Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Bingung Lagi, Ini Cara Mengatasi Bau Badan pada Anak

Jangan Bingung Lagi, Ini Cara Mengatasi Bau Badan pada Anak

Anak-anak yang aktif sepanjang hari, sering menyebabkan tubuhnya berkeringat. Hal ini bisa memicu bau badan pada anak. Walaupun terlihat sepele, jika bau badan tersebut tidak diatasi dengan baik, hal tersebut bisa mengurangi rasa percaya diri anak dan mengganggu orang di sekitarnya. Sebagai orangtua, Anda pasti tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan? Simak ulasan berikut ini untuk mengatasi bau badan dari tubuh anak.

Bagaimana bau badan pada anak bisa muncul?

Sama seperti orang dewasa, tubuh anak memiliki dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar ekrin berada di seluruh permukaan tubuh yang akan mengeluarkan keringat saat suhu tubuh berubah.

Sebagai contoh, saat demam atau setelah mengonsumsi makanan pedas. Keringat yang keluar dari kelenjar ini bertujuan untuk menormalkan suhu tubuh. Sementara, kelenjar apokrin berada di sekeliling ketiak yang akan menghasilkan keringat dengan kandungan sedikit minyak, berwarna buram, dan tidak berbau.

Ya, keringat ini akan muncul dan banyak diproduksi ketika anak bermain atau anak beraktivitas di luar. Memang benar bahwa pada awalnya, keringat ini tak berbau. Namun jika keringat kena bakteri, akan muncul bau yang tak sedap dari ketiak.

Bila sudah sering muncul bau tak sedap pada anak, Anda harus mencari tahu apa penyebabnya sehingga akan lebih mudah untuk mengatasi bau tersebut.

Kapan bau badan pada anak sering terjadi?

Salah satu penyebab munculnya bau badan pada anak adalah pubertas. Ya, salah satu ciri pubertas yang dialami oleh anak pada usia menjelang remaja adalah anak jadi mudah berkeringat. Hal itu kemudian memicu timbulnya bau badan pada anak di usia menjelang remaja.

Menurut sebuah artikel mengenai pubertas yang dimuat di laman Kids Health, umumnya anak menjelang masa puber akan mengalami bau badan, terutama pada bagian bawah ketiak anak dan beberapa bagian tubuh lain. Hal ini terjadi karena hormon pubertas menstimulasi kelenjar yang berada di dalam kulit, termasuk kelenjar keringat yang terdapat di bawah ketiak.

Oleh karenanya, saat keringat dan bakteri bercampur menjadi satu, muncullah bau tak sedap pada anak Anda. Tentu saja, karena bercampur dengan bakteri, bau yang ditimbulkan menjadi tidak sedap. Maka itu, penting bagi anak, saat usianya yang sudah menjelang remaja, untuk lebih memerhatikan bau badan.

Sebagai contoh, lebih baik mengganti pakaian yang baru dikenakan dengan pakaian bersih dan lebih rajin mandi, khususnya setelah beraktivitas di luar rumah. Anak bisa menggunakan deodoran pada ketiak untuk mengantisipasi munculnya bau badan yang kurang sedap.

Tips mengatasi bau badan pada anak

Untuk mengatasi bau badan pada tubuh anak, Anda tentu harus mencari terlebih dahulu sumber dan penyebabnya. Biasanya, bau kurang sedap dari anak yang memiliki aroma cukup tajam adalah pada area kaki, ketiak, dan area kemaluan.

Penyebab umum munculnya bau badan ini biasanya terjadi karena kebersihan tubuh dan pakaian yang kurang dijaga. Akan tetapi, bisa juga hal ini terjadi karena pilihan makanan yang dikonsumsi oleh anak, atau kondisi khusus pada tubuh anak. Berikut cara mengatasi bau badan pada anak:

1. Menjaga kebersihan tubuh

Saat sedang bermain bersama dengan teman, anak Anda mungkin lebih memilih untuk fokus bermain dibanding memedulikan kebersihan tubuhnya. Ini bisa menjadi penyebab utama banyaknya bakteri yang menempel pada kulit dan bercampur dengan keringat. Dengan begitu, bau badan pada anak muncul.

Untuk mengatasi kondisi ini, orangtua harus rajin menjaga kebersihan tubuh anak dengan meminta anak mandi rutin sebanyak dua kali dalam sehari.

Pastikan bahwa anak benar-benar membersihkan bagian tubuhnya secara menyeluruh, khususnya yang memiliki lipatan. Area ketiak, area kemaluan, dan jari-jari kaki adalah bagian tubuh yang wajib dibersihkan oleh anak setiap kali mandi.

Selain itu, ingatkan anak untuk jangan lupa membilas dan mencuci tangan dengan bersih setelah buang air. Ada beberapa campuran bahan alami yang bisa membantu menghilangkan bau badan anak, seperti:

Mandi dengan jus tomat

Untuk melakukannya, Anda bisa menambahkan dua cangkir jus tomat ke dalam bak mandi. Lalu, biarkan anak berendam selama beberapa menit agar meresap pada kulitnya. Baru setelah itu, anak bisa membilasnya dan mandi seperti biasa.

Oleskan jus lemon

Selain mandi dengan jus tomat, salah satu cara alami menghilangkan bau badan pada anak adalah mengoleskan jus lemon. Caranya, campurkan satu sendok makan jus lemon dengan secangkir air. Kemudian, aduk hingga rata dan masukkan kapas agar campuran air tersebut meresap. Oleskan kapas pada ketiak anak dan diamkan selama sepuluh menit. Lakukan setiap hari dengan rutin sebelum mandi.

Mandi dengan jus lemon

Campurkan beberapa sendok jus lemon pada bak mandi anak dan biarkan anak mandi atau berendam selama beberapa menit dengan campuran air tersebut.

Mandi dengan rebusan daun sage

Rebus beberapa lembar daun sage dengan secangkir air. Rebusan tersebut campukan dengan bak mandi dan biarkan anak berendam dalam beberapa menit. Cara alami ini juga diduga ampuh menghilangkan bau badan pada anak.

Campuran bahan alami tersebut tidak diperuntukkan untuk mengobati penyakit yang menyebabkan bau tak sedap pada anak. Ini hanya membantu anak menghilangkan bau tubuhnya. Jangan lupa untuk melakukan uji sensitivitas pada kulit untuk menghindari kulit anak yang sensitif dari alergi.

2. Menjaga kebersihan pakaian dan sepatu

Anda juga harus selalu mengingatkan dan membantu menjaga kebersihan anak. Pasalnya, dengan menjaga kebersihan pakaian, Anda menghindarkan diri anak dari berbagai penyakit kulit. Hal ini juga membantu menghindari munculnya bau badan.

Orangtua juga harus bisa memastikan anak untuk memakai pakaian yang kering. Selain itu, ajarkan anak untuk mencuci pakaian dan sepatu dengan benar hingga bersih. Jangan biarkan anak terlalu lama memakai sepatu yang membuat kakinya berkeringat.

3. Perhatikan menu makanan

Anda juga perlu menjaga menu makanan anak. Hal ini disebabkan, ada beberapa jenis makanan yang bisa memicu bau badan. Sebagai contoh bawang putih dan bawang merah. Kedua jenis makanan tersebut bisa memicu bau badan pada anak.

Selain itu, daging merah, ikan, telur, dan makanan olahan juga bisa menyebabkan anak memproduksi bau badan. Untuk sementara, kurangi menu makanan yang terbuat dari bahan-bahan tersebut. Pastikan juga asupan air anak terpenuhi. Air dapat membantu tubuh mengeluarkan racun penyebab bau badan.

Tak hanya itu, mengombinasikan susu sapi dengan susu kedelai atau susu almond juga mengurangi bau badan yang dihasilkan oleh anak. Bau badan yang disebabkan oleh penyakit, seperti fenilketonuria (gangguan metabolisme), hiperdrosis (keringat berlebihan), dan trimethylaminuria (bau badan amis) harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak mengenai perawatan dan pengobatannya, supaya bau badan bisa diatasi.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gongala, S. (2020). Body Odor In Children: Causes, Treatment And Home Remedies. Retrieved 31 March 2020, from https://www.momjunction.com/articles/causes-of-body-odor-in-children_00355682/#gref

15 Amazing Remedies For Body Odor In Kids. (2017). Retrieved 31 March 2020, from https://parentinghealthybabies.com/15-amazing-remedies-body-odor-kids/

All About Puberty (for Kids) – Nemours KidsHealth. Retrieved 31 March 2020, from https://kidshealth.org/en/kids/puberty.html

O’Donnell, J. (2019). Help Your Tween Prevent Body Odor. Retrieved 31 March 2020, from https://www.verywellfamily.com/help-your-tween-conquer-body-odor-3288387

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 03/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x