Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Pendamping ASI (MPASI)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/03/2020
Bagikan sekarang

MPASI atau makanan pendamping air susu ibu (ASI) biasanya mulai diberikan saat bayi sudah berusia 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi bertambah dan ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Walau begitu, pemberian ASI masih diperlukan bayi setelah 6 bulan, WHO merekomendasikan sampai 2 tahun.

Apa itu makanan pendamping ASI (MPASI)?

MPASI atau makanan pendamping ASI adalah makanan yang mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi dan yang menyediakan nutrisi tambahan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang sedang bertumbuh, menurut UNICEF. Walaupun ASI merupakan makanan terbaik bayi, namun selepas usia 6 bulan, bayi membutuhkan lebih banyak vitamin, mineral, protein, dan karbohidrat. Kebutuhan gizi yang tinggi ini tidak bisa hanya didapatkan dari ASI, tetapi juga membutuhkan tambahan dari makanan pendamping ASI.

Semua makanan atau minuman non-ASI yang diberikan pada bayi selama periode ini dinamakan dengan makanan pendamping ASI. MPASI harus diperkenalkan ke bayi pada waktu yang tepat, tidak terlalu dini dan juga tidak terlalu terlambat. Hal ini akan memengaruhi pola makan dan kesehatan bayi.

Kapan bayi bisa mulai diberi makanan pendamping ASI (MPASI)?

Umumnya, bayi sudah bisa diperkenalkan dengan MPASI pada usia 6 bulan. Namun, terkadang perkembangan bayi berbeda-beda antar individu. Beberapa bayi mungkin sudah bisa diperkenalkan dengan MPASI lebih dini sebelum memasuki usia 6 bulan, dan sebagian lagi mungkin lebih lambat.

Berikut ini merupakan tanda-tanda bayi sudah bisa diperkenalkan dengan MPASI:

  • Bayi sudah tertarik dengan makanan, misalnya bayi sering memerhatikan orang sekitarnya yang sedang makan, bayi ingin meraih makanan, atau bayi membuka mulutnya ketika makanan mendekat.
  • Bayi sudah bisa mengangkat dan menahan kepalanya dengan baik
  • Bayi sudah bisa duduk tanpa bantuan
  • Kemampuan pergerakan mulut bayi sudah baik, artinya bayi sudah bisa gerakan mengunyah dan tidak memuntahkan makanannya tetapi menelannya (memindahkan makanan dari mulut ke tenggorokan).
  • Bayi sudah mempunyai koordinasi yang baik. Dari mulai melihat makanan, kemudian mengambilnya, dan memasukkannya ke dalam mulut mereka, sudah bisa dilakukan bayi sendiri.
  • Bayi sudah mempunyai berat badan sebesar dua kali dari berat badan lahir mereka atau mendekati itu

Bayi yang sudah berusia minimal 4 bulan dan sudah menunjukkan tanda-tanda seperti di atas tandanya mungkin bayi sudah siap untuk diperkenalkan dengan MPASI pertamanya. Bayi yang sudah diberikan makanan padat sebelum usia 4 bulan akan mempunyai risiko lebih tinggi terhadap obesitas. Sementara, bayi lainnya mungkin akan siap pada usia 6 bulan atau lebih lambat, sekitar usia 8 bulan.

WHO merekomendasikan untuk mulai memberikan makanan padat pada usia 6 bulan, ini merupakan waktu yang tepat untuk sebagian besar bayi. Pada usia 6 bulan bayi sudah memiliki sistem kekebalan tubuh dan sistem pencernaan yang lebih kuat, sehingga pengenalan makanan baru pada usia ini dapat mengurangi risiko bayi terhadap alergi atau infeksi dari makanan, terutama pada bayi yang memiliki riwayat keluarga alergi atau penyakit celiac (dipicu oleh gluten dan biji-bijian).

Awal-awal pemberian, Anda dapat memberikan makanan padat pada bayi sebanyak 2-3 kali sehari, antara usia 6-8 bulan. Menginjak usia 9-11 bulan, Anda dapat meningkatkan frekuensi makanan padat anak sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Pada saat anak berusia 12-24 bulan, Anda bisa menambahkan camilan bergizi sebanya 1-2 kali per hari.

Makanan apa saja yang paling baik untuk MPASI?

Anda bisa memperkenalkan makanan selain ASI kepada bayi secara bertahap. Mulai dari makanan dengan konsistensi yang ringan sampai lebih kental, kemudian ke makanan yang agak bertekstur sampai makanan padat.

Mulailah dengan sereal bayi yang diperkaya dengan zat besi sebanyak 1-2 sendok makan, Anda bisa mencampurnya dengan ASI untuk mendapatkan kekentalan yang tepat. Atau, Anda juga bisa memberikan sup daging kental yang kaya zat besi. Zat besi dari makanan sangat diperlukan oleh bayi selepas 6 bulan karena kebutuhan zat besi bayi tinggi dan ASI saja tidak cukup untuk memenuhinya.

Makanan MPASI terbaik

Beberapa makanan yang dapat Anda berikan saat menawarkan bayi makanan pendamping ASI pertama kali adalah:

  • Sayuran tumbuk (pure), seperti wortel, labu, kentang, ubi
  • Buah tumbuk, seperti apel, pir, pisang, pepaya
  • Sereal bayi bebas gluten yang diperkaya dengan zat besi, campurkan dengan ASI
  • Bubur susu atau biskuit yang dihaluskan

Ingat, hindari penambahan garam, gula, madu, atau pemanis lainnya untuk makanan bayi Anda. Sertakan selalu sayuran sebagai makanan bayi Anda setiap hari.

Setelah bayi menerima makanan pertamanya tersebut, Anda dapat meningkatkan jenis makanan yang Anda tawarkan.

  • Daging tumbuk
  • Kacang-kacangan tumbuh
  • Sayuran dicampur dengan kentang atau beras yang ditumbuk
  • Sayuran hijau tumbuk, yang berisi kacang polong, kol, bayam atau brokoli
  • Susu full cream, yogurt, krim keju. Tapi, usahakan susu formula bukan menjadi minuman utama bayi sampai bayi berusia satu tahun. ASI tetap menjadi makanan utama bayi.

Jika bayi Anda sudah bisa menerima makanan tersebut, coba perkenalkan bayi Anda pada makanan yang lebih bertekstur, seperti makanan cincang yang bertekstur agak kasar.

Sebaiknya berikan bayi makan setelah menyusui, bukan sebaliknya. Hal ini membuat bayi tetap ingin menyusui ASI sebagai sumber makanan utama mereka. Jika bayi makan terlebih dahulu kemudian menyusui, dikhawatirkan bayi akan kenyang dan tidak tertarik lagi dengan ASI.

Setelah bayi menerima satu makanan, Anda kemudian dapat menawarkan bayi dengan makanan lain, seperti buah-buahan, sayuran, dan daging lunak. Tunggu beberapa hari sebelum Anda mulai memperkenalkan makanan baru kepada bayi untuk menjamin bayi Anda tidak menunjukkan reaksi alergi.

Makanan di bawah ini merupakan makanan yang paling mungkin menyebabkan reaksi alergi. Sebaiknya berikan satu per satu pada bayi untuk mengetahui ada atau tidaknya reaksi alergi dan jangan berikan makanan tersebut sebelum bayi berusia 6 bulan.

  • Susu atau produk susu sapi, seperti keju, yogurt, krim keju
  • Ikan atau seafood
  • Kacang kedelai
  • Telur
  • Jeruk
  • Gandum atau makanan yang terbuat dari gandum
  • Kacang-kacangan

Makanan yang perlu dihindari sebagai MPASI

Sebaiknya tidak memberikan makanan pendamping ASI di bawah ini pada bayi di bawah usia 1 tahun.

  • Garam
  • Madu
  • Gula
  • Pemanis buatan
  • Kacang utuh
  • Beberapa ikan tertentu yang mempunyai kandungan merkuri tinggi
  • Teh atau kopi
  • Makanan dengan kadar lemak rendah, biasanya pada makanan kemasan

Juga, batasi pemberian jus pada bayi. Jus dapat membuat bayi kenyang, sehingga bayi tidak mampu untuk makan makanan lain yang lebih bergizi. Selain itu, jus juga berkontribusi pada obesitas bayi, dapat menyebabkan diare, dan bisa meningkatkan risiko bayi mengalami gigi berlubang saat gigi bayi mulai tumbuh.

 

BACA JUGA

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Ketika Sudah Mulai MPASI, Ini Jadwal Makan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan

    Meski seharusnya masih masuk masa menyusui, ada beberapa bayi yang mulai MPASI saat belum 6 bulan. Bagaimana pembagian jadwal makan bayi di bawah 6 bulan?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Berat Badan Bayi Ideal Usia 0-12 Bulan

    Berat badan bayi ideal merupakan patokan utama terhadap kualitas perkembangan dari bayi. Berapa seharusnya berat badan bayi di satu tahun pertamanya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Panduan Menerapkan Jadwal MPASI Usia 6-24 Bulan Beserta Aturannya

    Sejak dini bayi sebaiknya punya jadwal MPASI yang teratur. Agar lebih optimal, ortu perlu tahu seperti apa jadwal makan yang tepat untuk bayi.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

    Berbagai Bahaya yang Ditimbulkan Akibat Melakukan Aborsi Sendiri

    Tahukah Anda, bahwa melakukan aborsi sendiri dapat menyebabkan munculnya penyakit ganas pada sang ibu? Itulah penyebab utama dari kematian ibu di dunia.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Melahirkan, Kehamilan 01/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    susu formula yang tidak bikin sembelit untuk bayi anak

    Pilihan Susu Formula Agar Bayi Tidak Sembelit

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
    kebutuhan lemak untuk bayi

    Tidak Selalu Buruk, Ini Jumlah Kebutuhan Lemak untuk Bayi yang Harus Dipenuhi

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/04/2020
    kebutuhan protein bayi

    Memahami Kebutuhan Protein Bayi dan Pilihan Sumbernya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020
    menu makanan bayi 7 bulan

    Agar Lebih Bervariasi, Begini Cara Membuat Menu Makanan Bayi 7 Bulan

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020