Mengenalkan Makanan Padat Pertama (MPASI) pada Bayi

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/10/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Memulai MPASI merupakan sebuah tahap yang penting. Luangkan waktu khusus untuk mempersiapkan diri Anda dan bayi Anda sebelum mulai memberikan makanan padat pertama untuk si Kecil.

Berikan makanan padat di usia 4-6 bulan

Rentang usia ini cocok untuk mulai memperkenalkan makanan padat, biasanya dengan sereal beras yang dicampur dengan ASI atau susu formula untuk memulai. Tetapi, kapan mulai memberi makanan padat tidak hanya tergantung pada usia. Sebelum mulai makan makanan padat, bayi Anda harus bisa duduk (dengan bantuan), menolehkan kepala, dan mengunyah. Dia juga harus sudah memiliki refleks yang membuat dia dapat memuntahkan apapun kecuali cairan.

Tetap melanjutkan ASI atau susu formula

Bayi tidak bisa langsung makan banyak makanan padat. Jadi, saat ini makanan padat hanya berlaku sebagai makanan yang Anda tambahkan pada menu makan bayi Anda, bukan sebagai pengganti ASI atau susu formula. Ingatlah bahwa Anda hanya memperkenalkan makanan padat, bukan mengubah menu makan bayi Anda. Perubahan menu makan akan dilakukan secara bertahap.

Mengapa mulai dengan sereal beras?

Sebenarnya, tidak ada peraturan atau ketentuan khusus mengenai urutan makanan padat apa yang harus pertama kali Anda berikan pada bayi. Hanya saja dengan butiran kecil seperti sereal gandum tunggal, misalnya sereal beras, mungkin lebih mudah untuk mencari tahu alergi makanan daripada sereal yang terbuat dari beberapa jenis bahan. Anda mungkin ingin mencampurnya dengan susu formula atau ASI agar makanan tetap basah pada awalnya, sampai bayi Anda terbiasa dengan tekstur baru ini.

Makan makanan padat membutuhkan latihan

Meski bagi kita terlihat alami, namun disuapi dengan sendok merupakan hal baru bagi bayi Anda. Sampai sekarang, dia hanya pernah memakan makanan cair. Dia harus berlatih untuk terbiasa dengan sendok dan merasakan makanan padat di mulutnya. Jadi jangan berharap bayi akan makan dengan porsi yang banyak. Anda mungkin dapat mulai dengan satu atau dua sendok teh pada suatu waktu. Daripada  berusaha agar bayi dapat makan dalam jumlah tertentu, fokus pada membiarkan bayi terbiasa dengan kebiasaan baru ini.

Berikan berbagai jenis makanan satu per satu

Buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan bahkan daging yang dihaluskan, semua bisa diberikan pada bayi Anda.  Anda mungkin ingin memperkenalkan makanan ini satu per satu untuk melihat reaksi bayi Anda.  Jika bayi tidak mau memakannya pada awalnya, cobalah di lain waktu. Beri tahu dokter jika Anda berpikir bayi Anda memiliki alergi makanan. Berikan makanan bayi yang lembut dari botol, atau panaskan makanan agar lebih lunak. Letakkan makanan di sendok secukupnya agar bayi Anda dapat menelan dengan mudah

Hindari susu sapi dan madu

Banyak dokter anak mengatakan Anda harus menunggu sampai bayi berusia satu tahun untuk mulai memberikan susu sapi. Hal itu karena beberapa bayi mungkin kesulitan mencernanya saat usia belum satu tahun. Dan jangan memberikan madu untuk bayi berusia kurang dari 1 tahun (beberapa dokter anak mengatakan sampai 2 tahun), karena mungkin terdapat risiko botulisme yang tidak bisa ditangkis oleh perkembangan sistem kekebalan tubuh bayi.

Hentikan ketika bayi ingin berhenti

Bayi akan memberi tahu Anda kapan dia selesai makan. Dia mungkin memukul sendok, ogah-ogahan, mengatupkan bibir, memuntahkan makanan yang ada di mulut, atau menangis. Jangan membuatnya makan lebih dari yang ia inginkan. Anak-anak akan makan saat mereka lapar dan berhenti ketika mereka kenyang. Memahami ciri-ciri tersebut akan membantu Anda menghindari memberi makan berlebihan sampai ketika anak semakin besar.

Anak rewel makan? Jangan khawatir!

Hanya karena bayi Anda tidak langsung menyukai makanan baru bukan berarti dia akan sulit makan selamanya. Tunggu beberapa hari dan jangan lelah untuk terus mencoba lagi. Mungkin butuh beberapa kali sebelum dia menerima makanan baru tersebut. Ingatlah bahwa Anda merupakan panutan bagi bayi sehingga bayi Anda mungkin lebih tertarik pada makanan jika melihat Anda makan dan menikmatinya. Tetapi jangan memaksa anak untuk makan dan jangan jadikan makanan baru menjadi masalah besar.

Berantakan itu baik

Saat bayi Anda tumbuh, dia akan mencoba untuk makan sendiri. Makanan akan ada pada wajah, tangan, rambut, alas dada, pakaian, atau baki kursi. Belum lagi saat bayi melempar-lempar atau memainkan makanan pada Anda atau sekitar Anda. Belajar makan makanan padat merupakan pengalaman yang berkaitan dengan indra peraba dan seluruh tubuh bagi bayi. Taruh tikar di bawah kursi bayi untuk menampung makanan yang jatuh, lindungi pakaian, dan bersabar, karena- fase ini tidak akan bertahan selamanya.

Cobalah “finger foods” ketika bayi siap

Sekitar 9 bulan atau lebih, bayi Anda sudah dapat mengambil potongan-potongan kecil makanan untuk dimakan. Anda masih perlu menggunakan sendok untuk sementara waktu, dan terus memberikan susu formula atau ASI. Beberapa  “finger foods” yang baik yaitu potongan pisang matang, potongan wortel yang dimasak, keju lembut, pasta yang dimasak, sereal kering, dan orak-arik telur. Hindari risiko tersedak seperti permen, keripik, sayuran mentah, buah anggur atau kismis, keju keras, dan hotdog.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit