Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Masih Kecil, Kok, Sudah Bau Badan? Apa Penyebabnya?

Masih Kecil, Kok, Sudah Bau Badan? Apa Penyebabnya?

Bau badan pada anak normalnya akan muncul saat menjelang pubertas. Namun, bisa juga terjadi lebih awal daripada seharusnya. Apa penyebab bau badan pada anak? Simak ulasannya berikut untuk mengetahui apakah penyebabnya bisa di atasi atau merupakan gejala dari suatu penyakit yang memerlukan penanganan khusus dari dokter.

Bau badan pada anak

Perubahan bau keringat pada anak akan terjadi seiring dengan perkembangan tubuhnya, yaitu ketika memasuki usia remaja dan mengalami pubertas. Anak perempuan biasanya lebih dulu mengalami masa pubertas, yaitu sekitar usia 8 sampai 12 tahun. Sementara anak laki-laki, akan mengalami masa pubertas sekitar usia 9 tahun sampai 12 tahun. Pada usia tersebutlah anak-anak akan mengalami perubahan pada bau keringatnya. Yang awalnya tercium samar hingga benar-benar berbau tidak sedap.

Penyebab bau badan pada anak yang umum terjadi

Penyebab umum bau badan yang terjadi pada anak-anak, masih bisa diatasi dengan beberapa perawatan kebersihan di rumah. Dengan mengetahui penyebab bau badan, akan memudahkan orangtua untuk mengatasi bau badan tersebut. Berikut beberapa penyebabnya, seperti:

Kebersihan yang buruk

Ini menjadi penyebab paling umum pada bau badan anak. Bila anak mandi tidak bersih, khususnya pada daerah sekitar ketiak, selangkangan, dan sela jari tangan atau kaki. Bakteri bisa terkumpul di daerah tersebut karena tidak terbawa air. Selain itu, pakaian yang tidak dicuci dengan baik juga bisa menyebabkan bakteri yang sebelumnya sudah menempel tidak hilang. Menggunakan baju yang tidak benar-benar kering juga bisa menjadi penyebabnya, apalagi ketika anak harus berhadapan dengan sinar matahari.

Untuk menghindarinya, anak harus belajar menjaga kebersihan diri, misalnya mandi dengan bersih dan rutin. Kemudian, jaga kebersihan pakaian, sepatu, atau apapun yang digunakan oleh anak pada tubuhnya.

Mengonsumsi makanan pemicu bau badan

Beberapa makanan tidak hanya memengaruhi bau pada napas anak, tetapi juga memengaruhi bau pada tubuh. Makanan tersebut biasanya memiliki bau yang khas atau zat pemicu yang setelah dicerna, baunya akan merembes melalui pori-pori kulit dan menimbulkan bau badan. Dilansir dari Mom Junction, beberapa makanan penyebab bau badan pada anak tersebut adalah:

  • Daging merah memiliki turunan asam amino yang disebut karnitin. Terlalu banyak karnitin bisa membuat perubahan pada bau badan.
  • Susu mengandung protein yang bisa memakan waktu lebih lama untuk dicerna dibanding makanan lainnya. Jadi kelebihan konsumsi produk susu dapat menyebabkan pelepasan metil merkaptan dan hidrogen sulfida di dalam tubuh. Proses ini menyebabkan bau busuk keluar. Kemungkinan bau badan karena susu mungkin lebih tinggi jika anak punya intoleransi laktosa.
  • Makanan olahan dari tepung, terutama yang rendah serat.
  • Makanan dengan gula, bawang merah, bawang putih, dan bumbu lainnya.
  • Makanan berbau seperti ikan, telur, dan kacang polong.

Pubertas dini

Pubertas adalah fase pencapaian kematangan seksual pada anak perempuan dan laki-laki. Pada masa ini, mereka mengalami banyak perubahan hormon sehingga terjadi perubahan pada tubuh dan perilaku, salah satunya adalah bau badan. Jika anak mengalami bau badan pada masa-masa pubertas, yaitu sekitar usia 10-14 tahun, maka orangtua tidak perlu khawatir karena ini normal terjadi. Cukup beri tahu dan ajari mereka bagaimana cara mengatasinya.

Akan tetapi, beberapa anak bisa mengalami pubertas dini. Pubertas dini bisa disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya adalah gangguan hormon dan faktor genetik.

Penyakit juga bisa menjadi penyebab bau badan pada anak

Selain kebersihan dan makanan, bau badan juga bisa timbul karena beberapa penyakit. Bila ini terjadi butuh bantuan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Berikut beberapa penyakit yang menyebabkan bau badan, seperti:

1. Fenilketonuria

Salah satu penyakit akibat gangguan metabolisme saat bayi dilahirkan sehingga tidak ada fenilalanin hidroksilase, yaitu enzim yang diperlukan untuk memecahkan asam amino. Akibatnya bau apek muncul pada kulit, kotoran telinga, nafas, dan urinenya. Selain itu, fenilketonuria bisa menyebabkan kecacatan intelektual dan perkembangan pada tubuh sebab tergangguanya proses pemecahan protein asam amino yang terdapat pada susu, daging, dan telur. Bila tidak diobati, kadar fenilalanin yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada otak.

2. Adrenarche

Ini adalah istilah yang digunakan pada kondisi anak yang mengalami pematangan seksual dini (pubertas dini). Penyebabnya produksi hormon seperti DHEA mengalami peningkatan, sehingga tanda pubertas, seperti muncul rambut kemaluan dan ketiak, jerawat, dan perubahan pada bau keringat bisa lebih awal terjadi. Kondisi ini terjadi pada anak dibawah delapan tahun pada anak perempuan dan sembilan tahun pada anak laki-laki.

3. Hiperhidrosis

Kondisi ini menyebabkan anak berkeringat berlebihan untuk menjaga suhu tubuh normal. Ini terjadi karena adanya infeksi, ketidakseimbangan hormon akibat pubertas, atau kondisi kronis lainnya sehingga kelenjar keringat memproduksi keringat terlalu banyak. Bila keringat berlebih hanya terbatas pada bagian tubuh tertentu, anak kemungkinan memiliki hiperhidrosis fokal.

4. Trimetilaminuria

Trimetilaminuria adalah kondisi langka yang disebabkan oleh kelainan metabolisme dalam memproduksi enzim flavin. Ini menyebabkan tubuh tidak mampu memecah trimetilamin sehingga terjadi peningkatan bakteri pada sistem pencernaan. Akibatnya, bau amis akan tercium pada keringat, urine, dan napas anak. Penyakit ini disebut juga dengan sindrom bau ikan.

4. Asidemia isovalerik

Kondisi ini menyebabkan bayi mengalami bau khas kaki berkeringat atau bau tidak sedap. Ini terjadi karena menumpuknya senyawa asam isovalerik pada tubuh yang memengaruhi darah, urine, dan jaringan. Penumpukan ini bisa menjadi racun dan menyebabkan masalah pada kesehatan. Bayi baru lahir yang mengalami kondisi ini bisa mengalami muntah, kejang, serta lemas lesu beberapa hari setelah dilahirkan.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Cause of Body Odor in Young Children. https://www.livestrong.com/article/169752-the-cause-of-body-odor-in-young-children/. Diakses pada 9 maret 2018.

Body Odor In Children – 8 Causes And 11 Remedies. http://www.momjunction.com/articles/causes-of-body-odor-in-children_00355682/#gref. Diakses pada 9 maret 2018.

When do children begin to sweat and have body odor? https://www.parents.com/advice/big-kids/hygiene/when-do-children-begin-to-sweat-and-have-body-odor/. Diakses pada 9 maret 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 16/08/2021
Fakta medis diperiksa oleh Hello Sehat Medical Review Team
x