Oppositional Defiant Disorder (Odd)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu oppositional defiant disorder (odd)?

Oppositional Defiant Disorder atau ODD adalah kondisi perilaku anak di mana anak menunjukkan kemarahan, membantah, melawan Anda dan figur otoritas lainnya secara terus menerus. Sekitar 1 dari 10 anak di bawah 12 tahun diperkirakan memiliki ODD.

ODD meliputi conduct disorder (CD) dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan kelainan perilaku yang lebih serius, ditandai dengan perilaku melanggar hukum yang agresif dan perilaku kasar.

Seberapa umumkah oppositional defiant disorder (odd)?

Perkiraan menunjukkan bahwa kondisi ini terjadi sekitar 1%-11% dari total populasi. Sebelum pubertas, ODD lebih umum pada anak laki-laki (1,4:1) dan menjadi sama pada anak laki-laki dan perempuan setelah pubertas. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala oppositional defiant disorder (odd)?

Gejala-gejala umum dari ODD adalah:

  • Mudah marah, terganggu atau kesal
  • Sering mengamuk
  • Membantah orang yang lebih tua, terutama orang-orang dengan otoritas dan tinggal dekat dengan anak, seperti orangtua
  • Menolak untuk mengikuti peraturan
  • Sengaja mengganggu atau membuat orang lain marah, atau mudah kesal terhadap orang lain
  • Memiliki kepercayaan diri yang rendah
  • Mudah frustrasi
  • Menyalahkan orang lain atas kejadian atau perbuatan buruk
  • Menolak untuk mengikuti permintaan atau aturan
  • Menyalahkan orang untuk kesalahan sendiri
  • Pendendam dan suka membalas dendam
  • Berkata-kata kasar
  • Mengatakan hal-hal yang jahat saat marah.

ODD dapat bervariasi dalam tingkat keparahan:

  • Ringan. Gejala hanya muncul pada satu situasi tertentu, seperti di rumah, sekolah, tempat kerja atau dengan teman-teman sebaya.
  • Sedang. Beberapa gejala muncul pada setidaknya dua situasi tertentu.
  • Parah. Beberapa gejala terjadi pada tiga atau lebih situasi.

Jika tidak ditangani, ODD dapat menyebabkan conduct disorder yang lebih serius. Gejala-gejala dari gangguan ini adalah:

  • Berbohong
  • Berlaku sadis atau kejam pada hewan dan manusia
  • Melakukan kekerasan fisik atau seksual pada orang lain
  • Perilaku melanggar hukum seperti sengaja membuat kebakaran, vandalisme, atau mencuri.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika anak Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab oppositional defiant disorder (odd)?

Penyebab ODD tidak diketahui secara jelas, namun para peneliti mempercayai bahwa faktor biologis, genetik, dan lingkungan dapat berperan dalam kondisi ini. Masalah pada neurotransmiter anak dapat menyebabkan ODD serta penyakit mental lainnya. Walau tidak ditemukan hubungan yang jelas, anak-anak dengan anggota keluarga yang memiliki gangguan mental dapat mengalami gangguan mental juga. Sulit untuk menyangkal faktor lingkungan terhadap ODD pada anak, seperti:

  • Kemampuan mengasuh yang buruk (pengawasan yang tidak memadai, disiplin yang kasar atau tidak konsisten, penolakan)
  • Masalah dalam pernikahan
  • Kekerasan domestik
  • Kekerasan fisik
  • Kekerasan seksual
  • Pengabaian
  • Kemiskinan
  • Penyalahgunaan obat oleh orang tua atau pengasuh.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk oppositional defiant disorder (odd)?

Ada banyak faktor risiko untuk ODD, yaitu:

  • Anak memiliki temperamen yang tinggi. Pengaturan emosi yang buruk, tingginya reaktivitas emosi dan toleransi frustrasi yang buruk dapat berkontribusi.
  • Anak mengalami kekerasan atau pengabaian, disiplin yang keras atau tidak konsisten, serta kurangnya pengawasan orangtua.
  • Anak tinggal dengan orang tua yang berselisih, atau memiliki orangtua dengan gangguan mental atau penyalahgunaan obat.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana oppositional defiant disorder (odd) didiagnosis?

ODD didiagnosis oleh psikolog anak. Psikolog akan mewawancarai Anda dan anak Anda untuk mengidentifikasi perilaku bermasalah serta penyebabnya. Jika terdapat gejala, dokter akan melakukan evaluasi dengan melakukan sejarah medis lengkap serta pemeriksaan fisik.

Apa saja pengobatan untuk oppositional defiant disorder (odd)?

Pilihan perawatan untuk ODD dapat meliputi:

Psikoterapi:

  • Pelatihan pengasuhan – untuk membantu orangtua berinteraksi dengan lebih baik kepada anak, serta mengatasi perilaku anak dengan tepat. Kelompok dukungan sosial direkomendasikan untuk orang tua dan anak-anak agar dapat berbagi pengalaman.
  • Terapi fungsional keluarga – untuk mengajarkan seluruh anggota keluarga untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalah dengan lebih efektif.
  • Perawatan yang konsisten – seluruh pengasuh anak (termasuk orangtua, kakek dan nenek, guru, pengasuh) perlu konsisten dalam perilaku mengatasi anak.
  • Pengobatan: tidak ada pengobatan yang direkomendasikan secara resmi untuk mengatasi ODD. Beberapa pengobatan dapat digunakan untuk mengatasi gangguan mental lainnya pada pasien, seperti ADHD atau depresi. Obat-obatan ini biasanya hanya diberikan dengan resep dokter.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi oppositional defiant disorder (odd)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi ODD:

  • Hargai dan puji perilaku baik anak, sespesifik mungkin.
  • Berlakulah bagaimana Anda ingin anak Anda untuk bertingkah laku.
  • Berikan batas pada anak dan beri tahu pengasuh (orangtua, kakek nenek, guru) untuk melakukan batasan yang sama.
  • Buatlah rutinitas untuk anak, berikan pekerjaan rumah pada anak adalah salah satu contoh.
  • Bersiaplah untuk tantangan pada awalnya. Pertamanya, anak Anda mungkin sulit bekerja sama atau menghargai perubahan respon Anda terhadap perilaku mereka.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Aturan Memberikan Hadiah ke Anak Agar Tak Berdampak Negatif

    Memberikan hadiah ke anak merupakan cara baik untuk meningkatkan motivasi anak. Namun, hati-hati dalam memberikannya karena ini juga bisa berdampak buruk.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    4 Cara Mengatasi Kebiasaan Anak Mengemut Makanan

    Kebiasaan anak mengemut makanan dalam waktu lama tanpa menelan, tentu sangat mengganggu. Anda perlu mencoba cara berikut ini untuk mengatasinya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 16 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

    Bebaskan Si Kecil Berjalan “Nyeker” untuk Memperkuat Tulang Kakinya

    Melihat si kecil yang sibuk kesana kemari berjalan tanpa alas kaki sering membuat orangtua khawatir. Padahal, jalan nyeker bagus untuk kesehatan anak, lho!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 11 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

    Video game dapat memberi manfaat. Namun tanpa batasan waktu, bermain video game bisa berakibat buruk pada anak. Berapa lama waktu ideal bermain video game?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bayi tumbuh gigi

    11 Ciri Bayi Tumbuh Gigi yang Perlu Diketahui Orangtua

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
    Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    menonton tv terlalu dekat

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    bayi pakai empeng isap jempol

    Empeng Versus Isap Jempol, Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit