Pola Makan Vegetarian Pada Anak-anak

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/08/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Vegetarian adalah orang-orang yang tidak mengonsumsi daging dan produk daging. Orang mungkin menjadi vegetarian atau vegan karena alasan etika, lingkungan, kesehatan, atau agama. Apabila orangtuanya vegetarian, mereka mungkin ingin anak mereka untuk menjalani pola makan yang sama.

Bagaimana dampaknya pada anak bila mencoba jadi vegan? Pada kebanyakan anak-anak yang sehat, pola makan vegetarian dapat memberikan alternatif yang bergizi dari pola makan yang mengandung daging. Namun demikian, pola makan vegan ketat umumnya tidak direkomendasikan karena bisa berdampak pada kebutuhan nutrisi anak-anak kecil.

Tipe-tipe vegetarian

Ada beberapa tipe vegetarian yang berbeda, ditentukan oleh tipe makanan yang tidak dimakan oleh seseorang. Vegetarian dapat diklasifikasi ke dalam kelompok-kelompok berikut:

  • Lacto-ovo vegetarian: mengecualikan daging merah, ikan, dan unggas. Memperoleh protein dari produk susu, telur, polong-polongan, kacang, dan legume.
  • Lacto-vegetarian: mengecualikan daging merah, jeroan, ikan, unggas, dan telur. Memperoleh protein dari produk susu, kacang-kacangan, legume, dan polong-polongan.
  • Vegan: mengecualikan daging merah, jeroan, unggas, telur, dan produk susu. Memperoleh protein dari kacang-kacangan, legume, polong-polongan, dan produk kedelai seperti tahu.

Tipe pola makan vegetarian yang paling umum diasosiasikan dengan masalah gizi yang signifikan pada anak-anak adalah pola makan vegan.

Sumber protein yang disarankan

Daging menyediakan sumber protein yang terkonsentrasi dan mudah diserap, namun makanan lain juga dapat menjadi sumber protein yang baik. Makanan-makanan tersebut termasuk produk susu, telur, biji-bijian, legume, dan beragam makanan produk kedelai (seperti tahu, tempe, dan seitan). Konsumsi protein yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan yang baik bagi Anda yang dengan mengikuti pola makan vegan atau vegetarian.

vegetarian anak

Kacang-kacangan dan legume

Protein dalam porsi kecil harus disertakan pada tiap makanan utama. Saran untuk kacang-kacangan dan legume termasuk:

  • Kacang panggang
  • Lentil
  • Chickpea (kacang arab) dan hummus
  • Kacang merah
  • Kacang mentega
  • Kacang cannellini
  • Kacang borlotti
  • Three beans mix
  • Kacang haricot
  • Selai kacang lembut

Kacang-kacangan harus dimasak dengan benar untuk menghancurkan racun dan membantu pencernaan. Kacang yang kurang matang dapat menyebabkan muntah-muntah dan diare.

Kebutuhan energi anak-anak tinggi

Anak-anak memiliki kebutuhan energi yang tinggi dan perut yang kecil. Anda harus menyertakan kombinasi dari gandum utuh dan olahan serta beragan makanan pemberi energi pada pola makan anak Anda. Ini dapat ditemukan pada makanan-makanan berikut:

  • Serealia—semua tipe sereal cocok untuk pola makan vegetarian, ini termasuk sereal bayi seperti bubur susu dan sereal gandum utuh dan sereal olahan seperti pasta, tepung, nasi putih, dan roti putih.
  • Produk susu—produk susu biasa adalah pillihan yang paling umum. Sebagai alternatif terdapat susu kedelai dengan tambahan kalsium. Beberapa susu kedelai juga telah ditambahkan vitamin B12.
  • Buah dan sayur—sertakan buah-buahan dan sayuran yang bervariasi setiap hari. Sebagai patokan, sertakan dua porsi kecil buah-buahan dan tiga porsi kecil sayuran setiap hari.
  • Minyak—sertakan minyak kedelai dan canola karena mereka mengandung asam linoleat, yang penting untuk otak dan fungsi jaringan syaraf. Minya juga memberikan energi.

Pola makan vegetarian untuk anak-anak kecil

Saran pola makan vegetarian untuk bayi dan anak kecil termasuk:

  • Susu—lanjutkan ASI atau susu formula hingga setidaknya usia 12 bulan.
  • Makanan padat—jangan menunda pengenalan makanan padat.
  • Biji-bijian, buah, dan sayur—sertakan bubur susu bayi, buah-buahan dan sayuran (pertimbangkan untuk melanjutkan bubur susu yang diperkaya zat besi lebih lama) sebagai makanan padat pertama.
  • Tawarkan variasi makanan padat—setelah usia enam bulan, mulai dengan buah-buahan dan sayuran yang dihancurkan. Dengan saran dari perawat kebidanan, Anda dapat menambahkan kacang-kacangan, polong-polongan, dan lentil yang dimasak hingga lembut, tahu, yoghurt yang dipasteurisasi, keju, telur, alpukat, produk susu, olesan lemak, dan minyak.

Tips untuk pola makan vegetarian anak Anda

Untuk keluarga yang mempertimbangkan perubahan ke pola makan vegetarian, atau untuk Anda yang ingin melakukan pola makan vegetarian pada anak Anda, penting untuk:

  • Memahami makanan apa yang harus diganti di dalam pola makan sebagai sumber energi, protein, dan vitamin mungkin harus ditambah.
  • Mendukung anak Anda untuk memakan makanan yang bervariasi
  • Menyelingkan gandum utuh dan produk sereal olahan.
  • Mengkombinasikan makanan vegetarian rendah energi, seperti sayuran, dengan makanan dengan kadar lemak tinggi, misalnya: omelet sayuran.
  • Meningkatkan nilai energi dari makanan dengan penggunaan selai kacang-kacangan, alpukat, produk susu dengan lemak penuh, olesan berlemak dan minyak.
  • Memberikan anak Anda makanan besar dan makanan ringan secara teratur.
  • Mengkombinasikan makanan ang mengandung vitamin C dengan makanan yang mengandung zat besi yang tinggi. Misalnya, tawarkan jeruk dengan kacang panggang di atas sepotong roti. Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi.

Apabila Anda akan mengatur pola makan dan menu vegetarian pada anak Anda, ada baiknya Anda berkonsultasi pada penyedia layanan kesehatan untuk pola makan yang seimbang dan suplemen.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ketika anak suka olahraga atau termasuk aktif beraktivitas, penting untuk menyesuaikan asupan nutrisi agar tumbuh kembangnya tetap optimal.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
nutrisi untuk anak aktif
Parenting, Nutrisi Anak 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Sebagai orangtua baru, tak perlu takut saat memandikan bayi, Berikut panduan atau cara memandikan bayi baru lahir untuk Anda praktikkan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Kadang, ibu tidak memperhatikan kapan harus mengganti popok dan cenderung membiarkan bayinya memakai popok terlalu lama. Ini akibatnya pada bayi Anda.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Masturbasi Saat Hamil

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
cek kehamilan dengan test pack

Kapan Saya Bisa Mulai Cek Kehamilan dengan Test Pack?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 11/08/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor

Peran Penting Nutrisi untuk Kurangi Dampak Stunting pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit