Di Usia Berapa Anak Boleh Diberikan Susu UHT?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/08/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anak membutuhkan asupan vitamin dan mineral yang cukup untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Sejak bayi hingga berusia dua tahun, susu menjadi makanan sekaligus minuman utama. Kandungan kalsium dan vitamin D yang tinggi pada susu sangat dibutuhkan untuk menjaga tulang tetap sehat dan kuat.

Nah, selain minum ASI, si kecil juga mungkn bisa mulai diberi susu tambahan. Salah satu susu tambahan tinggi kalsium yang baik untuk anak adalah susu sapi yang melalui proses UHT (Ultra High Temperature). Namun, banyak ibu yang ragu dan bertanya-tanya, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk memberikan anak susu UHT?

Apa itu susu UHT?

Susu UHT adalah susu yang dipanaskan dengan teknologi pemanasan tinggi untuk membunuh semua mikroorganisme yang ada di dalam susu. Untuk mengurangi perubahan kandungan gizi susu UHT akibat pemanasan dengan suhu tinggi, ada teknologi pemrosesan agar kandungan gizi pada susu tidak hilang begitu saja.

High Temperature Short Time (HTST) adalah metode pemanasan singkat dengan suhu 140 sampai 145 Celcius selama 4 detik yang mampu membunuh bakteri berbahaya dengan tetap menjaga nutrisi yang ada di dalam susu.

Di suhu yang sangat tinggi ini, semua bakteri pembawa penyakit berbahaya termasuk spora dan enzim yang merusak susu akan mati. Susu yang telah dipanaskan kemudian langsung dimasukkan ke dalam wadah sehingga bakteri dari luar tidak berkesempatan untuk masuk dan mencemari susu.

Dengan sistem pemanasan yang sangat tinggi ini, susu UHT memiliki umur simpan yang lebih panjang di dalam suhu ruangan. Bahkan, jika segelnya belum dibuka susu UHT bisa disimpan tanpa lemari pendingin hingga sembilan bulan dengan kualitas yang tidak berkurang.

Mulai usia berapa anak boleh diberi susu UHT?

Anak boleh diberikan susu UHT saat sistem pencernaannya sudah matang dan mampu mencerna susu sapi.

Russell Horton, DO, dokter anak di Banner Health Center di Queen Creek, Arizona, menyatakan susu sapi sudah bisa dicerna oleh anak di usia satu tahun ke atas. Hal ini dikarenakan di usia ini sistem pencernaan bayi sudah dianggap matang dan mampu mencerna berbagai kandungan yang terdapat di dalam susu sapi.

Susu UHT yang merupakan susu sapi memiliki konsentrasi protein dan mineral yang tinggi. Sehingga jika sistem pencernaannya belum siap, hal ini akan membebani ginjal bayi yang belum sepenuhnya matang.

Selain itu, protein susu sapi dapat mengiritasi lapisan sistem pencernaan jika diberikan tidak sesuai waktunya. Akibatnya, jika Anda sudah memberikan susu sapi sebelum anak berusia satu tahun maka buah hati Anda berisiko mengalami anemia akibat lapisan usus yang teriritasi.

Cara memilih susu UHT yang cocok untuk anak

Susu UHT sangat baik diberikan sebagai susu tambahan setelah anak berusia satu tahun ke atas. Menurut American Academy of Pediatrics, hal ini dikarenakan kandungan susu UHT sudah terbebas dari mikroorganisme berbahaya, sehingga mencegah berbagai infeksi yang membahayakan tubuh anak seperti yang diakibatkan oleh Salmonella, E. coli, Listeria, dan bakteri lainnya.

Sebelum membeli, pastikan untuk memilih susu UHT yang tepat dengan memerhatikan komposisinya.

Susu UHT yang tepat untuk anak 1 tahun ke atas adalah yang kandungan kalsiumnya tinggi sehingga baik untuk pertumbuhan tulang anak. Serta mengandung kadar lemak dan protein yang tepat untuk kebutuhan gizi balita.

Susu full cream mengandung lemak yang cukup tinggi dan baik untuk si kecil. Anak membutuhkan lemak utuh di dalam susu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otaknya di tahu-tahun pertama.

Semakin banyak kandungan lemak di dalam susu, maka semakin tinggi pula kandungan lemak baiknya, yakni asam lemak omega-3 yang sangat baik untuk kesehatan dan perkembangan otak buah hati Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Panduan Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI sesuai kebutuhan si kecil. Yuk, ketahui langkah-langkah manajemen ASI perah untuk ibu bekerja.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Bayi, Parenting, Menyusui 28/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Ada beberapa tips peralihan susu ASI ke susu formula yang bisa dilakukan para ibu. Termasuk pemilihan susu formula yang tepat untuk kebutuhan si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Hanya Minum Susu untuk Sarapan, Sehatkah Kebiasaan Ini?

Banyak orang minum susu untuk sarapan karena praktis dan mudah disiapkan. Namun, apakah kebiasaan tersebut benar-benar sehat ?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 11/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diet susu risiko diabetes

Diet Susu Dinilai Dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 07/06/2020 . Waktu baca 5 menit
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 10 menit
rasa asi

Kerap Bikin Penasaran, Ternyata Seperti Inilah Rasa ASI

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . Waktu baca 4 menit
susu hangat susu dingin

Mana yang Lebih Sehat, Susu Hangat atau Susu Dingin?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020 . Waktu baca 4 menit