Ini Usia-usia Rawan Munculnya Gangguan Mental

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda menganggap gangguan mental muncul di usia dewasa atau bahkan usia lansia. Tapi hal itu sebetulnya tidak benar. Ada usia-usia rawan di mana gangguan mental mulai muncul. Kira-kira, mulai usia berapa gangguan mental muncul dalam diri seseorang?

Usia rawan gangguan mental biasanya muncul pada usia anak-anak dan remaja

Pada dasarnya, Anda tidak akan mengalami gangguan kecemasan saat dewasa. Yang ada, Anda hanya mengembangkan gangguan tersebut, di mana gejalanya dimulai sejak kecil atau remaja, dan akan akan berlanjut sampai dewasa.

Ya, sebagian besar gangguan kesehatan mental muncul pada masa remaja atau mungkin di  awal usia 20-an. Jika Anda mengalami gangguan kecemasan saat dewasa, ada kemungkinan 90% bahwa Anda juga memilikinya saat remaja, walaupun Anda tidak menyadari.

Dr Deborah Serani, PhD, seorang profesor di Universiy of Adelphi pun menyatakan, bahwa gangguan mental bisa muncul akibat kombinasi faktor biologis, sosial, dan lingkungan. Serani juga mengatakan, bahwa gangguan mental ini muncul karena masa remaja adalah masa di mana otak berubah sampai tingkat yang tinggi. Para peneliti pun berpikir, kalau otak umumnya tidak banyak berubah di masa kanak-kanak. Namun, otak mengalami perubahan yang sangat dalam dan berbeda dari remaja hingga awal usia dewasa.

Otak akan sangat mudah berubah dikarenakan usia-usia muda ini, sikap, perilaku dan perkembangan otak masih mudah dibentuk. Sehingga misalnya, kalau Anda terkena pengaruh yang berbeda di lingkup sosial, diri Anda pun nantinya punya dampak mendalam. Otak pun akan terus berkembang bersamaan dengan dampak tersebut.

Gangguan mental apa yang sering muncul?

Ada beberapa jenis gangguan kesehatan mental yang sering terjadi dan tumbuh sejak usia dini. Gangguan tersebut antara lain skizofrenia dan gangguan bipolar, di mana gangguan ini berisiko untuk berkembang sendiri jika tidak diatasi sejak awal.

Selain kedua gangguan kesehatan mental tersebut, ada beberapa contoh gangguan kesehatan lain yang harus diperhatikan dan diterbitkan oleh World Health Organization’s World Mental Health (WMH):

  • Gangguan kontrol impuls yang biasa terjadi atau attention-deficit hyperactivity (ADHD) yang dimulai dari usia 7-9 tahun
  • Gangguan melawan atau oppositional defiant disorder (ODD) yang biasa muncul pada usia 7-14 tahun.
  • Gangguan perilaku atau conduct disorder yang biasa dimulai usia 9-14 tahun
  • Gangguan intermiten explosive disorder (IED), biasanya penderita mengalami perilaku suka mencuri, berjudi atau suka minum-minuman beralkohol yang muncul di usia 13-21 tahun

Sayangnya gangguan kesehatan mental ini, memiliki rentang waktu yang sempit dan satu individu bisa memiliki dua gangguan kesehatan mental dalam waktu bersamaan.

Ada beberapa hal yang bisa orangtua lakukan untuk mencegah gangguan mental

Orangtua harus mendidik dan mengasuh sambil memerhatikan perkembangan sosial dan emosional anak. Karena bagaimanapun hanya orangtua lah yang mengetahui sikap dan perilaku anak mereka sendiri. Coba perhatikan mood, perilaku, dan interaksi sosial anak.

Sangat penting juga untuk mempersiapkan dan menyediakan fasilitas perawatan untuk mengetahui kesehatan mental anak usia dini. Lalu, peranan asupan makanan yang buruk juga didapuk dapat mengembangkan masalah perilaku anak.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tak ada yang mau punya pacar posesif yang membatasi segala gerak-gerik sehari-hari. Namun, bagaimana bila justru Anda yang posesif? Atasi dengan cara ini.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Dijadikan Wedang, Jangan Lewatkan 4 Manfaat Hebat Kayu Secang

Kayu secang sering diolah menjadi minuman wedang secang oleh orang-orang Jawa. Penasaran apa manfaat kayu secang untuk kesehatan? Klik di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ego adalah bagian dari kepribadian manusia yang seringkali dicap negatif. Memang, apa itu ego, dan bagaimana mengendalikan ego yang tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

arti desahan wanita

Mengapa Wanita Lebih Sering Mendesah di Ranjang Dibanding Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
lemon dan madu

5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu kalori adalah

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tips perawatan setelah sunat

4 Tips Perawatan Setelah Sunat Agar Cepat Sembuh

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit