Berbagai Informasi Penting Seputar Menarche (Menstruasi Pertama)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 November 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Saat anak perempuan tumbuh dewasa, ia akan mengalami menstruasi. Menstruasi pertama atau disebut dengan menarche adalah tanda yang jelas bahwa anak perempuan sudah memasuki usia puber.

Sebelum menarche, ada berbagai perubahan fisik yang bisa dirasakan oleh remaja perempuan. Simak penjelasa lengkap mengenai menarche atau menstruasi pertama di bawah ini!

Apa yang terjadi saat menarche?

Pubertas menjadi fase yang akan dialami dalam tahap perkembangan remaja. Salah satu ciri-ciri terjadinya pubertas pada anak perempuan selain pertumbuhan payudara adalah menstruasi.

Dikutip dari University of Wisconsin Health, menarche atau menstruasi pertama adalah tanda anak perempuan Anda berada di masa remaja menuju dewasa.

Sebelum haid pertama, ada beberapa perubahan yang umumnya terjadi. Perubahan tersebut adalah pertumbuhan payudara, rambut pubis atau rambut kemaluan, rambut ketiak, dan juga perubahan pada tinggi badan anak perempuan.

Perubahan pada tubuh anak perempuan dan terjadinya menarche merupakan awal transisi dari anak-anak menuju remaja. Berikut beberapa perubahan lainnya yang perlu diketahui orangtua, seperti:

1. Keputihan

Beberapa bulan sebelum menarche atau menstruasi pertama, anak perempuan biasanya mengalami keputihan. Hal ini adalah normal terjadi sebagai persiapan untuk terjadinya menstruasi.

Sebelum ovulasi atau pelepasan sel telur, ada banyak lendir yang diproduksi. Maka dari itu keputihan akan terlihat berair dan elastis. Biasanya keputihan normal warnanya bening dan tidak berbau.

Setelah itu, pada saat sistem reproduksi anak perempuan sudah benar-benar matang, beberapa hari kemudian haid pertama atau menarche akan muncul.

2. Perubahan emosi

Sebelum anak perempuan mendapat menarche, mungkin ia akan merasa tegang dan lebih emosional. Ia menjadi lebih mudah marah atau lebih mudah menangis dari biasanya tanpa alasan yang jelas.

Tidak hanya itu saja ia mungkin juga merasakan payudara menjadi lebih lembut atau sensitif sehingga terasa sakit. Kumpulan kondisi ini ini biasanya disebut dengan premenstrual syndrome (PMS).

Jadi singkatnya, PMS adalah sekumpulan gejala yang biasanya muncul sebelum haid, yang memengaruhi emosional, fisik, dan psikologis. Biasanya PMS cenderung muncul H-7 menstruasi datang.

Sebagai orangtua, Anda bisa memberi tahu pada anak bahwa gejala ini sangatlah normal dan cenderung berulang dalam setiap masa haid.

Namun agar ia tak khawatir sampaikan juga padanya bahwa rasa sakit atau tidak nyaman dan berbagai perubahan yang dirasakan ini bisa berubah-ubah atau tidak selali sama.

3. Muncul flek

Tidak hanya keputihan, sebelum menstruasi pertama datang, flek atau darah berwarna kecokelatan umumnya muncul.

Untuk itu, beri tahu anak Anda bahwa flek kecokelatan yang muncul saat ia pubertas bisa jadi tanda bahwa sebentar lagi ia akan mengalami menarche.

Darah ini keluar dari vagina di awal menarche dan jumlahnya biasanya sedikit, karenanya disebut flek.

Seiring berganti hari, warna darah ini akan berubah menjadi merah dan jumlahnya bertambah banyak pada hari-hari berikutnya.

Pada saat ini, anak perempuan harus memakai pembalut untuk membantu menampung darah yang keluar karena haid yang sesungguhnya sudah benar-benar tiba.

4. Perubahan fisik lainnya

Tidak hanya mengalami perubahan mood, ada beberapa perubahan fisik yang bisa dialami oleh remaja perempuan saat menarche.

Pada saat ini juga mungkin ia akan kehilangan berat badan, merasa kembung seperti ada gas dalam perut, rasa sakit atau kram di bagian perut, punggung, atau kaki.

Namun, bagi sebagian remaja ada pula yang merasa lebih cepat lelah dari biasanya hingga ingin makan terus menerus.

Di saat haid pertama ini pula anak akan mengalami jerawat puber karena perubahan hormon. Faktanya, jerawat dialami pada 7 dari 10 perempuan karena datangnya menstruasi.

Hal ini muncul karena hormon di dalam tubuh sedang dalam kondisi yang tidak stabil.

Kapan menarche terjadi?

Menarche atau menstruasi pertama normalnya terjadi pada usia 10-14 tahun. Namun, pada beberapa kondisi, haid pertama juga bisa terjadi lebih awal, yaitu pada usia 9 tahun.

Namun Anda juga perlu tahu bahwa menstruasi pertama kali dapat terjadi lebih lambat, yaitu pada usia 15 tahun atau lebih.

Jika anak perempuan sudah mendapatkan menarche di usianya yang belum menginjak 9 tahun, mungkin ia mengalami pubertas prekoks atau gejala dari penyakit endokrin (berhubungan dengan hormon).

Perbedaan waktu menarche antar anak perempuan ini normal terjadi karena banyak faktor yang dapat memengaruhi menstruasi, di antaranya pola makan, stres, dan aktivitas fisik.

Sebaiknya, anak perempuan tidak perlu merasa dirinya tidak normal jika ia sudah lebih dulu atau belum mendapatkan menarche dibandingkan dengan teman sebayanya yang lain.

Berikan pemahaman apabila setiap anak mempunyai perkembangan yang berbeda-beda.

Apa saja yang dapat memengaruhi menstruasi pertama?

Beberapa faktor, seperti faktor lingkungan dan sosial, bisa memengaruhi terjadinya menarche dini, seperti:

  • Anak perempuan yang obesitas dan kurang melakukan olahraga.
  • Stres, bisa karena faktor keluarga atau dari lingkungan sekolah.
  • Anak perempuan yang lahir dengan berat badan rendah.
  • Anak perempuan yang sudah mengenal rokok.
  • Ibu yang mengalami preeklampsia saat kehamilan anaknya tersebut.

Beberapa faktor juga dapat memengaruhi menarche yang terlambat, seperti:

Cara menjelaskan pada anak mengenai menarche

Pertanyaan anak seputar menstruasi pertama adalah kesempatan bagi orangtua untuk memberikan pengetahuan baru baginya.

Tidak hanya memberikan anak informasi ketika diminta, tapi juga membiarkan mereka tahu bahwa orangtua bersedia dan nyaman untuk berdiskusi.

Memang ada baiknya Anda melakukan diskusi ini sebelum anak haid pertama kali, sehingga saat ia mengalami masa itu, ia tak akan kaget.

Berikut cara menjelaskan tentang menarche atau menstruasi pertama pada anak:

1. Bicarakan sedini mungkin pada anak

Sebenarnya menjelaskan hal ini pada anak tidak perlu menunggu pertanyaannya tentang pubertas. Tidak pula Anda perlu menunggu masa puber tiba sekitar usia 12-13 tahun.

Anak usia enam tahun biasanya sudah cukup umur untuk memahami fungsi tubuh alami. Jika di usia tersebut Anda merasa anak terlalu kecil untuk mengerti, silakan jelaskan di sekitar usia 10 tahun.

Idealnya, pada saat anak dekat dengan pubertas, baik perempuan dan laki-laki harus memiliki pengetahuan tentang perubahan yang akan terjadi di dalam tubuh mereka.

Anak-anak sering kali menyimpulkan dan menganggap jika menstruasi adalah hal yang menakutkan. Kebanyakan, anggapan ini terbentuk akibat mendengar informasi yang salah.

Alasan lain bahwa anak Anda perlu mengetahui tentang menstruasi pada usia dini adalah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Pasalnya, anak perempuan yang aktif secara seksual dapat hamil sebelum mereka mulai menstruasi.

Terkadang, ovulasi dapat terjadi sebelum remaja perempuan akan mengalami menstruasi pertamanya.

Oleh karenanya, jika di usia 10 tahun anak sudah bisa diajak berdiskusi sampaikan padanya mengenai menarche dan berbagai perubahan lain pada tubuhnya.

2. Ceritakan dengan hal yang positif

Penting juga bagi orangtua untuk menceritakan proses menstruasi dengan cara yang positif.

Jika Anda kesulitan untuk menjawab, hindari berbohong hanya untuk memberikan jawaban untuknya.

Hindari menyebutkan bahwa menstruasi adalah penyakit atau kutukan, karena anak akan berpikir jika menstruasi adalah hal yang negatif.

Sebaliknya, para ibu dapat menjelaskan bahwa menstruasi adalah proses alami dan luar biasa. Bangunlah hal positif pada anak saat menjelaskan menstruasi.

Beritahu juga pada anak, bahwa semua anak memiliki perubahan tubuh setelah menstruasi yang berbeda-beda, bisa lebih cepat atau lebih lambat.

3. Kenalkan perlengkapan kebersihan wanita

Anak perempuan juga harus kenal dan tahu cara penggunaan perlengkapan kebersihan wanita, seperti pembalut atau tampon.

Berikan pemahaman apabila pembalut bekas pakai perlu dibersihkan sebelum dibuang. Pastikan bahwa anak pun mengetahui apabila yang digunakan merupakan pembalut sekali pakai.

Beri tahu juga padanya bagaimana membersihkan bagian kewanitaannya dengan benar dan baik. Sampaikan padanya berapa kali ia perlu mengganti pembalutnya dalam sehari.

Jelaskan juga pada anak bahwa terkadang menstruasi dapat menyebabkan kram perut, dan keluhan umum lainnya yang sangat normal terjadi.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan seputar menarche

Selain menarche itu sendiri, berikut beberapa hal yang perlu orangtua pahami seputar menstruasi pertama:

1. Rentang waktu menstruasi

Pada periode pertama, biasanya menstruasi terjadi secara tidak teratur. Menstruasi akan mulai teratur memasuki tahun kedua.

Menstruasi yang terjadi di tahun-tahun awal juga biasanya lebih lama dalam satu kali periodenya dan lebih banyak.

Namun normalnya, menarche atau menstruasi pertama biasanya akan berlangsung selama 3-7 hari setiap bulannya.

Jangan khawatir, menstruasi setiap bulan tidak akan menghalangi anak Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, karena baru awal-awal menstruasi, biasanya siklus tiap bulannya belum teratur.

2. Sirkulasi darah yang keluar

Merupakan hal yang wajar apabila anak merasa kaget ketika melihat darah pada saat menarche. Jelaskan kepadanya bahwa yang terlihat seperti banyak sekali.

Padahal, darah yang keluar hanya sekitar beberapa sendok makan. Namun, ia tetap perlu mengganti pembalut sekitar 3 hingga 5 kali dalam sehari.

Selain itu , jelaskan padanya bahwa darah yang keluar tak akan membuatnya kekurangan atau bahkan kehabisan darah.

3. Kram saat haid

Kebanyakan orang akan mengalami kram pada perut yang juga terasa sampai kaki saat menstruasi. Begitu juga pada remaja yang baru mengalami menarche.

Berikan tips kepada anak untuk meluruskan kaki, beristirahat, serta mengompres perut dengan handuk hangat dibagian perut.

Anda juga bisa membuatkan ramuan tradisional seperti kunyit asam untuk bantu redakan kram dan nyeri perut saat haid.

Apakah setelah menarche, anak perempuan bisa hamil?

Ya, menarche atau menstruasi pertama juga berarti anak perempuan sudah bisa hamil jika sudah melakukan hubungan seksual.

Jika ada yang bilang bahwa melakukan hubungan seksual pertama kali tidak akan menyebabkan kehamilan, hal ini tentu saja salah.

Hamil tidak berhubungan dengan sudah berapa kali Anda melakukan hubungan seksual.

Namun, kehamilan bisa terjadi saat sel telur dari perempuan dilepaskan oleh ovarium bertemu dengan sperma dari laki-laki.

Maka dari itu, jika remaja berhubungan seksual mendekati waktu sel telur dilepaskan, kemungkinan hamil bisa terjadi.

Beberapa orang mungkin beranggapan bahwa anak perempuan yang baru mendapat menarche belum bisa hamil karena tubuhnya belum siap untuk hamil. Anggapan ini salah besar!

Berapa pun usia anak perempuan, 11 tahun, 12 tahun, 13 tahun, lebih muda, atau lebih tua dari ini, jika ia sudah mengalami menarche, maka ia sudah bisa untuk hamil.

Anak perempuan yang sudah menarche, setiap bulan ia akan melepaskan sel telur.

Jika bertemu dengan sperma maka kehamilan bisa terjadi. Namun, jika sel telur ini tidak dibuahi oleh sperma, menstruasilah yang akan terjadi.

Oleh sebab itu, sangat penting memberikan edukasi mengenai seks pada anak perempuan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Obat Pelancar Haid untuk Anda yang Sering Telat Datang Bulan

Sering telat haid umumnya bukan masalah besar. Namun jika Anda ingin cepat hamil, mungkin ada baiknya mulai mengonsumsi obat pelancar haid. Apa yang bagus?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 2 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

Masa remaja adalah masa ketika anak sedang ingin coba-coba. Di masa ini pula anak bisa terjerumus dalam kenakalan remaja. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Perkembangan Anak Usia 17 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

Di perkembangan usia 17 tahun, anak cenderung lebih mandiri dalam hal apa pun. Lantas, apa yang harus orangtua lakukan untuk mengarahkannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mood swing saat menstruasi

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
bentuk anatomi vagina

Panduan Lengkap Seputar Anatomi Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit
makan timun saat haid

Apa Benar Wanita Tidak Boleh Makan Timun Saat Sedang Haid?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
obat haid tidak lancar

4 Cara Alami Atasi Haid Tidak Lancar

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 November 2020 . Waktu baca 3 menit