Anak Sudah Remaja, Kenapa Menstruasi Pertamanya Tak Kunjung Tiba?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Menstruasi pertama atau yang disebut dengan menarche adalah perdarahan pertama dari rahim yang terjadi pada seorang remaja putri. Menarche merupakan tanda bahwa seorang remaja putri memasuki tahap kedewasaan organ seksualnya. Bagi beberapa anak, menstruasi atau haid pertama kalinya bisa terlambat, tak seperti teman-teman lainnya. Ini mungkin membuat orangtua bertanya-tanya. Apa sebenarnya penyebab haid pertama anak belum juga datang?

Rata-rata usia menstruasi pertama terjadi sekitar usia 9-16 tahun. Jika sampai usia 17 tahun ke atas belum terjadi menarche, sebaiknya konsultasikan ke dokter Anda. Namun jika anak belum menginjak usia 17 tahun, tidak perlu khawatir. Pada dasarnya setiap anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda.

Kenapa haid pertama anak tak kunjung datang?

Ada sejumlah faktor yang memengaruhi kapan seorang anak perempuan akan mendapatkan menstruasi pertamanya. Di antaranya adalah:

1. Faktor keturunan

Pola pertumbuhan dan perkembangan keluarga juga bisa memengaruhi beda waktu menarche anak Anda dengan teman-teman sebayanya. Anak perempuan akan memulai usia menstruasi biasanya tidak berbeda jauh dengan usia Ibu atau nenek atau saudara perempuannya saat pertama kali menstruasi.

Jika memang ada riwayat seperti ini, biasanya tidak dibutuhkaan pengobatan khusus, menarche akan terjadi sendirinya jika saatnya sudah tiba. Selama masih dalam kisaran usia yang normal untuk menarche Anda tidak perlu khawatir.

2. Sedang menjalani pengobatan 

Konsumsi obat-obatan juga dapat memengaruhi usia terjadinya menarche. Penelitian dalam Journal Clinical Endocrinology Metabolism menunjukan bahwa pengobatan dengan metformin (untuk pasien diabetes) di usia 8-12 tahun bisa memberikan efek terlambatnya usia haid pertama kalinya.

Obat-obatan lainnya juga bisa memengaruhi siklus hormon pada anak perempuan, sehingga memengaruhi waktu terjadinya menstruasi pertama mereka. 

3. Lemak tubuh

Jumlah lemak di dalam tubuh anak bisa memengaruhi cepat dan lambatnya terjadinya menstruasi pertama. Kurangnya lemak tubuh merupakan faktor utama yang menyebabkan usia menarche menjadi lebih lambat.

Beberapa remaja putri yang melakukan diet ketat biasanya yang berisiko mengalami penurunan lemak ini. Sebab, lemak dalam jumlah yang pas diperlukan tubuh untuk mengatur kadar hormon.

Penelitian dalam jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa kadar lemak anak perempuan usia 5-9 tahun memang berkaitan dengan waktu menstruasi pertamanya. Jika kadar lemak kekurangan atau terlalu sedikit, maka bisa memengaruhi menarche yang terlambat. 

4. Hormon

Kondisi hormon juga bisa memengaruhi cepat atau lambatnya menarche. Dilansir dari Pediatric Endocrinology tahun 2014, kurangnya hormon bernama LH dan FSH atau yang disebut juga dengan hormon gonadotropin ini bisa menjadi salah satu penyebab haid pertama terlambat.

Kedua hormon inilah yang menstimulasi perkembangan gonad, yaitu organ yang berfungsi dalam proses reproduksi, yakni vagina pada perempuan. Hormon LH dan FSH ini dihasilkan dari kelenjar pituitari yang berada di otak manusia.

5. Kurang aktivitas fisik

Dalam jurnal Osong Public Health and Research Perspectives tahun 2016, datangnya menarche berkaitan dengan aktivitas fisik dan perilaku sedenter. Kurang bergerak aktif akan menurukan kadar hormon melatonin. Hal ini kemudian bisa mengacaukan sinyal di otak yang berfungsi untuk “memerintahkan” perkembangan reproduksi secara keseluruhan, termasuk kapan terjadinya menstruasi pertama.

6. Tinggi badan

Anak perempuan yang mengalami stunting akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama akan memengaruhi perkembangannya saat memasuki remaja.

Anak-anak yang stunting cenderung tetap menjadi pendek selama masa remaja dan dewasa. Hal ini yang akan memengaruhi perkembangan reproduksinya saat masa pubertas.

Dalam jurnal Penelitian Gizi dan Makanan tahun 2012, remaja berstatus gizi stunting atau pendek mengalami menarche lebih lambat dari remaja yang berstatus gizi normal. Dilihat dari jumlahnya, remaja usia 10-15 tahun pada kelompok tinggi badan normal sebanyak 54,3% persen sudah mengalami menarche. Sedangkan, pada kelompok remaja usia 10-15 tahun yang mengalami stunting, hanya sebanyak 37,8 persen yang sudah menarche.

Seorang anak perempuan yang tinggi biasanya tingkat kematangan seksualnya akan tercapai lebih dahulu dibandingkan dengan anak perempuan yang lebih pendek. Hal ini disebabkan karena anak perempuan yang lebih tinggi memiliki status gizi yang lebih baik, sehingga bisa memacu pertumbuhan hormon dan memacu datangnya haid pertama.

7. Status sosial ekonomi

Status sosial ekonomi keluarga juga bisa memengaruhi usia menarche. Penelitian dalam Jurnal American Science tahun 2012 menunjukan bahwa rata-rata usia menarche remaja di kota Mansoura, Mesir adalah 12,14 tahun. Lebih banyak anak perempuan usia 12 tahun pada kelompok tingkat sosial ekonomi yang tinggi dan menengah yang sudah mengalami menarche, dibandingkan dengan anak perempuan 12 tahun pada tingkat sosial ekonomi rendah.

Hal ini terkait dengan ketersedian pangan di rumah tangga. Ketersediaan pangan berdampak pada kecukupan gizi keluarga, terutama gizi anak perempuan yang dapat memengaruhi usia menarchenya.

Ketersediaan sumber makanan yang kaya akan zat gizi protein, lemak, vitamin, dan mineral sangat penting untuk perkembangan dan pertumbuhan di masa puber. Contohnya, dilansir dalam Annual Review kurangnya asupan zat protein hewani seperti biji-bijian dan kacang-kacangan ternyata berkaitan dengan terlambatnya haid pertama.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Kalori adalah asupan penting yang dibutuhkan tiap orang, bahkan saat sedang diet. Namun, sebenarnya apa itu kalori dan berapa kebutuhan yang harus dipenuhi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Olahraga Lainnya, Kebugaran 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

4 Tips Perawatan Setelah Sunat Agar Cepat Sembuh

Anda perlu memberikan perawatan yang tepat untuk mencegah infeksi atau timbulnya komplikasi setelah sunat. Perhatikan panduannya berikut ini, ya.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Dijadikan Wedang, Jangan Lewatkan 4 Manfaat Hebat Kayu Secang

Kayu secang sering diolah menjadi minuman wedang secang oleh orang-orang Jawa. Penasaran apa manfaat kayu secang untuk kesehatan? Klik di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

arti desahan wanita

Mengapa Wanita Lebih Sering Mendesah di Ranjang Dibanding Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
cacing pita

4 Bahaya Komplikasi Infeksi Cacing Pita Dalam Tubuh, Plus Cara Menghindarinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
menghirup debu

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
lemon dan madu

5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit