipercaya dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Anda bisa rutin mengonsumsi makanan dan minuman tersebut untuk memancing produksi ASI yang tak kunjung keluar.

Ada beberapa cara jitu untuk melancarkan produksinya jika ASI dari payudara tidak kunjung keluar yaitu:

1. Kontak kulit ibu dan bayi

masalah kulit setelah melahirkan

Kontak antar kulit dengan ibu dan anak sebenarnya sangat membantu untuk merangsang oksitosin dan prolaktin yakni hormon yang terlibat dalam produksi ASI.

Anda dapat mendekap bayi Anda langsung bersentuhan kulit dan menawarkan payudara Anda mengikuti seberapa sering keinginan bayi Anda untuk makan di hari-hari awal.

Teknik ini memudahkan bayi Anda untuk mendapatkan banyak kolostrum sekaligus juga menghindari Anda dari mastitis dan puting lecet.

Dengan begitu, kontak kulit antara Anda dan bayi dapat membantu merangsang ASI yang tak kunjung keluar.

2. Pijat payudara

manfaat pijat payudara

Pijat payudara bisa membantu memperlancar peredaran darah dan produksi ASI pada ibu menyusui. Salah satu alasan kenapa ASI tak kunjung keluar setelah melahirkan mungkin disebabkan oleh saluran susu yang kurang berfungsi baik.

Lewat pijat payudara, kelenjar susu yang mungkin tersumbat atau menggumpal akan pelan-pelan terurai. ASI yang tadinya tidak bisa keluar pun bisa mengalir dengan lancar.

Jika produksi ASI pertama Anda lancar, payudara akan “termotivasi” untuk menghasilkan lebih banyak lagi. Memijat payudara juga membantu Anda supaya merasa lebih rileks dan nyaman.

Selain itu, pijatan pada payudara dapat membuat pikiran lebih tenang dan Anda bisa beristirahat dengan baik. Anda pun dapat terhindar dari masalah karena stres atau kurang tidur.

3. Rutin menyusui dan memompa ASI

pompa ASI elektrik

Melansir dari La Leche League USA, usahakan untuk selalu rutin menyusui bayi setiap 2-3 jam sekali atau setidaknya memompa ASI. Entah menggunakan pompa ASI manual maupun elektrik.

Dengan begitu, payudara tetap mendapat rangsangan untuk terus berusaha memproduksi ASI. Menyusui dengan posisi yang tepat tentu akan semakin mempermudah proses keluarnya ASI.

Lagi-lagi, semakin sering bayi menyusu, akan semakin banyak juga produksi ASI pada payudara. Jika berbagai cara sudah dilakukan tapi belum kunjung membuahkan hasil yang optimal, coba konsultasikan dengan dokter Anda.

Dokter dapat mencari tahu penyebab ASI tidak keluar setelah melahirkan dan membantu menemukan solusi yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 mins read

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/05/2020 . 5 mins read

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI sesuai kebutuhan si kecil. Yuk, ketahui langkah-langkah manajemen ASI perah untuk ibu bekerja.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Bayi, Parenting, Menyusui 28/04/2020 . 4 mins read

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Ada beberapa tips peralihan susu ASI ke susu formula yang bisa dilakukan para ibu. Termasuk pemilihan susu formula yang tepat untuk kebutuhan si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 27/04/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . 4 mins read
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 mins read
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 mins read
rasa asi

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . 4 mins read