Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Ciri-Ciri Gangguan Mental pada Remaja yang Bisa Orangtua Deteksi

5 Ciri-Ciri Gangguan Mental pada Remaja yang Bisa Orangtua Deteksi

Ciri-ciri gangguan mental pada remaja sebenarnya sudah bisa orangtua deteksi sejak awal. Gangguan mental bukan hal sepele dan orangtua harus peka dengan tandanya. Agar lebih memahami, berikut tanda-tanda gangguan mental pada remaja yang perlu orangtua ketahui.

Ciri-ciri gangguan mental yang bisa orangtua deteksi sejak dini

Menurut American Psychiatric Association, sebanyak 50% kasus depresi dan gangguan mental terjadi sejak anak berusia 14 tahun.

Oleh karena itu, ortu bisa mendeteksi ciri-ciri gangguan mental pada si kecil agar ia dapat penanganan cepat dan tidak mengganggu perkembangan.

Berikut beberapa ciri-ciri gangguan mental pada remaja yang perlu orangtua waspadai.

penyebab depresi keturunan ibu anak orangtua remaja

1. Perubahan jadwal tidur dan makan

Bila Anda melihat si kecil mulai tidak nafsu makan atau kesulitan tidur, bisa jadi hal ini merupakan tanda awal dari gangguan mental.

Memang tidak semua kasus akan menjurus pada masalah mental. Namun, jika hal ini terjadi dalam waktu yang cukup lama, Anda patut mewaspadainya.

2. Mood naik turun

Salah satu ciri-ciri gangguan mental pada remaja adalah suasana hati sang anak berubah dengan cepat dan tiba-tiba.

Coba perhatikan remaja Anda, apakah belakangan ini mudah marah dan lebih sensitif?

Anda juga bisa melihat seberapa cepat perubahan emosinya, dari senang, sedih, hingga marah.

3. Perlahan-lahan menarik diri

Bila anak Anda biasa bermain sosial media atau bergaul dengan teman dan tiba-tiba menjauh, orangtua perlu waspada.

Perhatikan, apakah ia mulai menutup diri dan tidak lagi bermain dengan teman-temannya. Ciri gangguan mental ini memang tidak akan terlihat langsung.

Maka dari itu, penting bagi Anda selalu memperhatikan dan tahu lingkungan sosial sang anak. Jika memang ada perubahan, Anda akan tahu saat itu juga.

4. Jadi apatis

Jika tiba-tiba anak jadi acuh tak acuh dan tak peduli dengan hal yang ada di sekitarnya, Anda patut curiga.

Apatis adalah salah satu ciri-ciri gangguan mental pada remaja yang sering dan mudah terlihat.

Perubahan sikap ini pasti membuat Anda kaget bahkan bisa saja naik pitam karena anak yang masa bodoh dengan lingkungannya.

Namun, sebaiknya kenali dulu dan bicarakan baik-baik apa yang terjadi padanya hingga perubahan ini terjadi.

Sikap apatis juga menjadi salah satu ciri gangguan mental paling umum yang terjadi pada anak dan remaja.

5. Nilai akademis menurun

Hindari langsung marah jika tiba-tiba nilai sang anak anjlok. Sebagai orangtua, Anda harus cari tahu dulu apa penyebab hal ini.

Pasalnya, bisa jadi kondisi ini terjadi akibat anak sedang merasa depresi dan mengalami gangguan mental.

Anak yang alami gangguan mental akan sulit konsentrasi sehingga sulit untuk menangkap pelajaran di sekolah.

Belum lagi emosi yang tidak stabil, membuatnya tidak termotivasi untuk melakukan aktivitas hariannya, termasuk belajar saat sekolah.

Hal yang perlu orangtua lakukan setelah tahu ciri-ciri gangguan mental pada remaja

jenis depresi

Sama seperti penyakit fisik, gangguan mental juga harus mendapat pengobatan dan penanganan yang benar.

Secara umum, ada beberapa hal yang bisa orangtua lakukan bila mendeteksi ciri-ciri gangguan mental pada remaja, seperti:

  • mempelajari tentang penyakitnya,
  • melakukan konseling untuk anggota keluarga lain,
  • konsultasi dengan ahli kesehatan mental (psikolog atau dokter kejiwaan),
  • mempelajari teknik manajemen stres agar membantu Anda tetap tenang,
  • luangkan waktu untuk bersantai dengan anak,
  • bekerjasama dengan pihak sekolah.

Jangan pernah menyepelekan masalah mental yang terjadi pada anak dan remaja karena bisa memengaruhi perkembangan emosionalnya.

Mengutip dari Mayo Clinic, beberapa jenis dengan ciri-ciri gangguan mental berbeda pada remaja dan perlu orangtua pahami yaitu:

Maka dari itu, pengobatan gangguan mental akan berbeda tergantung dengan jenis yang anak alami. Jadi, segera hubungi psikolog atau dokter kejiwaan untuk mengatasinya.

Bila orangtua sudah menemukan masalah sejak dini, pengobatan yang anak butuhkan tidak akan serumit atau sebanyak kasus yang sudah parah.

Saat ini sudah tersedia pelayanan kesehatan yang khusus mengatasi gangguan mental di fasilitas kesehatan tingkat pertama, yaitu Puskesmas.

Adanya fasilitas tingkat pertama tersebut memudahkan Anda untuk mengobati masalah mental si kecil.

Hal yang terpenting adalah dukungan Anda sebagai orangtua pada sang anak.

Anak mungkin akan merasa terasingkan dari dunianya, saat itu dukungan orangtua untuk terus membuatnya nyaman dan tenang sangat ia membutuhkan.

Selalu cari cara untuk membuat terapi psikologis si kecil terasa menyenangkan.

Orangtua juga perlu memberi tahu pihak sekolah tentang ciri-ciri dan kondisi gangguan mental pada anak remaja.

Hal ini sangat penting supaya pihak sekolah bisa mendampingi si kecil terus ketika masa pengobatannya.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Worried about your child’s mental health?. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/mental-illness-in-children/art-20046577

Warning Signs of Mental Illness. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.psychiatry.org/patients-families/warning-signs-of-mental-illness

Children and Mental Health: Is This Just a Stage?. (2021). Retrieved 22 November 2021, from https://www.nimh.nih.gov/health/publications/children-and-mental-health

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 4 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita