Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kapan Normalnya Muncul Bau Badan pada Anak?

Kapan Normalnya Muncul Bau Badan pada Anak?

Anda mungkin bertanya-tanya kapan muncul bau badan pada anak. Normalnya, bau badan akan terjadi saat anak memasuki usia puber atau menjelang remaja. Namun, sebenarnya berapa usia yang wajar bau badan muncul pada anak? Simak ulasannya berikut ini dan langkah-langkah mengatasinya.

Mengapa anak bisa bau badan?

Menurut Marshfield Clinic Health System, saat anak beranjak remaja dan memasuki masa puber, terjadi perubahan yang cukup signifikan pada tubuh anak. Salah satunya adalah perubahan hormon, sehingga pertanyaan mengenai kapan bau badan pada anak mulai muncul terjawab.

Ya, perubahan hormon pada anak yang beranjak remaja menyebabkan tubuhnya memproduksi keringat berlebih yang jadi penyebab bau badan. Hal ini juga didukung dengan aktivitas fisik anak yang juga semakin variatif. Pada usia tersebut, anak tentu sedang semangat untuk menambah pengetahuan dan kemampuannya dengan menjelajah lingkungan sekitar.

Namun, kapan atau saat bau badan pada anak mulai muncul tidak terpatok pada pubertas saja. Tubuh manusia memiliki dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Pada anak, kelenjar keringat yang aktif adalah kelenjar ekrin. Kelenjar tersebut berada di seluruh tubuh, yaitu di sekitar pori-pori kulit dan akan menghasilkan keringat berupa air ketika tubuh harus mempertahankan suhu tubuh yang ideal.

Sebagai contoh, saat anak sedang demam atau ketika anak mencicipi makanan yang pedas. Sementara itu, kelenjar apokrin berada di sekitar rambut ketiak dan akan menghasilkan keringat setiap kali tubuh melakukan aktivitas fisik dan juga merasakan emosi seperti ketakutan, cemas, stres, atau mengalami rangsangan seksual. Keringat yang dihasilkan biasanya mengandung minyak, berwarna buram, dan tidak berbau.

Kapan muncul bau badan pada anak?

Keringat anak akan menjadi bau saat bereaksi dengan bakteri yang menempel pada kulit. Oleh karena itu, waktu kapan bau badan pada anak muncul adalah saat anak sedang aktif bergerak dan mulai terpapar bakteri dari lingkungan sekitar.

Umumnya, bayi hingga anak-anak usia di bawah 8 tahun memiliki keringat yang tidak berbau, atau hanya berbau samar. Sementara itu, usia 8 tahun hingga memasuki masa pubertas umumnya akan mulai muncul bau badan pada anak.

Bahkan, bisa dikatakan, bau badan muncul pada anak adalah salah satu pertanda anak memasuki masa puber. Nah, bau badan ini mulai menjadi tidak sedap saat anak memasuki usia 12 tahun atau saat sudah remaja. Biasanya, anak perempuan cenderung mengalami pubertas lebih awal daripada anak laki-laki.

Oleh karena itu, tidak heran jika muncul bau badan pada anak perempuan lebih dulu dibanding pada anak laki-laki. Pada anak perempuan, bau badan mulai muncul saat usianya 8 tahun, sedangkan pada anak laki-laki, kapan muncul bau badan tidak sedap biasanya terjadi saat memasuki usia 9 tahun.

Selain aktivitas dan banyaknya bakteri, bau badan pada anak yang tidak normal bisa disebabkan oleh penyakit atau kondisi tubuh lainnya. Oleh sebab itu, bila bau badan terjadi lebih awal dari seharusnya, ini perlu diatasi dan dicegah. Penyebab bau badan anak yang bisa dicegah dan lebih mudah diatasi sendiri, meliputi:

Sementara itu, untuk bau badan yang disebabkan oleh penyakit harus mendapatkan pengobatan dari dokter untuk mengurangi gejala penyebab bau badan. Jangan melakukan pengobatan tanpa rekomendasi dokter yang bisa memperparah kondisinya.

Membantu anak mencegah bau badan yang muncul

Pertanyaan mengenai kapan muncul bau badan pada anak sudah terjawab. Kini, saatnya Anda membantu anak untuk mencegah bau badan yang muncul. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda dan anak Anda lakukan untuk mencegah muncul bau badan yang tidak sedap.

1. Mandi

Meski terdengar sepele, aktivitas merawat diri ini sangatlah penting untuk kebersihan. Apalagi, jika anak baru saja melakukan aktivitas fisik atau bermain di luar rumah. Masalahnya, terkadang anak terlalu malas untuk mandi, sehingga jika ia berada di luar pengawasan Anda, bisa saja anak Anda tidak mandi.

Sayangnya, meski Anda tidak sadar, orang-orang lain, seperti teman, guru, atau anggota keluarga yang lain akan menyadari bahwa anak Anda tidak mandi. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban Anda sebagai orangtua untuk memastikan bahwa anak Anda mandi setiap hari, sebanyak dua kali sehari.

Jika anak Anda melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga atau kegiatan lain yang membuatnya memproduksi banyak keringat, Anda harus memastikan anak Anda mandi setelahnya. Selain itu, dampingi pula anak Anda saat mandi, misalnya memberitahu bagian-bagian tubuh mana saja yang rentan mengeluarkan bau.

Sediakan alat-alat mandi yang menunjang kebersihan anak, misalnya sampo, sabun mandi, pembersih punggung, dan berbagai produk lain yang membuatnya jadi semangat untuk mandi.

2. Mencuci pakaian

Tidak hanya mandi, kegiatan mencuci pakaian mungkin terdengar sepele. Anda mungkin juga merasa bahwa semua pakaian yang digunakan anak tentu akan Anda cuci. Namun sayang, sering kali Anda membiarkan anak menggunakan pakaian yang sama beberapa kali selama berturut-turut tanpa dicuci terlebih dahulu.

Salah satu waktu kapan bau badan muncul pada anak adalah saat anak menggunakan baju yang tidak dicuci. Baju yang digunakan anak Anda saat itu mungkin terlihat bersih. Namun bayangkan saja, baju itu sudah digunakannya selama berjam-jam, sehingga keringat pada tubuhnya telah menempel pada pakaian tersebut.

Jadi tentu saja, jika pakaian itu dikenakan lagi, ada kemungkinan besar anak Anda akan memproduksi bau yang tidak sedap. Apalagi jika pakaian itu sudah digunakan ke luar rumah untuk bermain di bawah terik sinar matahari.

Maka itu, selalu cuci pakaian yang telah dikenakan anak Anda, dan jangan biarkan ia mengenakan pakaian yang sama sebelum pakaian tersebut dicuci terlebih dahulu. Untuk seragam sekolah, sediakan beberapa cadangan seragam sehingga anak bisa langsung ganti keesokan harinya.

3. Cuci sepatu

Salah satu sumber bau badan tak sedap bukan hanya bagian tubuh, tapi juga kaki. Ya, kaki anak-anak juga bisa saja menimbulkan bau menyengat. Kapan muncul bau badan yang berasal dari kaki anak? Biasanya, anak-anak di usia menjelang remaja sering kali berlari-larian bersama teman menggunakan sepatu sneaker.

Jika anak menggunakan kaos kaki, mungkin bau tak sedap yang berasal dari kaki si anak masih bisa diredam. Sayangnya, tidak semua anak mau menggunakan kaos kaki saat menggunakan sepatu, sehingga bau tak sedap itu pun muncul dari kakinya.

Sebagai orangtua, sediakan kaos kaki yang banyak untuk anak, sehingga anak bisa segera ganti jika kaos kaki yang dikenakannya sudah dipakai untuk melakukan beberapa aktivitas. Dengan begitu, Anda telah membantu anak untuk tidak memproduksi bau badan yang berasal dari kakinya. Jangan lupa juga mengajak anak rutin mencuci sepatu agar kebersihannya tetap terjaga.

Kapan anak boleh pakai deodoran saat muncul bau badan?

Bila bau badan terjadi padahal anak belum mencapai usia pubertas, sebagai orangtua Anda bisa mencegah dan mengatasinya dengan mengajarkan cara mandi yang bersih dan rutin. Perhatikan juga kebersihan pakaiannya dan jenis makanannya, misalnya membatasi makanan yang mengandung bawang, daging merah, atau susu sapi.

Bila tidak berhasil, mungkin memakai deodoran bisa membantu. Namun, perlu diketahui ada batasan usia ketika anak boleh menggunakan deodoran. Kapan anak boleh menggunakan deodoran saat muncul bau badan pada anak? Anak usia 10 atau 11 tahun baru diperbolehkan memakai deodoran.

Selain umur, pemilihan deodoran juga harus tepat. Sekarang ini, banyak deodoran yang dibuat khusus untuk anak. Jangan memilih deodoran yang mengandung paraben, aluminium, atau bahan kimia yang sifatnya alergen dan berbahaya.

Anda juga bisa menggunakan bahan-bahan alami sebagai pengganti deodoran buatan pabrik. Jangan lupa untuk selalu mengonsultasikan rencana Anda untuk mendapatkan rekomendasi dan saran yang tepat untuk mengatasi bau badannya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gongala, S. (2020). Body Odor In Children: Causes, Treatment and Tips to Manage. Retrieved 8 April 2020, from https://www.momjunction.com/articles/causes-of-body-odor-in-children_00355682/#gref

When do children begin to sweat and have body odor?. Retrieved 8 April 2020, from https://www.parents.com/kids/hygiene/when-do-children-begin-to-sweat-and-have-body-odor/

Iannelli, V. (2020). When Is It Safe for Kids to Use Deodorant? Retrieved 8 April 2020, from https://www.verywellfamily.com/starting-to-use-deodorant-2634486

O’Donnell, J. (2019). Help Your Tween Prevent Body Odor. Retrieved 8 April 2020, from https://www.verywellfamily.com/help-your-tween-conquer-body-odor-3288387

What’s that smell? Body odor means puberty is starting | Shine365 from Marshfield Clinic. Retrieved 8 April 2020, from https://shine365.marshfieldclinic.org/kids-health/body-odor/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 05/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x