backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Nggak Perlu Minder, Ini 6 Cara Menghilangkan Bau Badan pada Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 08/06/2022

Nggak Perlu Minder, Ini 6 Cara Menghilangkan Bau Badan pada Anak

Aktivitas sepanjang hari sering menyebabkan tubuh anak berkeringat hingga memicu bau badan. Walaupun terlihat sepele, bau badan yang tak diatasi bisa mengurangi rasa percaya diri anak dan mengganggu orang di sekitarnya. Sebagai orangtua, Anda pasti tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan? Simak ulasan seputar cara menghilangkan bau badan pada anak di bawah ini.

Cara menghilangkan bau badan pada anak

Untuk mengatasi bau badan pada anak dan remaja, Anda tentu harus mencari terlebih dahulu sumber dan penyebabnya.

Biasanya, keringat yang bau dan memiliki aroma cukup tajam terjadi pada area kaki, ketiak, dan area kemaluan.

Namun, Anda tak perlu khawatir, di bawah ini ada beberapa cara menghilangkan bau badan pada anak yang bisa orangtua coba.

1. Rajin mandi

anak susah mandi

Saat sedang bersama teman, anak Anda mungkin lebih memilih untuk fokus bermain ketimbang memedulikan kebersihan tubuhnya.

Ini bisa menjadi penyebab utama banyaknya bakteri yang menempel pada kulit dan bercampur dengan keringat. Dengan begitu, bau badan pada anak akan muncul.

Sebagai cara mengatasi bau badan pada anak dan remaja, orangtua harus rajin menjaga kebersihan tubuhnya dengan meminta anak untuk rutin mandi sebanyak dua kali dalam sehari.

Pastikan bahwa anak benar-benar membersihkan bagian tubuhnya secara menyeluruh, khususnya yang memiliki lipatan.

Area ketiak, kemaluan, dan jari-jari kaki adalah bagian tubuh yang wajib dibersihkan oleh anak setiap kali mandi.

Ingatkan juga kepada anak agar selalu membilas dan mencuci tangan dengan bersih setelah buang air.

2. Menjaga kebersihan pakaian dan sepatu

Anda juga harus selalu mengingatkan dan membantu menjaga kebersihan anak, termasuk pakaian, sepatu, dan benda lain yang menempel pada tubuhnya.

Dengan menjaga kebersihan pakaian, anak akan terhindar dari penyakit kulit serta terbebas dari bau badan.

Orangtua juga harus bisa memastikan anak untuk memakai pakaian yang kering. Ajarkan anak untuk mencuci pakaian dan sepatu dengan benar hingga bersih.

Jangan biarkan anak terlalu lama memakai sepatu yang membuat kakinya berkeringat karena akan menimbulkan bau pada kaki.

Namun, jika bau sudah terlanjur muncul, Anda dapat menggunakan bedak bayi, baking soda, atau semprotan sepatu sebagai penghilang baunya.

3. Perhatikan menu makanan

Menjaga menu makanan juga disebut bisa menjadi cara untuk menghilangkan bau badan pada anak. Pasalnya, ada beberapa jenis makanan yang bisa memicu bau badan, seperti berikut ini.

  • Bawang putih dan bawang bombay.
  • Daging merah.
  • Susu dan produk yang mengandung susu.
  • Makanan yang berbau, seperti ikan, telur, kacang-kacangan, dan makanan pedas.
  • Makanan olahan.

Untuk sementara waktu, kurangi menu makanan yang terbuat dari bahan-bahan tersebut.

Pastikan juga asupan air anak terpenuhi. Pasalnya, air dapat membantu tubuh mengeluarkan racun penyebab bau badan pada anak.

Tak hanya itu, mengombinasikan susu sapi dengan susu kedelai atau susu almond juga dapat mengatasi bau badan pada anak dan remaja.

4. Menggunakan bahan alami

gizi remaja

Ada beberapa campuran bahan alami yang bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi bau badan, termasuk pada anak.

Berikut adalah beberapa bahan alami untuk menghilangkan bau badan yang bisa Anda coba untuk anak.

  • Tomat yang telah dihaluskan.
  • Air lemon.
  • Rebusan daun sirih.
  • Lidah buaya,

Meski begitu, perlu Anda pahami, bahan-bahan ini hanya digunakan untuk membantu menghilangkan bau badan pada anak Anda.

Campuran bahan alami tersebut tidak dapat mengobati penyakit yang menyebabkan bau tak sedap pada anak.

Sebelum menggunakannya pun, pastikan anak Anda tidak alergi terhadap bahan alami ini. Untuk mengetahuinya, tes terlebih dahulu bahan alami ini di area kulit tangan anak Anda.

5. Memakai deodoran atau antiperspiran

Melansir Children’s Wisconsin, beberapa anak usia 10 atau 11 tahun telah mulai menggunakan deodoran atau antiperspiran. Adapun penggunaan deodoran pada anak ini merupakan hal yang normal.

Biasanya, penggunaan dua produk ini dapat membantu menghilangkan bau badan pada anak yang disebabkan oleh masalah kebersihan dan pubertas.

Jika memang harus menggunakan produk ini, putuskan bersama anak Anda terkait deodoran apa yang akan dipilih. Biarkan anak Anda memilih apa yang mereka sukai.

Kendati begitu, sebagai orangtua, Anda perlu melakukan uji sensitivitas pada kulit anak Anda. Beberapa anak mungkin memiliki kulit sensitif, sehingga disarankan untuk memilih deodoran atau antiperspiran tanpa pewangi.

Jika sudah memilih, cobalah minta kepada anak Anda untuk membawa deodoran tersebut ke sekolah dan dipakai setelah kelas olahraga.

Hal tersebut dapat menjadi cara mengatasi bau badan pada anak dan remaja.

Perlu Anda Ketahui

Penting untuk memahami perbedaannya. Deodoran membantu menghilangkan bau tak sedap pada ketiak, sedangkan antiperspiran membantu mengurangi keluarnya keringat.

6. Konsultasi kepada dokter

Dalam beberapa kasus, bau badan pada anak bisa terjadi karena penyakit tertentu, seperti fenilketonuria (gangguan metabolisme), hiperdrosis (keringat berlebihan), dan trimethylaminuria (bau badan amis).

Oleh karena itu, bila cara-cara di atas tak ampuh untuk menghilangkan bau badan pada anak, sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter anak Anda.

Dokter dapat mencari tahu penyebabnya dan akan merekomendasikan perawatan dan pengobatannya agar masalah bau badan pada anak Anda dapat segera diatasi.

Bau badan akan muncul saat anak-anak tumbuh dewasa. Namun, dengan menjaga kebersihan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat, mengatasi bau badan bisa terwujud sedari remaja.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 08/06/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan