Asah Kemampuan Motorik Halus Anak dengan 3 Aktivitas Sederhana Ini

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/01/2019
Bagikan sekarang

Kemampuan motorik halus adalah keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dengan koordinasi antara mata dengan tangan. Kemampuan motorik ini membantu anak menjadi lebih mandiri untuk melakukan berbagai hal, seperti menggunting, tepuk tangan, membuka kancing, atau menarik resleting.

Selain itu, kombinasi antara keterampilan motorik halus dengan koordinasi mata membantu proses belajar anak. Untuk mengasah kemampuan motorik halus anak jadi lebih terampil, Anda bisa melibatkan anak dalam berbagai aktivitas. Apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Aktivitas yang mengasah keterampilan motorik halus anak

Ada banyak aktivitas bersama yang membantu mengasah keterampilan motorik anak, antara lain:

1. Menggambar dan mewarnai bersama

manfaat menggambar

Menggambar dan mewarnai membutuhkan koordinasi antara gerak tangan dalam menggerakan pensil dengan mata. Awalnya anak akan belajar bagaimana menggenggam dan memegang alat gambar. Kemudian, matanya akan mengarahkan tangan dalam membentuk suatu gambar. Selain melatih keterampilan motorik halus anak, aktivitas ini juga meningkatkan imajinasi dan kreativitas anak.

2.  Berkebun dan memasak bersama

manfaat berkebun untuk anak

Siapa bilang berkebun itu kegiatan untuk kakek nenek? Jangan salah, anak-anak juga bisa melakukan kegiatan ini, bahkan membantu melatih koordinasi antara tangan dengan mata.

Si kecil bisa membantu Anda menggali tanah dengan jari atau sekop kecil, memindahkan bibit tanaman ke dalam lubang tanah, menyiram, dan menggunakan penjepit untuk mengambil bibit tanaman.

Selain berkebun, Anda juga bisa mengajak si kecil membantu menyiapkan makanan, seperti mencampur, menuang, mengaduk, atau menuangkan bahan masakan.

3. Bermain plastisin, gunting, dan tempel kertas

mainan anak DIY

Permainan yang sederhana ini bisa membantu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Saat si kecil memegang pelastisin, ia akan menggerakan tangannya dengan lincah, seperti meremas, meregangkan, menggulung, dan menekan.

Pilih karakter atau benda di sekitar anak yang mudah dibentuk, seperti membentuk bola yang bulat, wadah kue yang segitiga, atau televisi yang persegi panjang.

Permainan bisa dilanjutkan dengan alat  dan bahan yang mudah, seperti kertas dan gunting. Pilih gunting khusus kertas yang berukuran kecil supaya memudahkan si kecil untuk menggunakannya. Setelah kertas dibentuk, tempelkan potongan kertas di kertas lainnya.

Selain menggunting, kertas yang tersedia bisa mengajari anak melipat kertas membentuk perahu atau pesawat.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Mencegah Anak Shopaholic, Begini Caranya

Anak menjadi kecanduan belanja atau shopaholic memang merepotkan. Kita harus mencegahnya agar tidak terbiasa hingga dewasa. Berikut tips mencegahnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Ditetapkannya COVID-19 sebagai pandemi global oleh WHO meningkatkan kewaspadaan masyarakat, termasuk orangtua. Bagaimana menjelaskan COVID-19 ke anak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 16/03/2020

Tips Mengajarkan Anak agar Bisa Memakai Baju Sendiri

Mengajarkan anak memakai baju sendiri memang susah-susah gampang. Kuncinya adalah tetap sabar dan ikuti tips berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Anak Terlalu Sensitif dalam Mengelola Emosi? Hadapi dengan 4 Trik Ini

Anak yang terlalu sensitif dalam mengelola emosi akan mangalami kesulitan saat dewasa. Untuk menghadapinya, orangtua bisa lakukan hal ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

memilih hewan untuk anak

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020
aktivitas anak di rumah

Yuk, Coba Aktivitas Anak yang Seru Ini di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
perkembangan motorik anak sd

Memahami Perkembangan Motorik Anak SD Usia 6-12 Tahun

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17/04/2020
perkembangan psikologi anak

Mendidik Anak yang Sukses, Lakukan Tips Berikut Ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11/04/2020