Walaupun Sehat, Seberapa Banyak Anak Boleh Makan Buah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Orangtua tentu merasa senang bila mengetahui bahwa anaknya suka makan buah-buahan yang kaya vitamin dan mineral. Memang buah bisa jadi sumber serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk si kecil, tapi ternyata porsinya juga tidak berlebihan, lho. Lantas, berapa banyak porsi buah yang harus anak makan dalam sehari? 

Anjuran porsi buah yang harus anak makan

Mengacu pada Departemen Kesehatan RI, anak-anak berusia 1-9 tahun membutuhkan asupan serat sebesar 16-26 gram setiap hari. Kebutuhan serat dapat diperoleh dari makanan sehari-hari, terutama dari sayuran dan buah-buahan.

Nah, supaya memenuhi kebutuhan serat tersebut, anak-anak dalam rentang usia itu dalam sehari disarankan untuk makan buah dengan jumlah berikut:

  • 2-3 tahun: 175 gram buah, atau setara dengan 1 potong besar pepaya.
  • 4-8 tahun: 175-260 gram buah, atau setara dengan 2 buah jeruk.
  • 9-13 tahun: 260 gram buah, atau setara dengan 4 buah stroberi berukuran besar.

Berikan si kecil buah-buahan dengan warna, bentuk, dan tekstur yang bervariasi sesuai usia dan jenis yang disukainya. Buah-buahan ini dapat berbentuk segar, beku, jus, atau kalengan. Akan tetapi, konsumsi buah dalam bentuk segar lebih disarankan.

Bolehkah anak makan buah lebih dari yang dianjurkan?

Buah-buahan kaya akan sejenis gula alami yang disebut fruktosa. Gula inilah yang menyebabkan buah-buahan memiliki rasa manis. Mengingat banyaknya kandungan fruktosa pada gula, Anda mungkin bertanya-tanya apakah konsumsi buah-buahan yang berlebihan bisa membahayakan kesehatan anak Anda?

Ternyata, tidak demikian. Walaupun kaya akan fruktosa, buah-buahan mengandung lebih banyak kandungan serat dan air sehingga lebih cepat menimbulkan rasa kenyang. Karena alasan inilah, hampir mustahil bagi seseorang untuk mengonsumsi buah-buahan secara berlebihan dalam satu hari.

Sebagai gambaran, anak Anda akan cepat merasa kenyang setelah makan satu buah apel berukuran besar. Apel mengandung 23 gram gula, dengan 13 gram berbentuk fruktosa. Coba bandingkan dengan sekaleng minuman bersoda.

Minuman ini mengandung 52 gram gula, 30 gram diantaranya berbentuk frutosa tanpa diimbangi dengan kandungan nutrisi lain di dalamnya. Akibatnya anak tidak merasa kenyang hanya dengan minum soda. 

Asupan gula yang berlebihan memang berbahaya bagi kesehatan. Namun, gula yang dimaksud adalah gula berbentuk sukrosa atau sirup fruktosa yang terdapat pada pemanis tambahan. Sedangkan gula fruktosa yang terkandung dalam buah lebih aman dikonsumsi dalam jumlah banyak. 

Tips makan buah untuk mengoptimalkan kesehatan anak

Anda dapat membiarkan si kecil mencoba berbagai jenis buah tanpa perlu merasa cemas konsumsinya akan berlebihan. Cukup pastikan bahwa ia mengonsumsi buah-buahan segar melalui tips berikut:

  • Berikan si kecil buah-buahan dalam bentuk utuh, bukan jus. Jus buah memang praktis dan terasa lezat, tapi minuman ini mengandung gula tambahan yang tidak diperlukan.
  • Jika anak Anda ingin mengonsumsi jus buah, maka buatlah sendiri tanpa memberikan gula ataupun krimer kental manis.
  • Cucilah buah-buahan sebelum dikonsumsi untuk mencegah kontaminasi bakteri dan pestisida.
  • Awasi anak balita saat makan buah, terutama bila buah bertekstur keras karena dapat memicu tersedak.
  • Simpanlah berbagai macam buah di rumah agar anak Anda bisa menjadikannya sebagai camilan sehat.

Semua jenis buah mengandung nutrisi yang menyehatkan. Maka dari itu, variasi sangatlah penting. Kenalkan anak Anda pada berbagai macam buah-buahan agar ia tidak hanya makan satu jenis buah yang sama. Hal ini juga berguna untuk menghemat biaya karena beberapa jenis buah memiliki harga yang mahal di luar musimnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anak Cuma Mau Makan Pasta, Apakah Baik Bagi Kesehatannya?

Anak bisa memperoleh asupan energi dan kandungan nutrisi lainnya dengan makan seporsi pasta. Namun, apakah sehat bila anak hanya makan pasta setiap hari?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Nutrisi Anak 08/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Si Kecil Ketagihan Makanan Pedas, Adakah Batas Amannya?

Tidak perlu aneh jika si kecil ketagihan makanan pedas sejak masih berusia belia. Tetapi, apakah ada batasan atau aturan ketika anak suka makanan pedas?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Parenting, Nutrisi Anak 01/01/2020 . Waktu baca 3 menit

3 Buah yang Bisa Dimanfaatkan untuk Meredakan Stres

Kabar baik untuk Anda bahwa ternyata ada beberapa jenis buah yang bisa digunakan untuk meredakan stres yang mengganggu aktivitas. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat 21/12/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Manfaat Chia Seed untuk Anak Plus Cara Mengolahnya

Banyak sekali manfaat chia seed untuk kebutuhan nutrisi anak Anda, mulai dari memenuhi kebutuhan nutrisi hingga vitamin. Bagaimana cara mengolahnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Nutrisi Anak 17/12/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

buah untuk alzheimer

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . Waktu baca 4 menit
camilan sehat balita

Biar Makin Lahap, Ini Menu Makanan Balita Usia 1-5 Tahun yang Bisa Dicoba

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 20/04/2020 . Waktu baca 13 menit
manfaat makan buah

5 Buah Kaya Manfaat yang Perlu Anda Makan Saat DBD Agar Cepat Pulih

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 5 menit
buah untuk perkembangan janin

Konsumsi Buah Selama Kehamilan Memengaruhi Perkembangan Otak Janin

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/03/2020 . Waktu baca 5 menit