Periode Perkembangan

Kenapa Ibu Harus Melatih Bayi untuk Bisa Tengkurap Sendiri?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Melihat si kecil bertumbuh kembang adalah momen paling berharga bagi para ibu. Salah satu kegiatan yang tidak boleh Anda lewatkan dalam masa perkembangannya adalah tummy time, yaitu ketika bayi mulai berlatih tengkurap sendiri. Memang, kenapa bayi perlu belajar tengkurap? Kapan sebaiknya mulai mengajarkan bayi tengkurap? Semua jawabannya bisa Anda dapatkan melalui ulasan berikut ini.

Kenapa mengajarkan bayi tengkurap sendiri itu penting?

Menurut Lean Kridelbaugh, MD, seorang dokter anak di Children’s Medical Center of Dallas, tummy time adalah waktu yang tepat untuk bermain dan berinteraksi dengan bayi.

Tummy time mendorong si kecil belajar mengangkat kepalanya secara perlahan dan bertahap. Selain itu, sesi ini juga bermanfaat untuk memperkuat otot kepala, leher, dan bahunya, serta melatih keterampilan motorik si kecil. Semakin sering bayi tengkurap, maka perkembangan motoriknya pun akan lebih cepat.

Belajar tengkurap lama-kelamaan akan membiasakan bayi untuk bisa berguling atau membolak-balikkan tubuhnya sendiri. Dari sini, bayi nantinya akan mulai belajar untuk bisa duduk, merangkak, hingga berjalan secara bertahap.

Membiasakan bayi tengkurap juga dapat mencegah kepala peyang sekaligus mencegah risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) yang bisa diakibatkan oleh terlalu sering tidur telentang. Karena itulah, fase yang satu ini tidak boleh Anda lewatkan.

Kapan sebaiknya ibu mulai melatih bayi tengkurap?

Bayi secara alami akan mencoba mengangkat kepalanya untuk melihat apa yang ada di sekitarnya. Namun, si kecil belum mampu mengangkat kepalanya sampai ia berusia 3 sampai 4 bulan.

Dilansir dari laman The Bump, American Academy of Pediatrics (AAP) memperbolehkan bayi tengkurap sejak hari pertama kepulangan dari rumah sakit. Anda bisa memulainya dengan menelungkupkan bayi di dada atau paha Anda sembari melakukan kontak kulit dengan si kecil untuk mempererat ikatan batin ibu dan anak.

Tummy time sebaiknya dilakukan 2 sampai 3 kali sehari dan tiap sesinya berlangsung selama 3 sampai 5 menit saja. Setelah si kecil terbiasa, Anda bisa melakukannya lebih sering atau dengan waktu yang lebih lama, yaitu sekitar 20 sampai 30 menit sehari saat bayi mulai menginjak usia 3 sampai 4 bulan.

Namun ingat, terus awasi si kecil saat sedang tengkurap dan perhatikan gerak-gerik si kecil. Bila si kecil menunjukkan pergerakan yang tidak nyaman, segera kembalikan posisi bayi menjadi telentang.

Cara melatih bayi tengkurap yang aman dan nyaman untuk si kecil

Sebelum melatih bayi tengkurap, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu. Siapkan alas tidur atau selimut yang lembut dan bersih agar bayi tetap merasa nyaman. Waktu terbaik untuk melatih bayi tengkurap adalah setiap kali Anda selesai mengganti popoknya atau saat si kecil bangun dari tidur siang.

Lebarkan alas tidur atau selimut yang sudah Anda siapkan di atas lantai, lalu tengkurapkan bayi Anda selama tiga sampai lima menit. Disini Anda dianjurkan untuk mengajak si kecil berkomunikasi atau menunjukkan mainannya untuk melatih respon dan motoriknya.

Bayi Anda akan mencoba mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Anda dan berkomunikasi dengan Anda. Terlebih saat ada mainan di sekitarnya, ini akan memancing otot-otot tubuhnya untuk bergerak mengikuti arah stimulan yang diberikan. Dengan demikian, si kecil akan belajar untuk bergerak atau menggeser tubuhnya sedikit demi sedikit.

Perlu dicatat, Anda harus terus mengawasi si kecil saat sedang tengkurap. Perhatikan respon yang diberikan, apakah si kecil merasa nyaman atau tidak. Bila si kecil mulai menunjukkan gelagat tidak nyaman, segera kembalikan posisi bayi menjadi telentang. Yang penting, Anda dan si kecil harus menikmati fase ini dengan baik tanpa harus memaksakannya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca