backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan

7 Cara Melatih Anak Pemalu agar Lebih Berani di Depan Umum

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

7 Cara Melatih Anak Pemalu agar Lebih Berani di Depan Umum

Anak kecil kadang ada yang pemalu, tapi ada juga yang sangat percaya diri. Ini merupakan hal yang mungkin sering Anda lihat dan normal terjadi. Walaupun anak pemalu merupakan hal yang normal, Anda sebagai orangtua perlu melatih diri anak agar ia bisa lebih berani dan keluar dari zona nyamannya.

Dengan begitu, ia akan tampil menjadi anak yang lebih percaya diri dan mudah bergaul dengan orang lain. Simak bagaimana saja cara melatih anak yang pemalu di bawah ini.  

Cara melatih anak pemalu agar lebih berani

Anak pemalu biasanya mandiri, bijaksana, dan berempati. Namun, negatifnya adalah anak pemalu sering tidak suka atau takut mencoba hal baru.

Ia biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri di lingkungan baru, sehingga mungkin lebih sulit untuk berteman.

Apa yang membuat anak pemalu?

Rasa malu memang biasa terjadi. Bahkan, dilansir dari Kids Health, sebesar 20% orang secara genetik diketahui memiliki kepribadian pemalu, mungkin termasuk anak Anda. Pasalnya, kebanyakan anak pemalu memang sudah lahir seperti itu. Namun, beberapa pengalaman yang pernah diterima anak juga bisa menyebabkan ia menjadi pemalu. Sebuah kejadian mungkin pernah memicu anak Anda menjadi pemalu, sehingga anak Anda mungkin perlu bantuan untuk menghilangkan rasa malunya tersebut.

Bukannya tidak ingin berteman, anak mungkin sulit untuk mulai duluan mendekati orang lain. Ini bisa terjadi karena ia takut atau memang tidak tahu bagaimana cara memulainya.

Untuk itu, Anda perlu mengajari anak pemalu agar lebih berani di depan umum. Berikut beberapa cara mengatasi anak pemalu yang bisa Anda lakukan.

1. Bangun rasa percaya dirinya

cara mengatasi anak kekurangan zat besi

Sebaiknya jangan katakan ke anak bahwa dirinya pemalu. Hal ini hanya akan membuat anak makin tidak percaya diri dan merasa berbeda dengan anak lainnya, sehingga akan membuat anak menjadi lebih pemalu.

Anda hanya perlu mengawasi anak saat ia bermain dan berikan waktu lebih banyak untuk mempelajari sekitarnya.

Setelah merasa nyaman dengan lingkungannya, anak pun akan senang bermain dan menjadi lebih berani.

Hal ini juga bisa memberikan kepercayaan pada anak bahwa ia bisa melakukan apa pun yang ia inginkan.

2. Latih anak dalam situasi sosial

Beri anak kesempatan untuk selalu berinteraksi dengan orang lain, bahkan dengan orang yang tidak dikenalnya. Hal ini dapat membantu menghilangkan rasa malu anak secara perlahan dan melatih kemampuan sosialnya.

Misalnya, ajarkan anak untuk memesan dan membayar sendiri makanannya saat sedang di restoran.

Bermain peran juga dapat menjadi alat yang berguna untuk membantu mengatasi sifat pemalu pada anak.

Berlatih berbagai skenario sosial di rumah bisa membantu anak merasa lebih siap dan kurang cemas saat harus menghadapi interaksi nyata dengan orang lain di luar rumah.

3. Tunjukkan empati

Jika Anda melihat anak takut atau malu saat bertemu orang, katakan padanya bahwa ia tidak perlu takut.

Bila perlu, mungkin Anda bisa menceritakan ke anak bahwa Anda juga pernah merasa malu dan bagaimana Anda mengatasi rasa malu Anda sendiri.

Dengan menunjukkan empati, Anda membantu anak merasa dimengerti dan diterima, membantunya untuk mengerti apa yang ia rasakan, dan bagaimana ia harus mengatasinya.

Namun, penting bagi Anda untuk tidak mencoba menenangkan anak secara berlebihan.

Alih-alih membuat anak merasa lebih tenang, hal ini justru bisa membuat anak berpikir situasi tersebut sangat serius dan malah membuatnya merasa lebih malu.

4. Bantu anak berinteraksi dengan orang lain

tumbuh kembang anak

Beberapa anak pemalu mungkin tidak tahu harus bagaimana saat bertemu dengan orang lain.

Maka dari itu, Anda mungkin perlu menunjukkan bagaimana cara menyapa, berbicara, dan bersikap ramah kepada orang lain. Dengan begitu, anak bisa meniru perilaku Anda.

Dorong anak untuk menyapa temannya saat sedang berpapasan atau bermain bersama. Ajak temannya untuk berbicara kepada Anda, sehingga anak merasa suasana di sekitarnya nyaman.

Jika anak masih pendiam di depan orang, Anda mungkin harus membicarakan hal tersebut dengan anak dan selalu ajak ia untuk berinteraksi dengan orang lain agar ia terbiasa.

5. Puji usaha, bukan hasil

Jika anak berhasil berbicara di depan orang lain, Anda mungkin perlu memberikan pujian. Hal ini bisa membuatnya merasa dihargai dan perbuatan yang telah dilakukannya adalah benar.

Namun yang terpenting, berikan pujian pada usaha anak untuk bersosialisasi, bukan hanya hasilnya. Hal ini akan mendorong anak untuk terus mencoba meskipun mungkin tidak selalu berhasil.

Anda juga bisa coba tetapkan tujuan yang kecil dan realistis untuk mendorong perkembangan sosial anak.

Misalnya, memulai percakapan dengan seorang teman baru atau mengucapkan “halo” kepada guru setiap hari.

6. Bicarakan tentang perasaan anak

Ajak anak berbicara tentang perasaannya dan kenali situasi apa yang membuatnya merasa malu.

Memberi anak kesempatan untuk berbicara tentang ketakutannya dapat membantu mengurangi rasa malu dan takut tersebut.

Selain itu, penting untuk tidak memaksa anak ke dalam situasi sosial apa pun yang membuat ia sangat tidak nyaman.

Ini karena hal tersebut bisa berdampak negatif dan membuat rasa malu pada anak bertambah parah.

7. Ajak anak lakukan aktivitas sosial

Sebagai contoh, dorong anak untuk terlibat dalam aktivitas ekstrakurikuler yang ia minati sebagai cara mengatasi sifat pemalu yang ia miliki kepada teman-temannya di sekolah.

Kegiatan ini bisa menjadi cara yang baik untuk bertemu dengan teman-teman baru dan mengembangkan rasa percaya diri dalam kemampuannya sendiri.

Anda juga bisa ajak anak untuk berolahraga atau bermain di taman umum bersama anak lainnya.

Semakin sering anak mengunjungi lokasi baru dan melihat orang baru, semakin bisa anak untuk lebih percaya diri dan tidak pemalu lagi.

Ingat, setiap anak unik dan apa yang berhasil untuk satu anak mungkin tidak berhasil untuk anak yang lain.

Maka dari itu, menjadi pendukung yang sabar dan penuh perhatian merupakan cara atau kunci untuk membantu anak mengatasi sifat pemalu yang ia miliki.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan