Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Pendamping ASI (MPASI)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/03/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

MPASI atau makanan pendamping air susu ibu (ASI) biasanya mulai diberikan saat bayi sudah berusia 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi bertambah dan ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Walau begitu, pemberian ASI masih diperlukan bayi setelah 6 bulan, WHO merekomendasikan sampai 2 tahun.

Apa itu makanan pendamping ASI (MPASI)?

MPASI atau makanan pendamping ASI adalah makanan yang mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi dan yang menyediakan nutrisi tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang sedang bertumbuh, menurut UNICEF. Walaupun ASI merupakan makanan terbaik bayi, namun selepas usia 6 bulan, bayi membutuhkan lebih banyak vitamin, mineral, protein, dan karbohidrat. Kebutuhan gizi yang tinggi ini tidak bisa hanya didapatkan dari ASI, tetapi juga membutuhkan tambahan dari makanan pendamping ASI.

Semua makanan atau minuman non-ASI yang diberikan pada bayi selama periode ini dinamakan dengan makanan pendamping ASI. MPASI harus diperkenalkan ke bayi pada waktu yang tepat, tidak terlalu dini dan juga tidak terlalu terlambat. Hal ini akan memengaruhi pola makan dan kesehatan bayi.

Kapan bayi bisa mulai diberi makanan pendamping ASI (MPASI)?

Umumnya, bayi sudah bisa diperkenalkan dengan MPASI pada usia 6 bulan. Namun, terkadang perkembangan bayi berbeda-beda antar individu. Beberapa bayi mungkin sudah bisa diperkenalkan dengan MPASI lebih dini sebelum memasuki usia 6 bulan, dan sebagian lagi mungkin lebih lambat.

Berikut ini merupakan tanda-tanda bayi sudah bisa diperkenalkan dengan MPASI:

  • Bayi sudah tertarik dengan makanan, misalnya bayi sering memerhatikan orang sekitarnya yang sedang makan, bayi ingin meraih makanan, atau bayi membuka mulutnya ketika makanan mendekat.
  • Bayi sudah bisa mengangkat dan menahan kepalanya dengan baik
  • Bayi sudah bisa duduk tanpa bantuan
  • Kemampuan pergerakan mulut bayi sudah baik, artinya bayi sudah bisa gerakan mengunyah dan tidak memuntahkan makanannya tetapi menelannya (memindahkan makanan dari mulut ke tenggorokan).
  • Bayi sudah mempunyai koordinasi yang baik. Dari mulai melihat makanan, kemudian mengambilnya, dan memasukkannya ke dalam mulut mereka, sudah bisa dilakukan bayi sendiri.
  • Bayi sudah mempunyai berat badan sebesar dua kali dari berat badan lahir mereka atau mendekati itu

Bayi yang sudah berusia minimal 4 bulan dan sudah menunjukkan tanda-tanda seperti di atas tandanya mungkin bayi sudah siap untuk diperkenalkan dengan MPASI pertamanya. Bayi yang sudah diberikan makanan padat sebelum usia 4 bulan akan mempunyai risiko lebih tinggi terhadap obesitas. Sementara, bayi lainnya mungkin akan siap pada usia 6 bulan atau lebih lambat, sekitar usia 8 bulan.

WHO merekomendasikan untuk mulai memberikan makanan padat pada usia 6 bulan, ini merupakan waktu yang tepat untuk sebagian besar bayi. Pada usia 6 bulan bayi sudah memiliki sistem kekebalan tubuh dan sistem pencernaan yang lebih kuat, sehingga pengenalan makanan baru pada usia ini dapat mengurangi risiko bayi terhadap alergi atau infeksi dari makanan, terutama pada bayi yang memiliki riwayat keluarga alergi atau penyakit celiac (dipicu oleh gluten dan biji-bijian).

Awal-awal pemberian, Anda dapat memberikan makanan padat pada bayi sebanyak 2-3 kali sehari, antara usia 6-8 bulan. Menginjak usia 9-11 bulan, Anda dapat meningkatkan frekuensi makanan padat anak sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Pada saat anak berusia 12-24 bulan, Anda bisa menambahkan camilan bergizi sebanya 1-2 kali per hari.

Makanan apa saja yang paling baik untuk MPASI?

Anda bisa memperkenalkan makanan selain ASI kepada bayi secara bertahap. Mulai dari makanan dengan konsistensi yang ringan sampai lebih kental, kemudian ke makanan yang agak bertekstur sampai makanan padat.

Mulailah dengan sereal bayi yang diperkaya dengan zat besi sebanyak 1-2 sendok makan, Anda bisa mencampurnya dengan ASI untuk mendapatkan kekentalan yang tepat. Atau, Anda juga bisa memberikan sup daging kental yang kaya zat besi. Zat besi dari makanan sangat diperlukan oleh bayi selepas 6 bulan karena kebutuhan zat besi bayi tinggi dan ASI saja tidak cukup untuk memenuhinya.

Makanan MPASI terbaik

Beberapa makanan yang dapat Anda berikan saat menawarkan bayi makanan pendamping ASI pertama kali adalah:

  • Sayuran tumbuk (pure), seperti wortel, labu, kentang, ubi
  • Buah tumbuk, seperti apel, pir, pisang, pepaya
  • Sereal bayi bebas gluten yang diperkaya dengan zat besi, campurkan dengan ASI
  • Bubur susu atau biskuit yang dihaluskan

Ingat, hindari penambahan garam, gula, madu, atau pemanis lainnya untuk makanan bayi Anda. Sertakan selalu sayuran sebagai makanan bayi Anda setiap hari.

Setelah bayi menerima makanan pertamanya tersebut, Anda dapat meningkatkan jenis makanan yang Anda tawarkan.

  • Daging tumbuk
  • Kacang-kacangan tumbuh
  • Sayuran dicampur dengan kentang atau beras yang ditumbuk
  • Sayuran hijau tumbuk, yang berisi kacang polong, kol, bayam atau brokoli
  • Susu full cream, yogurt, krim keju. Tapi, usahakan susu formula bukan menjadi minuman utama bayi sampai bayi berusia satu tahun. ASI tetap menjadi makanan utama bayi.

Jika bayi Anda sudah bisa menerima makanan tersebut, coba perkenalkan bayi Anda pada makanan yang lebih bertekstur, seperti makanan cincang yang bertekstur agak kasar.

Sebaiknya berikan bayi makan setelah menyusui, bukan sebaliknya. Hal ini membuat bayi tetap ingin menyusui ASI sebagai sumber makanan utama mereka. Jika bayi makan terlebih dahulu kemudian menyusui, dikhawatirkan bayi akan kenyang dan tidak tertarik lagi dengan ASI.

Setelah bayi menerima satu makanan, Anda kemudian dapat menawarkan bayi dengan makanan lain, seperti buah-buahan, sayuran, dan daging lunak. Tunggu beberapa hari sebelum Anda mulai memperkenalkan makanan baru kepada bayi untuk menjamin bayi Anda tidak menunjukkan reaksi alergi.

Makanan di bawah ini merupakan makanan yang paling mungkin menyebabkan reaksi alergi. Sebaiknya berikan satu per satu pada bayi untuk mengetahui ada atau tidaknya reaksi alergi dan jangan berikan makanan tersebut sebelum bayi berusia 6 bulan.

  • Susu atau produk susu sapi, seperti keju, yogurt, krim keju
  • Ikan atau seafood
  • Kacang kedelai
  • Telur
  • Jeruk
  • Gandum atau makanan yang terbuat dari gandum
  • Kacang-kacangan

Makanan yang perlu dihindari sebagai MPASI

Sebaiknya tidak memberikan makanan pendamping ASI di bawah ini pada bayi di bawah usia 1 tahun.

  • Garam
  • Madu
  • Gula
  • Pemanis buatan
  • Kacang utuh
  • Beberapa ikan tertentu yang mempunyai kandungan merkuri tinggi
  • Teh atau kopi
  • Makanan dengan kadar lemak rendah, biasanya pada makanan kemasan

Juga, batasi pemberian jus pada bayi. Jus dapat membuat bayi kenyang, sehingga bayi tidak mampu untuk makan makanan lain yang lebih bergizi. Selain itu, jus juga berkontribusi pada obesitas bayi, dapat menyebabkan diare, dan bisa meningkatkan risiko bayi mengalami gigi berlubang saat gigi bayi mulai tumbuh.

 

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

    Susu formula ternyata bisa membuat bayi sembelit. Lantas, seperti apa susu formula untuk bayi yang tidak bikin sembelit? Lihat beberapa pilihannya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Parenting, Nutrisi Anak 22/04/2020 . Waktu baca 6 menit

    Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

    Meski lemak sering kali harus dihindari, asupan lemak yang sehat untuk bayi sebenarnya sah-sah saja. Sudahkah Anda tahu berapa kebutuhan lemak harian bayi?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Nutrisi Anak 10/04/2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit