Kenali Bullying yang Terjadi Pada Anak Remaja

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/07/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Bullying atau perundungan pada remaja bisa terjadi di mana saja. Maka dari itu orangtua perlu mengetahui tanda-tanda bullying pada anak. Pada dasarnya, ada jenis-jenis bullying yang kerap terjadi di lingkungan remaja. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab, jenis, sampai cara mengatasi bullying pada remaja ini.

Apa itu bullying pada remaja?

Bullying bisa terjadi pada siapa saja khususnya remaja. Dikutip dari American Academy of Child & Adolescent Psychiatry, kata bullying merujuk pada arti kata perundungan atau intimidasi atau penindasan.

Pada perkembangan remaja, hal ini dilakukan oleh individu atau kelompok yang lebih kuat.

Ada perbedaan jika dibandingkan dengan pertengkaran pada umumnya. Hal ini karena tindakan perundungan bisa terjadi berulang serta terus menerus.

Tidak hanya itu saja, ada berbagai macam penyebab terjadinya bullying. Seperti anak yang kurang populer, mempunyai fisik yang berbeda, disabilitas, preferensi seksual yang berbeda, dan lain-lain.

Perlu diketahui pula bahwa tindakan ini juga mempunyai niat untuk memberikan rasa sakit hati serta ketidaknyamanan baik secara fisik mapun emosional.

Jenis-jenis bullying pada remaja

Fenomena perundungan atau bullying adalah salah satu masalah yang hingga saat ini belum bisa diberantas secara menyeluruh. Pasalnya, perundungan bisa terjadi dimana saja baik di sekolah, tempat les, bahkan di rumah.

Pada banyak kasus, korban perundungan tidak berani memberitahu siapapun tentang kondisi yang dialaminya karena diancam oleh pelaku.

Ada jenis-jenis bullying yang mungkin dialami anak dan orangtua perlu ketahui, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Bullying fisik

Biasanya perundungan fisik adalah salah satu dari jenis bullying pada remaja yang paling mudah dikenali. Sering kali, yang menjadi  korban akan menerima berbagai perlakuan fisik yang kasar.

Menurut National Center Against Bullying, jenis  perundungan fisik bisa berupa menghalangi jalan korban, menyandung, mendorong, memukul, menjambak, hingga merusak barang.

Perhatikan apabila pada tubuh anak sering muncul luka atau memar tanpa alasan yang jelas. Biasanya anak yang menjadi korban enggan untuk mengakui bahwa dirinya ditindas secara fisik.

Hal ini disebabkan karena takut dianggap tukang mengadu atau karena diancam oleh pelaku perundungan. Maka, anak mungkin akan menjawab bahwa luka tersebut didapat saat main basket atau jatuh dari tangga.

2. Bullying verbal

Salah satu dari jenis bullying pada remaja lainnya adalah perundungan verbal. Tindakan ini bisa dilakukan dengan kata-kata, pernyataan, julukan, dan tekanan psikologis yang menyakitkan atau merendahkan.

Dampak dari perundungan secara verbal mungkin tidak terlihat secara langsung. Maka dari itu, pelakunya tidak akan ragu untuk melontarkan ucapan yang tidak pantas secara terus-menerus. Biasanya, hal ini dilakukan ketika tidak ada saksi atau orang dewasa.

Perundungan jenis ini biasanya ditujukan pada anak yang fisik, penampilan, sifat, atau latar belakang sosialnya berbeda dari anak-anak yang lain.

Tak jarang satu dari jenis perundungan ini dialami oleh anak yang gemuk, canggung, atau prestasinya di sekolah kurang tampak.

3. Tindakan pengucilan

Dampak yang bisa terjadi dari jenis bullying pada perkembangan remaja ini berupa pengucilan.

Tidak disakiti secara fisik maupun verbal, tetapi justru dimusuhi dan diabaikan oleh lingkungan pergaulannya.

Anak akan kesulitan mencari teman, karena biasanya pelaku punya pengaruh yang cukup kuat untuk membujuk orang lain mengucilkan si korban.

Biasanya, anak yang mengalami jenis perundungan ini sering menyendiri, mengerjakan tugas kelompok seorang diri dan tidak pernah bermain bersama teman-teman di luar jam sekolah.

4. Bullying dunia maya

Salah satu dari jenis bullying yang mungkin dilakukan pada remaja dilakukan secara daring atau online.

Artinya, meski bukan di lingkungan sekolah, mungkin saja melakukannya di dunia maya (cyber bullying).  Perundungan ini  bisa dibilang salah satu jenis yang cukup baru.

Perundungan yang terjadi di dunia maya. Misalnya melalui media sosial, aplikasi chatting, SMS, atau surat elektronik (e-mail).

Mengingat sifatnya yang bebas, anak Anda mungkin menerima perundungan dari orang yang tidak dikenalnya atau orang dengan nama pengguna (username) samaran.

Perundungan yang terjadi biasanya berupa hinaan atau sindiran. Bisa juga berupa gosip tentang anak Anda yang disebarkan melalui media sosial.

Ciri-ciri anak yang menjadi korban cyber bullying adalah sering menghabiskan waktu di dunia maya tetapi tampak sedih atau tertekan setelahnya.

5. Bullying seksual

Jika anak Anda sudah memasuki usia remaja awal, jenis perundungan ini lebih mungkin dialami. Pelaku perundungan akan mengomentari, menggoda, berusaha mengintip, bahkan menyentuh korban secara seksual.

Tak hanya itu, jenis perundungan seksual pada remaja adalah jenis perundungan dengan cakupan yang cukup luas.

Dimulai dari menyebarkan foto korban yang bersifat sensual dan pribadi, mengambil foto korban diam-diam dengan tujuan memuaskan gairah seksual pelaku, atau memaksa korban menonton atau melihat hal-hal yang berbau pornografi.

Dalam beberapa kasus, perundungan seksual termasuk dalam tindakan kriminal yaitu pelecehan atau kekerasan seksual, yang memungkinkan pelaku ditindak secara hukum.

Kebanyakan korban dari jenis perundungan seksual adalah anak perempuan, meskipun tak menutup kemungkinan anak laki-laki juga mengalami jenis perundungan ini.

6. Bullying antar saudara

Jenis bullying lainnya yang bisa terjadi pada remaja adalah perundungan dari saudara terdekat. Hal ini terjadi ketika ada ketidakseimbangan kekuatan, yang juga bisa terjadi pada hubungan kakak beradik.

Remaja yang pernah dirundung pada masa kecilnya dilaporkan cenderung lebih rentan mengalami masalah mental sewaktu dewasa. Inilah bahaya bullying di rumah yang perlu lebih diwaspadai setiap orangtua.

Tanda-tanda bullying yang terjadi pada remaja

Tidak ada cara mudah untuk benar-benar mengetahui apa benar anak menjadi korban bullying di sekolah. Banyak tanda dan gejala yang ditunjukkan anak korban perundungan mirip dengan tipikal perilaku remaja pada umumnya.

Namun, apabila terlambat bisa terjadi depresi pada remaja. Berikut adalah beberapa tanda-tanda bullying pada remaja yang perlu diwaspadai:

  • Perubahan sikap seperti jadi tidak minat makan, pendiam, dan mudah tersinggung.
  • Anak tidak pernah membicarakan soal pertemanannya di sekolah.
  • Mengalami gangguan tidur seperti tidur larut malam atau bahkan tidak tidur sama sekali.
  • Menarik diri dari pergaulan serta muncul ketakutan terhadap lawan jenis.
  • Menjadi sangat protektif terhadap alat-alat elektronik yang dimilikinya seperti ponsel atau komputer.
  • Nilai mata pelajaran perlahan menurun.
  • Terjadi krisis percaya diri serta gaya berpakaian berubah.
  • Timbul luka memar di wajah, tangan, punggung, dan bagian tubuh lainnya secara tiba-tiba.

Hal yang bisa dilakukan orangtua ketika bullying terjadi

Kebanyakan remaja yang mengalami perundungan tidak mengerti sepenuhnya apa yang terjadi. Mungkin ketika merasa tertindas, mereka akan merasa ketakutan atau bahkan marah.

Maka dari itu, butuh peran Anda sebagai orangtua untuk mendampinginya. Ini dia yang harus dilakukan orangtua saat bullying terjadi pada anak remaja.

1. Bantu anak untuk mencari solusi bersama

Bullying yang terjadi pada remaja biasanya membuat anak merasa tidak berdaya, putus asa, dan ketakutan. Penting bagi Anda untuk meyakinkan ia untuk mencari jalan keluarnya bersama-sama.

Jangan memaksa atau mengancam anak korban bullying ini untuk mengaku. Lebih baik tanyakan bagaimana hubungannya dengan teman-teman di sekolah, apakah ia merasa cocok dengan teman-teman, atau apakah ia memiliki keinginan untuk pindah sekolah.

2. Berikan dukungan dan semangat pada anak

Pastikan bahwa kondisi di rumah cukup tenang, mendukung, dan aman buat anak. Ketika anak bercerita soal pengalaman bullying pada remaja ini, dengarkan dengan tenang dan sabar.

Berikan keyakinan bahwa Anda akan selalu ada untuk mendukungnya menghadapi masalah ini. Sampaikan juga padanya bahwa Anda tidak marah atau kecewa padanya, bahwa anak tidak salah.

3. Kumpulkan bukti untuk pihak berwenang

Bicarakan masalah ini dengan pihak sekolah dengan menyertakan bukti bullying yang dialami remaja. Pasalnya, perundungan fisik juga dapat mengakibatkan gangguan makan serta kesehatan lainnya jika dibiarkan terlalu lama.

Ketika menghadapi kasus cyber bullying, simpan semua bukti yang dikirim. Hal ini karena biasanya, sulit untuk melacak pelaku cyber bullying.

Oleh sebab itu, mintalah bantuan dari pihak sekolah atau kepolisian untuk menindak kasus tersebut. Sementara untuk melindungi anak, batasi waktu anak di dunia maya.

Bila anak Anda mengalami perundungan seksual yang cukup serius, periksakan anak ke fasilitas kesehatan dan adukan ke kepolisian.

4. Bangun kembali kepercayaan diri anak

Sangat wajar jika anak sangat ketakutan, cemas, marah, dan sedih dalam waktu yang bersamaan. Sebagai orangtua, peran Anda dibutuhkan untuk membuatnya tenang dan mengembalikan kepercayaan dirinya kembali.

Ajari anak Anda untuk melawan hinaan atau ejekan dari pelaku dengan cara yang dewasa.

Sebagai contoh, dengan mengatakan, “Jangan mengejekku seperti itu,” atau, “Daripada menghina orang lain, lebih baik cari kegiatan lain saja sana,” sambil menatap mata pelaku.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Bayi yang keseringan pakai popok, memang rentan terkena ruam popok. Jangan khawatir, ikuti cara berikut ini untuk mengobati dan mengatasi ruam popok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Para ibu mungkin sudah tidak asing lagi dengan kemunculan ruam susu atau ruam di pipi bayi. Namun, apakah ruam susu itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi anak step kejang demam saat anak kejang

Apa yang Harus Diakukan Jika Anak Step (Kejang Demam)

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 5 menit
melatih otak agar percaya diri

3 Cara Melatih Otak Supaya Lebih Percaya Diri

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit
bullying di tempat kerja

Begini Dampak yang Ditimbulkan dari Bullying di Tempat Kerja

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit