Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bolehkah Anak Kecil Pakai Deodoran untuk Usir Bau Badannya?

Bolehkah Anak Kecil Pakai Deodoran untuk Usir Bau Badannya?

Bau badan anak biasanya mulai muncul begitu mereka memasuki usia puber. Selain itu, ada banyak hal lainnya yang dapat menyebabkan anak bau badan — misalnya karena makanan atau kebersihan tubuh dan pakaiannya yang kurang baik. Kalau sudah begini, bolehkah menghilangkan bau badan pakai deodoran untuk anak?

Menghilangkan bau badan anak pakai deodoran, apa boleh?

Pubertas menyebabkan berbagai perubahan fisik dalam diri anak Anda. Mereka tumbuh lebih tinggi, anak perempuan mulai mengembangkan payudara, dan suara anak remaja laki-laki sudah mulai berat dan nge-bass. Pubertas juga membuat anak-anak mulai menumbuhkan rambut-rambut halus di tubuh. Seiring dengan pertumbuhan rambut ketiak, Anda mungkin akan mencium bau badan anak yang khas dan berbeda dari biasanya.

Masa puber anak perempuan biasanya terjadi antara usia 8 dan 13 tahun, sementara anak laki-laki mulai ketika di antara 9 dan 14 tahun. Namun dilansir dari Kids Health, sebenarnya tidak ada batasan umur khusus kapan anak harus atau boleh mulai menggunakan deodoran untuk mengusir bau badannya.

Jika anak Anda merasa cemas atau khawatir akan keringat dan bau badannya, Anda dapat merekomendasikan mereka untuk muai memakai deodoran. Deodoran menyingkirkan bau keringat dengan menutupinya, sementara fitur antikeringat (antiperspirant di label) bekerja menghentikan atau mengeringkan keringat.

Sekali lagi, tidak ada usia khusus kapan anak-anak dapat mulai menggunakan deodoran, tetapi mereka harus membaca dan mengikuti petunjuk pemakaiannya. Beberapa deodoran bekerja lebih baik jika digunakan di malam hari, sementara yang lain merekomendasikan penggunaan di pagi hari.

Memilih deodoran untuk anak yang aman

Tidak banyak deodoran di pasaran yang khusus dirancang untuk anak, maka Anda mungkin perlu mempertimbangkan menggunakan produk yang dipasarkan untuk ABG atau remaja.

Selain memilih produk yang sesuai usia, jangan lupa untuk membaca label keterangan pada kemasan deodoran untuk anak. Hindari bahan-bahan yang mengandung aluminium klorida, aluminium zirkonium, paraben dan propylene glycol yang bisa menyempitkan dan menghentikan kelenjar keringat,

Kemudian sebelum anak menggunakan deodoran, sebaiknya Anda baca dulu aturan pakai yang tertera pada kemasan. Lalu, ajari anak cara pemakaiannya dan tunjukkan di mana sebaiknya deodoran disimpan. Bila deodoran untuk anak menyebabkan reaksi alergi, segera hentikan pemakaian.

Alternatif lain yang lebih aman adalah dengan meracik deodoran alami Anda sendiri di rumah. Yang perlu Anda lakukan adalah mencampurkan 1/4 cangkir baking soda dan bubuk garut dengan 4 sendok makan minyak kelapa, serta 1/4 sendok teh minyak esensial (seperti tea tree oil atau minyak lavender). Kemudian aduk sampai rata sambil dipanaskan kemudian tempatkan ke dalam wadah yang bisa ditutup rapat.

Jangan cuma pakai deodoran untuk menghilangkan bau badan anak

Meski begitu, penggunaan deodoran saja tidak cukup untuk menghilangkan bau badan anak. Dilansir dari Parents, Wendy Sue Swanson, M.D., konselor keluarga sekaligus dokter anak di Seattle Children’s Hospital, berpendapat bahwa orangtua tetap harus mengajari dan memberi tanggung jawab kepada anak untuk selalu menjaga kebersihan tubuhnya.

Beberapa prinsip kebersihan diri yang perlu Anda ajarkan pada anak, termasuk:

  • Mandi setiap hari — khususnya di pagi hari
  • Mandi setelah olahraga atau kegiatan yang memicu keringat lainnya
  • Mencuci seluruh bagian tubuh, termasuk ketiak, alat kelamin, dan kaki saat mereka mandi
  • Mengenakan pakaian dalam, kaus kaki, dan pakaian yang bersih setiap hari
  • Mengenakan pakaian berbahan katun longgar yang dapat membantu menyerap keringat
  • Memakai deodoran

Orangtua juga perlu lebih jeli lagi memperhatikan apa yang anak mereka makan. Pasalnya beberapa makanan diketahui bisa memicu munculnya bau badan, seperti bawang putih.

Deodoran tidak akan bekerja efektif pada bau badan yang disebabkan oleh kondisi atau penyakit tertentu. Maka, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk cari tahu penyebab dan pengobatannya jika bau badan anak tetap saja muncul meski sudah melakukan berbagai cara di atas.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

When Should Kids Start Using Deodorant? https://kidshealth.org/en/parents/deodorant.html. Diakses pada 20 Maret 2018.

Deodorant for Kids: The Safe Options. https://www.healthline.com/health/parenting/deodorant-for-kids#8. Diakses pada 20 Maret 2018.

Teaching Your Child About Body Care. https://www.parents.com/kids/development/puberty/teaching-your-child-about-body-care/. Diakses pada 20 Maret 2018.

When Is It Safe for Kids to Use Deodorant? https://www.verywellfamily.com/starting-to-use-deodorant-2634486. Diakses pada 20 Maret 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 22/03/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x