Usia Bayi Bisa Tengkurap, dan Langkah Penting untuk Melatih Kemampuannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Melihat si kecil bertumbuh kembang adalah momen paling berharga bagi para ibu. Salah satu kegiatan yang tidak boleh Anda lewatkan dalam masa perkembangannya adalah tummy time, yaitu ketika bayi mulai berlatih tengkurap sendiri. Memang, kenapa bayi perlu belajar tengkurap? Usia berapa biasanya bayi mulai tengkurap sendiri? Semua jawabannya bisa Anda dapatkan melalui ulasan berikut ini.

Usia berapa bayi mulai bisa tengkurap?

kemampuan motorik halus bayi

Berdasarkan Denver II, bayi secara alami akan berhasil mengangkat kepala sekitar 45 derajat untuk melihat apa yang ada di dekatnya di kisaran usia 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu. Tepat di usia 12 minggu alias 3 bulan, si kecil baru akan benar-benar bisa mengangkat kepalanya sekitar 90 derajat.

Anda biasanya akan melihat bayi bisa tengkurap dengan lancar pada usia 17 minggu atau 4 bulan 1 minggu. Namun, American Academy of Pediatrics (AAP) sudah memperbolehkan bayi tengkurap sejak hari pertama kepulangan dari rumah sakit.

Meski begitu, di sini bayi mungkin belum benar-benar bisa melakukannya dengan baik. Anda bisa memulainya dengan menelungkupkan bayi di dada atau paha Anda sembari melakukan kontak kulit dengan si kecil untuk mempererat ikatan batin ibu dan anak.

Tummy time sebaiknya dilakukan 2 sampai 3 kali sehari dan tiap sesinya berlangsung selama 3 sampai 5 menit saja, atau tergantung usia bayi. Setelah si kecil terbiasa, Anda bisa melakukannya lebih sering atau dengan waktu yang lebih lama, yaitu sekitar 20 sampai 30 menit sehari saat bayi mulai menginjak usia 3 sampai 4 bulan.

Namun ingat, terus awasi si kecil saat sedang tengkurap dan perhatikan gerak-gerik si kecil. Bila si kecil menunjukkan pergerakan yang tidak nyaman, segera kembalikan posisi bayi menjadi telentang seperti semula.

Kenapa mengajarkan bayi tengkurap sendiri itu penting?

bintik merah pada kulit bayi

Menurut Lean Kridelbaugh, MD, seorang dokter anak di Children’s Medical Center of Dallas, tummy time adalah waktu yang tepat untuk bermain dan berinteraksi dengan bayi.

Tummy time mendorong si kecil belajar mengangkat kepalanya secara perlahan dan bertahap. Selain itu, sesi ini juga bermanfaat untuk memperkuat otot kepala, leher, dan bahunya, serta melatih keterampilan motorik si kecil. Semakin sering bayi tengkurap, maka perkembangan motoriknya pun akan lebih cepat.

Belajar tengkurap lama-kelamaan akan membiasakan bayi untuk bisa berguling atau membolak-balikkan tubuhnya sendiri. Dari sini, bayi nantinya akan mulai belajar untuk bisa duduk, merangkak, hingga berjalan secara bertahap.

Membiasakan bayi tengkurap juga dapat mencegah kepala peyang yang bisa diakibatkan oleh terlalu sering tidur telentang. Begini, jika kepala bayi dibiarkan berada dalam posisi yang sama untuk jangka waktu yang cukup lama, lempeng pada tulang tengkorak dapat menimbulkan titik datar.

Meski Anda disarankan untuk menidurkan bayi dalam posisi telentang guna mencegah risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), tapi tummy time dengan mengubah posisi bayi menjadi tengkurap memberi kesempatan agar ia mendapatkan posisi yang berbeda. Karena itulah, fase yang satu ini sebaiknya tidak boleh Anda lewatkan.

Cara melatih bayi tengkurap yang aman dan nyaman untuk si kecil

cara mengatasi kulit kering pada bayi

Sebelum melatih bayi tengkurap, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu. Siapkan alas tidur atau selimut yang lembut dan bersih agar bayi tetap merasa nyaman. Waktu terbaik untuk melatih bayi tengkurap adalah setiap kali Anda selesai mengganti popoknya atau saat bayi bangun dari jam tidur siangnya. Terpenting, pastikan bayi tidak dalam keadaan mengantuk saat belajar tummy time.

Lebarkan alas tidur atau selimut yang sudah Anda siapkan di atas lantai, lalu tengkurapkan bayi Anda selama 3-5 menit. Di sini Anda dianjurkan untuk mengajak si kecil berkomunikasi atau menunjukkan mainannya untuk melatih respons dan motoriknya.

Coba lakukan kegiatan ini sekitar 2-3 kali sehari, tergantung dari kondisi dan respons bayi. Bila bayi tampak sudah terbiasa dan nyaman dengan tummy time, seperti posisi tengkurap, Anda bisa lebih sering menempatkannya pada posisi ini dalam waktu yang lebih lama. Perlu diingat, jangan meninggalkan bayi Anda saat belajar tengkurap (tummy time)

Agar lebih memancing kemampuan motoriknya, Anda bisa meletakkan mainan yang aman untuk anak seusianya dan dalam jarak yang mudah dijangkau bayi. Cara ini akan membantu si kecil untuk mengangkat kepalanya, melihat wajah Anda, dan berkomunikasi dengan Anda.

Terlebih saat ada mainan di sekitarnya, ini akan memancing otot-otot tubuhnya untuk bergerak mengikuti arah stimulan yang diberikan. Dengan demikian, si kecil akan belajar untuk bergerak atau menggeser tubuhnya sedikit demi sedikit.

Bagaimana jika bayi susah dilatih tengkurap?

Melatih bayi untuk bisa tengkurap memang tampak mudah. Sayangnya, ada beberapa bayi yang kurang menyukai posisi ini, sehingga menyulitkan Anda untuk melatihnya.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu bayi merasa nyaman berada dalam posisi tengkurap. Berikut cara yang bisa diupayakan:

1. Lakukan perlahan-lahan

Di awal, tidak semua bayi senang berada dalam posisi tengkurap. Jika buah hati Anda termasuk yang hanya mampu melakukan tengkurap selama beberapa detik atau menit, itu normal dan tidak masalah.

Intinya, lakukan ini perlahan-lahan dan lihat bagaimana respons si kecil. Seiring berjalannya waktu, biasanya bayi akan semakin terbiasa dan nyaman berada dalam posisi ini.

2. Gunakan cermin

Meletakkan cermin di atas kepala bayi dapat meningkatkan rasa ingin tahunya. Cara ini kemudian akan membantu bayi mengangkat kepalanya guna melihat bayangan dirinya di cermin.

3. Letakkan bayi di atas perut atau dada Anda

Anda juga bisa membantu bayi belajar tengkurap dengan meletakkannya di atas perut atau dada Anda. Ketimbang belajar sendiri, menempatkan bayi berada di atas perut atau dada Anda akan membuatnya menjadi lebih nyaman dan tenang.

Selain melatih bayi untuk tengkurap, cara ini sekaligus membantu meningkatkan kontak antara Anda dan si kecil. Meletakkan bayi di atas dada atau perut Anda bisa dilakukan saat akan menidurkannya, bermain dengannya, maupun setelah bayi menyusui.

4. Ajarkan tengkurap sembari melakukan kegiatan lainnya

Pancing bayi untuk belajar tengkurap sembari ia melakukan kegiatan lain. Misalnya saat menggantikannya popok, mengeringkan tubuhnya setelah mandi, hendak memakai baju, menggunakan perlengkapan perawatan bayi usai mandi, dan kegiatan lainnya.

Anda juga bisa memiringkan tubuh bayi terlebih dahulu, agar perlahan-lahan ia dapat mengubah posisi tubuhnya menjadi tengkurap dengan sendirinya.

5. Berikan bantuan tambahan

Untuk memudahkan bayi belajar tengkurap sendiri, Anda dapat membantunya dengan memberikan dukungan tambahan. Misalnya meletakkan guling atau bantal kecil miliknya di bawah dada bayi.

Kemudian biarkan kedua tangan si kecil direntangkan lurus ke samping kanan dan kiri. Dengan begitu, ia akan belajar dan berusaha untuk menahan tubuhnya pada posisi tengkurap.

Pastikan Anda memerhatikan agar posisi dagu, mulut, dan hidung bayi jauh dari guling atau bantal kecil yang digunakan sebagai bantuan. Selain itu, perlu dicatat, menggunakan cara apa saja yang Anda gunakan untuk mengajari bayi tengkurap, Anda harus terus mengawasinya.

Perhatikan respon yang diberikan, apakah si kecil merasa nyaman atau tidak. Bila si kecil mulai menunjukkan gelagat tidak nyaman, segera kembalikan posisi bayi menjadi telentang. Yang penting, Anda dan si kecil harus menikmati fase ini dengan baik tanpa harus memaksakannya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca