Perkembangan Balita di Usia 15 Bulan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Perkembangan Balita Usia 15 Bulan

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi 15 bulan (1 tahun 3 bulan)?

Pada usia 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan ini, perkembangan bayi biasanya sudah meliputi:

  • Mengucapkan 3-6 kata.
  • Mengerti perintah sederhana (“tidak,” “tolong berikan padaku”).
  • Menunjuk bagian tubuh.
  • Mencoret-coret dengan krayon.
  • Melempar bola, lari, mendaki.
  • Berjalan sendiri.

Perkembangan motorik kasar

Kini, perkembangan bayi Anda sudah masuk di usia 15 bulan alias 1 tahun 3 bulan. Jika di usia bulan sebelumnya si kecil tampak belum mulai berjalan sendiri, di bulan ini mungkin ia sudah memulai percaya diri dengan langkah kakinya.

Jadi, buatlah si kecil merasa senyaman mungkin untuk terus belajar berjalan. Sampaikan dan berikan semangat padanya ketika sesekali ia terjatuh. Sebab ini memang merupakan proses belajar dan caranya untuk beradaptasi dengan diri dan lingkungannya.

Kemampuan motorik halus

Selain berlatih berjalan, anak usia 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan juga sedang masuk fase ingin memegang sendok sendiri dan membuka lembaran buku cerita. Meski akan terlihat berantakan, dampingi terus anak Anda untuk mengurangi risiko terjadi kecelakaan kecil.

Selain itu, anak usia 15 bulan juga sudah mulai fasih menumpukkan balok susun dan mencoret-coret memakai krayon atau pensil.

Kemampuan bahasa

Kemampuan komunikasi dan bahasa anak usia 15 bulan semakin berkembang pesat. Anda akan melihat tangan si kecil menunjuk ke suatu objek dan mengucapkan sepatah kata. Anda mungkin juga akan dibuat takjub saat melihat si kecil tampak lebih mandiri karena ingin duduk di sebelah Anda selama makan, meski masih tetap berada di kursi khususnya. Kemampuan berkomunikasi si kecil juga menampakkan kemajuan dan lebih cerewet saat melihat sekeliling.

Kemampuan sosial

Hal lain yang mulai terjadi di usia 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan ini yakni perkembangan emosi si kecil. Jangan kaget ketika Anda dihadapkan dengan kondisi bayi yang mengalami tantrum saat Anda tidak mengabulkan permintaannya.

Meski kadang rasanya menjengkelkan, tapi tantrum merupakan bagian normal dari perkembangan balita. Ketika ia mengalami tantrum, segera alihkan perhatian si kecil dengan kegiatan lain yang lebih menarik.

Tidak hanya itu, anak usia 15 bulan sudah memiliki insting untuk membantu pekerjaan rumah. Misalnya, menyapu, mengepel, memberikan baju kotor dan menyimpannya di keranjang atau sesederhana mengelap-lap meja.

Apa yang harus saya lakukan untuk membantu perkembangan bayi 15 bulan?

Membacakan buku cerita bergambar

Salah satu cara terbaik guna mendukung perkembangan bayi usia 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan, yaitu dengan terus membacakannya buku cerita bergambar. Ada beberapa anak yang dapat bertahan duduk sembar Anda membacakannya cerita, namun beberapa mungkin tidak.

Jadi, jangan menyerah jika si kecil Anda terlihat tidak tahan untuk tetap duduk selama sesi membaca berlangsung. Tetap kenalkan si kecil pada berbagai buku cerita, sehingga akhirnya ia akan senang duduk dan mendengarkan Anda bercerita.

Lama-lama, membaca bisa menjadi salah satu aktivitas seru untuk Anda lakukan bersama si kecil. Balita sering ingin mendengarkan cerita yang sama lagi dan lagi. Pengulangan membantu mereka belajar kata-kata, dan terbiasa dengan cerita.

Akan tiba saatnya di mana ia berkata “Aha! Aku tahu apa yang akan terjadi dalam cerita ini!”, dan ini sangat menyenangkan bagi mereka. Untuk membantu perkembangan kemampuan motoriknya, Anda bisa membiarkan si kecil mendorong kotak mainan atau kereta mainan berukuran kecil.

Cara ini juga dapat membantunya untuk semakin mahir berjalan sendiri, walaupun tetap berpengangan dan bertumpu pada benda. Cara lain untuk membantu mendukung perkembangan bayi 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan, meliputi:

Menghilangkan rasa pemalunya

Jika anak Anda memiliki kepribadian menyendiri, jangan menyebutnya “pemalu”. Ia mungkin bisa akrab dengan orang lain, tapi tidak dalam waktu cepat.

Kebanyakan balita terkadang memang bersikap malu-malu, khususnya pada situasi baru. Cemas akan perpisahan dapat memengaruhi perilaku sosial, baik pada balita yang supel maupun yang pemalu.

Ketika si kecil berada di kondisi sosial yang ramai, sampaikan padanya bahwa ini aman dan akan baik-baik saja. Pegang tangannya dan biarkan ia mencerna kondisi ini dengan sendirinya, tapi perlu memaksanya untuk bisa cepat bersosialisasi.

Untuk menghargai usahanya, pujilah saat si kecil telah mampu bersosialisasi, dan tidak perlu bertanya kenapa ia begitu pemalu.

Mengasah perkembangan fisik bayi

Untuk mendorong perkembangan fisik anak, cobalah melempar bola ke dinding dan saat bola kembali tunjukan padanya cara menangkap bola. Ia mungkin tidak selalu dapat menangkapnya, namun ia akan merasa senang saat mencoba mengejarnya.

Kesehatan Balita Usia 15 Bulan

Apa yang perlu saya diskusikan dengan dokter di 15 bulan?

Di usia 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan ini, Anda perlu membawa si kecil ke dokter guna mendapatkan pemeriksaan rutin bagi perkembangan dirinya. Dokter mungkin menanyakan pertanyaan beberapa hal seperti berikut:

  • Bagaimana nafsu makan balita Anda? Berapa kali balita Anda makan utama dan camilan dalam sehari?
  • Apakah BAB-nya teratur? Apakah BAB-nya berubah karena makan makanan tertentu?
  • Bagaimana jadwal tidur malam dan tidur siangnya? Anak usia 1-2 tahun umumnya masih membutuhkan sekitar 13-14 jam tidur dalam sehari.

Pertanyaan ini akan membantu dokter menilai perkembangan dan kesehatannya. Anda harus diskusikan hal-hal tambahan yang Anda khawatirkan.

Jangan tunda untuk mengonsultasikannya dengan dokter apabila ada masalah pada balita yang tidak bisa ditunggu sampai kunjungan berikutnya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan bayi 15 bulan?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui di perkembangan bayi usia 15 bulan alias 1 tahun 3 bulan, meliputi:

1. Perubahan berat dan tinggi badan bayi

Perkembangan tubuh bayi usia 15 bulan atau 1 tahn 3 bulan akan cenderung cepat dan meningkat ketimbang usia di bulan sebelumnya. Grafik pertumbuhan akan menunjukan gambaran umum dari perkembangan fisik anak Anda.

Dokter anak akan mengukur berat dan tinggi badan, serta lingkar kepala anak Anda untuk memastikan ia tumbuh sehat dalam kecepatan yang tetap, dan membandingkan hasil pengukuran anak Anda dengan anak usia 15 bulan lainnya.

2. Perkembangan keterampilan dirinya

Keterampilan komunikasi dan bahasa
  • Menunjukkan apa yang diinginkannya dengan cara menarik, menunjuk, atau mendengus.
  • Membawa benda kepada Anda, contohnya buku untuk dibaca atau sepatu untuk dipakaikan.
  • Mampu berbicara 3-5 kata, selain “mama” dan “dada”, dan menyampaikannya dengan benar.
  • Mampu menunjuk ke bagian tubuhnya saat ditanya, “mata kakak yang mana?”
Keterampilan perkembangan fisik
  • Berjalan sendiri tanpa perlu dibantu, meski mungkin masih berpegangan pada benda.
  • Berjongkok untuk mengambil suatu benda.
  • Berhasil menumpuk 3 susun balok.
  • Mencoret-coret menggunakan krayon di atas kertas.
Keterampilan sosial dan emosional
  • Mulai menunjukkan kecenderungan keinginan untuk melakukan kegiatan tertentu, seperti lebih ingin menonton TV ketimbang tidur siang.
  • Menggunakan benda-benda di sekitarnya untuk membuat dirinya lebih nyaman, seperti selimut dan boneka.
  • Menunjukkan sisi emosional yang kuat, contohnya ikut menangis saat melihat temannya bersedih.
  • Memiliki ketidaksukaan akan suatu hal, seperti suara, benda, atau kegiatan tertentu.
Keterampilan kognitif
  • Memahami dan mengikuti perintah sederhana.
  • Meniru aktivitas yang dilakukan orang lain.
  • Mulai mampu menggunakan permainan yang melibatkan pemecahan masalah sederhana, seperti puzzle.

Yang Harus Diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi 15 bulan?

Perkembangan lain yang mungkin terlihat ketika bayi berusia 15 bulan atau 1 tahun 3 bulan, yakni senang menggigit. Anda mungkin khawatir dan bingung untuk menghadapi ketika balita suka menggigit.

Jika terus dibiarkan, tentu ini dapat menjadi kebiasaan buruk. Biasanya, alasan balita menggigit karena ia merasa terancam dan tidak tahu cara berkomunikasi yang benar.

Alhasil, naluri yang paling alami yaitu dengan menggigit orang lain. Cara terbaik untuk mengatasinya yaitu dengan memastikan anak yang digigit baik-baik saja. Lalu dengan tegas dan tetap lembut, katakan pada anak Anda, “Kak, jangan digigit ya temannya”

Anda tidak perlu berteriak atau sampai memarahi si kecil. Tidak perlu berteriak. Lalu coba mengerti mengapa anak Anda merasa terancam. Tak ada untungnya jika Anda berteriak atau menghukum anak yang menggigit, karena ia belum bisa mengontrol emosinya.

Faktanya, anak yang menggigit biasanya menangis lebih keras daripada yang digigit. Perhatikan apa yang terjadi saat kejadian tersebut berlangsung. Apakah anak Anda diancam atau temannya mengambil barang miliknya? Anda dapat mengatasi masalah tersebut bila Anda mengetahui pemicunya.

Seperti apa pertumbuhan bayi pada usia bulan ke-16?

Sumber