Tubuh Anda Berbau Amis Seperti Ikan? Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah mendengar sindrom bau ikan? Sindrom ini ditandai dengan bau badan yang menyengat seperti bau ikan busuk.

Sebenarnya, setiap orang yang sehat pasti mengeluarkan keringat. Keringat yang dihasilkan oleh masing-masing orang akan berbeda, entah itu berbeda jumlah, frekuensi, serta bau yang ditimbulkan dari keringat tersebut. Banyak hal yang mempengaruhi produksi keringat, tetapi yang paling umum adalah semakin panas suhu udaranya maka produksi keringat akan meningkat. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga suhu normal tubuh. 

Bau keringat yang muncul sebenarnya diakibatkan oleh bakteri yang terdapat di permukaan kulit dan semakin banyak bakteri yang ada di kulit maka bisa menyebabkan keringat Anda semakin bau. Tapi berbeda dengan sindrom bau ikan ini, tidak hanya keringat saja yang berbau seperti ikan, urin serta mulut juga berbau ikan busuk.  

BACA JUGA: Bau Mulut Parah? Bisa Jadi Diabetes

Apa itu sindrom bau ikan?

Terdapat sebuah penyakit langka yang disebut sebagai sindrom bau ikan, atau dalam bahasa medis disebut dengan trimethylaminuria. Sindrom bau ikan ini ditandai dengan badan, urin, dan napas berbau seperti bau ikan busuk. Bau ini muncul akibat tubuh penderita tidak dapat mengubah zat kimia trimethilamina. Sehingga ketika tubuh gagal memecah dan mengubah zat kimia tersebut, trimetilamina akan terus terakumulasi dan mempengaruhi bau keringat, urin, serta napas penderita.

Apa saja gejala dan tanda sindrom bau ikan?

Gejala yang ditimbulkan dari sindrom ini adalah munculnya bau yang tak sedap dari penderita. Bau tak sedap ini timbul pada keringat, urin, air liur, serta cairan vaginal, dan tidak ada gejala lain yang muncul.

Terkadang sebagian orang juga mengeluarkan bau badan yang sangat kuat dan tidak sedap, tapi biasanya hal ini akan berubah-ubah tergantung dengan kondisinya. Namun pada penderita sindrom bau ikan, bau yang muncul akan tetap dan tidak tergantung dengan kondisinya. Pada beberapa kasus, sindrom ini muncul pada anak-anak, namun hal tersebut terjadi hanya dalam beberapa waktu saja dan akan menghilang dalam hitungan bulan atau tahun.

BACA JUGA: Penyebab Bau Kaki Tidak Sedap (dan Cara Mengusirnya)

Apa penyebab utama sindrom bau ikan?

Pada orang yang normal, bakteri yang ada di dalam usus membantu kita untuk mencerna makanan seperti telur, kacang-kacangan, dan makanan lainnya. Kemudian hasil dari proses pencernaan tersebut adalah zat kimia trimethylamina.

Orang yang sehat, secara otomatis akan mengeluarkan suatu enzim yang bertanggung jawab untuk memecah zat kimia tersebut dan tidak menyebabkan zat trimethylamina terakumulasi dalam tubuh. Namun, tidak pada penderita sindrom bau ikan. Mereka justru tidak bisa menghasilkan enzim tersebut. Hal ini mengakibatkan trimethylamina dihasilkan terus-menerus oleh tubuh tanpa dipecah oleh enzim. Trimethylamina yang semakin banyak jumlahnya di dalam tubuh, akan memperburuk bau badan seseorang.

Ketidakmampuan menghasilkan enzim yang bertugas untuk memetabolisme trimethylamina ini diakibatkan oleh adanya mutasi gen FMO3 yang dimiliki oleh penderita sindrom bau ikan. Biasanya, gen yang telah bermutasi tersebut diturunkan oleh orangtua penderita yang juga memiliki sindrom yang sama. Salah satu orangtua – ayah atau ibu – mungkin saja menjadi pembawa gen ini yang kemudian diturunkan ke anaknya.

Seseorang yang memiliki gen pembawa dari FMO3 yang sudah bermutasi ini lebih sering tidak menimbulkan gejala apapun atau tidak menderita sindrom bau ikan juga, kalaupun memiliki sindrom tersebut jangka waktunya tidak terlalu lama.

Penyebab lain sindrom bau ikan

Tidak semua penderita yang mengalami sindrom bau ikan memiliki gen yang telah bermutasi. Sebagian kasus bisa saja disebabkan oleh kelebihan mengonsumsi protein atau terjadi peningkatan jumlah bakteri usus yang menghasilkan trimethylamina dalam tubuh. Bahkan beberapa kasus, penderita penyakit hati dan ginjal juga berisiko untuk mengalami sindrom bau ikan, karena mereka memiliki enzim FMO3 yang kurang aktif yang memungkinkan mereka tidak bisa memetabolisme trimethylamina.

Selain itu, wanita lebih mungkin menderita sindorm ini dibandingkan dengan laki-laki. Alasannya karena hormon seksual wanita, progesteron dan estrogen, dapat memperparah gejala yang muncul. Beberapa kondisi bahkan bisa memperburuk bau yang ditimbulkan, seperti:

Bagaimana cara mengobati sindrom bau ikan?

Sampai sekarang belum ditemukan pengobatan yang bisa mengatasi sindrom bau ikan, karena sindrom ini lebih besar terjadi karena genetik. Tetapi penderita sindrom bau ikan bisa saja mengurangi bau yang ditimbulkan dengan cara menjalankan pola hidup sehat serta mengonsumsi makanan sehat. Makanan yang harus dihindari agar bau yang ditimbulkan berkurang adalah:

  • Susu sapi
  • Telur
  • Jeroan
  • Kacang merah
  • Kacang tanah
  • Berbagai produk kacang kedelai
  • Brokoli
  • Kubis
  • Bermacam-macam makanan laut

Sedangkan terkadang penderita sindrom bau ikan juga dianjurkan untuk mengonsumsi obat antibiotik yang dapat menurunkan jumlah bakteri yang ada di dalam usus yang kemudian menurunkan produksi trimethylamina.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit