home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jerawat Puber Bikin Minder? Berantas Habis Dengan 6 Langkah Ini

Jerawat Puber Bikin Minder? Berantas Habis Dengan 6 Langkah Ini

Jerawat bisa terjadi pada siapa saja tanpa pandang bulu. Namun biasanya, jerawat ini mulai muncul saat remaja memasuki usia puber. Di masa ini, remaja akan mulai merasakan timbulnya jerawat yang terkadang bisa menurunkan rasa percaya diri. Sebagai orangtua, yuk berikan penjelasan lebih lanjut tentang jerawat puber plus cara tepat mengatasinya.

Penyebab terjadinya jerawat puber

jerawat puber pada remaja

Walaupun menjadi masalah kulit yang bisa dialami oleh setiap orang, ada usia tertentu yang memengaruhi timbulnya jerawat. Dikutip dari Hopkins All Children, jerawat biasanya dimulai pada masa awal terjadinya pubertas sejak usia 12 tahun atau kurang dari usia tersebut.

Pada tahap perkembangan remaja, penyebab timbulnya jerawat puber adalah karena perubahan hormon. Memasuki pubertas, produksi hormon di dalam tubuh mengalami naik turun.

Hormon yang tidak stabil inilah kemudian merangsang kelenjar sebaceous atau kelenjar minyak pada pori-pori di kulit secara berlebih.

Apabila sebum dan sel kulit mati menumpuk, pori-pori pun tersumbat sehingga berkembang biak di dalamya. Akibatnya, pembengkakan dan kemerahan akibat jerawat tidak dapat terhindarkan.

Jerawat puber pada remaja ini biasanya muncul di area wajah, leher, bahu, punggung atas, hingga area dada.

Kemunculan jerawat juga merupakan salah satu ciri-ciri pubertas perempuan dan juga laki-laki. Namun jangan khawatir, seiring berjalannya waktu jerawat akan pelan-pelan menghilang.

Meski begitu, jerawat juga kadang tetap berada di wajah padahal masa puber sudah berakhir.

Perhatikan ini ketika mengalami jerawat puber

Sebelum melakukan berbagai macam cara untuk mengatasi jerawat puber pada remaja, ada hal lainnya yang perlu diperhatikan.

Terkadang, hal-hal di bawah ini tidak sengaja dilakukan atau malah menjadi kebiasaan sehingga jerawat semakin parah. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, seperti:

1. Hindari penggunaan makeup

Timbulnya jerawat puber pada remaja sering kali memengaruhi kepercayaan diri remaja perempuan. Ada kalanya Anda ingin menutupi jerawat dengan bantuan makeup.

Namun, sebaiknya hindari penggunaan foundation, concealer, atau bedak karena akan semakin menutup pori-pori dan memperparah jerawat.

2. Jangan dipegang dan dipencet

Memegang wajah nampak sudah menjadi kebiasaan atau refleks yang kerap tidak disadari. Namun, ketika wajah sedang ditumbuhi jerawat puber, jauhkan tangan. Jangan memegang apalagi memencet jerawat puber. .

Hal ini karena bakteri pada tangan akan berpindah ke wajah sehingga bisa menambah timbulnya jerawat atau justru memperparahnya. Hindari juga memencet jerawat agar tidak terdapat bekas atau malah membuat kulit menjadi bopeng.

4. Menjaga kesehatan tubuh

Walaupun penyebab utama jerawat puber adalah karena perubahan hormon, ada baiknya untuk tetap menjaga kesehatan tubuh. Selain makan makan sehat, berolahraga jadi hal wajib yang perlu dilakukan.

Tidak hanya mampu menurunkan berat badan, olahraga mampu mengurangi peradangan dan melepas hormon kortisol yang menjadi penyebab jerawat.

Lalu, pastikan kulit terhidrasi dengan minum air putih yang cukup. Kulit yang dehidrasi juga dapat memicu timbulnya jerawat juga membuat kulit terlihat kusam.

Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang juga baik untuk tubuh seperti sayuran dan buah. Hindari mengonsumsi terlalu banyak junk food, makanan dan minuman manis, serta lemak jahat.

Berbagai cara mudah mengatasi jerawat puber

Jerawat puber memang terkenal sulit diberantas meski sudah pakai obat, sehingga bisa bikin kepercayaan diri merosot.

Akan tetapi, melakukan perawatan wajah setiap hari bisa mengatasi jerawat yang membandel. Jangan lupa untuk tetap mempertahankan rutinitas perawatan kulit.

Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan bahwa jerawat diobati dengan benar dan lembut.

Beberapa cara lainnya untuk mencegah jerawat puber pada remaja dan masalah kulit lainnya, adalah:

1. Rutin cuci muka

Jerawat puber bisa saja terjadi akibat Anda malas atau jarang cuci muka. Oleh karena itu, sempatkanlah waktu untuk mencuci muka dengan benar dua kali sehari, di pagi dan malam hari sebelum tidur.

Hindari cuci muka lebih dari dua kali dalam sehari karena ini bisa membuat kulit kering.

Pilih sabun pembersih yang lembut dan berbahan dasar air. Hindari sabun batangan yang justru membuat kulit kering. Kandungan sabun batangan dapat menyumbat pori-pori.

Tidak hanya untuk remaja perempuan, hal ini juga juga harus dilakukan bagi remaja laki-laki. Manfaatnya adalah untuk menjaga kulit tetap bersih sekaligus menghindari datangnya jerawat.

Jangan juga pilih sabun pembersih jenis scrub karena partikel kasarnya bisa membuat masalah kulit semakin buruk. Jerawat pada dasarnya tidak bisa dihilangkan menggunakan scrub.

2. Gunakan produk jerawat yang tepat

Salah satu faktor utama penyebab jerawat puber pada remaja adalah penumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori dan berakibat pada penebalan pori.

Minyak yang terperangkap dalam pori akan memulai proses pembentukan jerawat.

Maka dari itu, Anda membutuhkan produk jerawat yang bisa membuat penumpukan sel kulit mati tersebut terkelupas.

Nah, caranya adalah dengan menggunakan produk yang mengandung salicylic acid (SA). SA tidak hanya efektif dan lembut untuk memulai proses pengelupasan pada permukaan kulit.

Akan tetapi, kandungan ini juga melakukan pengelupasan di dalam pori-pori, membunuh bakteri, dan memiliki kandungan yang mencegah kemerahan pada kulit.

Selain itu, benzoyl peroxide adalah zat yang ampuh membunuh bakteri penyebab jerawat puber. Tidak sulit kok untuk menemukan krim jerawat yang mengandung benzoyl peroxide ini.

Cara penggunaannya, hanya dengan mengusapkan sedikit produk pada jerawat. Setelah itu kulit akan menyerap obat dan akhirnya menghilangkan bakteri jerawat.

3. Jangan lupakan pelembap

Banyak orang yang enggan menggunakan pelembap, karena takut membuat kulitnya semakin berminyak. Kulit yang lembap dengan berminyak adalah dua kondisi yang berbeda.

Ketika Anda punya jerawat puber, bukan berarti karena terlalu banyak minyak pada wajah dan akhirnya menghindari pakai pelembap. Kulit wajah tetap harus dijaga kelembapannya.

Maka itu, jika ada jerawat di wajah, Anda bisa memilih produk perawatan kulit termasui pelembap yang bebas minyak.

4. Lindungi kulit wajah dari paparan sinar matahari

Kulit tidak dapat secara otomatis memerangi jerawat puber ketika terkena sinar matahari yang dapat menyebabkan kerusakan secara langsung.

Anda sebaiknya menggunakan krim tabir surya khusus wajah yang mengandung SPF 30. Selain itu, perhatikan kandungan sunscreen yang ringan, oil free, atau bebas komedo agar masalah kulit semakin buruk.

5. Kontrol produksi minyak di wajah

Sayangnya, tidak ada cara yang dapat mengontrol produksi minyak berlebih akibat hormon. Akan tetapi Anda dapat mengontrol produksi minyak berlebih ke permukaan kulit.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan tidak menggunakan produk dengan kandungan emolien secara berlebihan. Emolien berfungsi untuk melembutkan juga melembapkan, tetapi lebih cocok untuk pemilik kulit kering atau dehidrasi.

Hal ini karena terdapat kandungan minyak yang cukup tinggi sehingga kurang cocok untuk jenis kulit berminyak. Akibatnya bisa menyumbat pori-pori dan membuat kulit jadi semakin berminyak.

Maka dari itu, pilih produk yang mampu menyerap minyak atau bebas minyak. Seperti menggunakan clay mask (masker tanah liat) yang lembut secara teratur dan menggunakan kertas penyerap minyak sehari-hari.

Perhatikan juga kandungan dalam rangkaian produk perawatan kulit yang digunakan.

Pastikan produk-produk kesayangan Anda tidak mengandung zat penyebab iritasi seperti menthol, camphor, atau alkohol, yang secara mengejutkan banyak terkandung dalam produk anti-jerawat.

6. Konsultasikan dengan dokter kulit

Apabila merasa khawatir dengan kondisi jerawat puber yang dialami, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit. Hal ini dilakukan agar mendapatkan perawatan kulit yang tepat.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Do I Get Acne? (for Teens) – Nemours KidsHealth. (2020). Retrieved 6 July 2020, from https://kidshealth.org/en/teens/acne.html

Prevent, Treat and Overcome Teenage Acne. (2014). Retrieved 6 July 2020, from https://www.chla.org/blog/rn-remedies/prevent-treat-and-overcome-teenage-acne

Acne in Adolescents and Young Adults – Johns Hopkins All Children’s Hospital . (2020). Retrieved 6 July 2020, from https://www.hopkinsallchildrens.org/ACH-News/General-News/Acne-in-Adolescents-and-Young-Adults

default – Stanford Children’s Health. (2020). Retrieved 6 July 2020, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=treating-teen-acne-1-1252

The Benefits of Drinking Water for Your Skin. (2020). Retrieved 6 July 2020, from https://www.uwhealth.org/madison-plastic-surgery/the-benefits-of-drinking-water-for-your-skin/26334

Practitioners, T. (2017). RACGP – Acne in adolescents. Retrieved 6 July 2020, from https://www.racgp.org.au/afp/2017/december/acne-in-adolescents/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 25/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x