backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Ajarkan sejak Dini, Ini 6 Cara agar Anak Menjaga Lingkungan

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 29/05/2023

Ajarkan sejak Dini, Ini 6 Cara agar Anak Menjaga Lingkungan

Mengajarkan anak menjaga dan mencintai lingkungan mungkin tak semudah yang dikira. Padahal, penting untuk mengajarkan hal tersebut pada anak sedini mungkin. Jadi, mulailah ajarkan cinta lingkungan pada anak dengan cara-cara berikut.

Cara mengajarkan anak menjaga dan mencintai lingkungan

Mengajarkan anak sesuatu hal yang positif sedini mungkin bisa menumbuhkan kebiasaan yang baik hingga ia besar, termasuk dalam menjaga dan mencintai lingkungan.

Untuk menumbuhkan kebiasaan positif tersebut, fokus pada keterampilan sosial emosional anak merupakan salah satu kunci penting.

Adapun melansir Naturpac, hal ini bisa mulai dibangun pada usia 0—3 tahun, yaitu ketika perkembangan otak anak sedang melesat.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mengajarkan cinta lingkungan pada anak? Berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan.

1. Ajak anak mengenal lingkungan

membentuk jiwa sosial anak

Sebelum mulai merawat dan mencintai lingkungan lewat tindakan, tentu perlu bagi anak untuk mengenal apa itu lingkungan.

Ajaklah anak beraktivitas di luar, seperti liburan atau piknik di alam terbuka (taman, pegunungan, hutan, sungai, atau pantai) atau sekadar jalan-jalan keliling kota.

Tunjukkanlah bagaimana lingkungan semestinya. Lingkungan yang bersih tentu akan nyaman untuk ditinggali, sehingga ia sadar bagaimana menjaga lingkungan yang nyaman tersebut.

Lagi pula, beraktivitas di luar juga merupakan salah satu kegiatan yang disarankan dokter karena dapat meningkatkan kesehatan si Kecil dan mengurangi risiko terkena penyakit.

2. Ajarkan tentang menghargai lingkungan

Bukan sekadar mengenal, ajarkan juga kepada anak bagaimana menghargai lingkungan. Ceritakan pada anak apa konsekuensi dari merusak lingkungan.

Beri tahu kepadanya bahwa menjaga lingkungan tidak hanya penting untuk manusia, tetapi juga makhluk hidup lainnya, termasuk pada kehidupan hewan.

Anda bisa memulai langkah ini dengan menonton film atau membaca buku bersama anak tentang pentingnya lingkungan.

Inagt, lakukan langkah ini dengan cara-cara yang menyenangkan agar anak juga tertarik dan tersadar untuk ikut melestarikan lingkungan.

3. Ajarkan kebiasaan buang sampah di tempatnya

Slogan “buang sampah di tempatnya” mungkin sudah biasa didengar. Namun, mengajarkan hal sederhana seperti ini memang penting untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan pada anak.

Jadi, ajarkan kepada anak untuk selalu membuang sampah bungkus makanan yang ia makan agar tidak mencemari lingkungan.

Ajarkan pula bila menemukan sampah di tempat yang tidak sesuai, ambillah sampah tersebut dan buanglah di tempat sampah.

Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setelah memegang sampah. Kebiasaan ini perlu diterapkan sejak di rumah dan tempat lain, termasuk untuk menjaga kebersihan sekolah.

4. Terapkan prinsip 3R atau reduce, reuse, dan recycle

beres-beres rumah

Ajarkan prinsip 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle, kepada si Kecil sejak dini agar ia terbiasa melakukannya hingga besar nanti.

Reduce berarti menggunakan sumber daya secara bijak serta mengurangi segala sesuatu yang menghasilkan sampah.

Reuse berarti menggunakan kembali barang yang sudah tidak terpakai, sedangkan recycle artinya mendaur ulang sampah.

Ketiga hal tersebut memang tampak sulit dilakukan. Namun, Anda bisa mengajarkan hal-hal sederhana kepada anak dalam menerapkan prinsip menjaga lingkungan tersebut.

Contoh perilaku prinsip 3R

  • Membawa botol minuman sendiri ke sekolah daripada minuman kemasan agar bisa mengurangi sampah sisa makanan.
  • Menggunakan air seperlunya dan secara bijak, misal dengan selalu mematikan keran air saat tidak dipakai.
  • Mematikan lampu saat tidak digunakan.
  • Bila ada sisa air di gelas bisa digunakan untuk menyiram tanaman.
  • Menggunakan botol plastik bekas sebagai pot tanaman kecil.
  • Menyortir buku dan pakaian yang sudah tidak dipakai untuk dijual atau disumbang kepada orang yang lebih membutuhkan. Selain mengajarkan cinta lingkungan, hal ini juga bisa menjadi cara untuk menumbuhkan rasa peduli kepada sesama.

5. Lakukan kegiatan berkebun

Salah satu cara efektif untuk mengajarkan anak menjaga dan mencintai lingkungan, yaitu dengan membuat lingkungan itu sendiri.

Ajaklah anak berkebun atau menanam pohon di halaman rumah. Beri tahu anak bahwa pohon merupakan bagian dari lingkungan dan sangat penting dalam kehidupan manusia.

Ajarkan juga bagaimana agar pohon bisa tumbuh. Ini termasuk memberikan pelajaran kepada anak tentang fotosintesis, komposisi tanah, dan berbagai jenis tumbuhan.

Dengan begitu, anak akan sadar betapa pentingnya menjaga dan merawat lingkungan.

6. Memberi contoh

Cara termudah dalam mengajarkan anak menjaga dan merawat lingkungan adalah dengan memberinya contoh.

Oleh karena itu, orangtua perlu memberi contoh kepada anaknya tentang bagaimana menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan dengan baik.

Apa yang Anda lakukan akan diikuti oleh anak Anda, baik itu hal-hal yang positif serta bagaimana menghindari perilaku yang tidak pantas, termasuk dalam merawat lingkungan.

Jadi, berbagai teori di atas bukan cuma sekadar diberi tahu kepada anak, tetapi juga dicontohkan, ya!

Pentingnya mengajarkan anak menjaga dan mencintai lingkungan

berat dan tinggi badan ideal anak 6-9 tahun

Anda tentu sudah tahu bahwa perubahan iklim dan konsekuensinya terhadap lingkungan berdampak besar pada kehidupan manusia.

Ini termasuk juga pada anak yang akan hidup di masa depan. Artinya, kerusakan yang terjadi pada lingkungan saat ini akan semakin dirasakan dampaknya oleh anak di kehidupan nanti.

Jadi, penting untuk mengajarkan anak bagaimana menjaga dan melestarikan lingkungan sejak fase awal kehidupan anak.

Mengajarkannya sejak dini tidak hanya mendukung proses perkembangan anak. Namun, hal ini juga membantunya mendapatkan serta ikut menentukan kehidupan yang lebih baik untuk dirinya pada masa mendatang.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 29/05/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan